Ngikutin Anak Seru-Seruan Membuat Pizza di Pizza Maker Junior Pizza Hut

Setelah vakum sekian lama dari seru-seruan playdate bareng Komunitas Playdate Palembang, akhirnya pada tanggal 28 Oktober 2018 lalu, aktifitas playdate diadakan lagi. Kali ini aktifitas playdate yang bekerja sama dengan Pizza Hut melalui program Pizza Maker Junior. Pizza Maker Junior adalah paket kegiatan belajar membuat pizza yang diikuti oleh aktivitas seru lainnya. Usia maksimal untuk mengikuti Pizza Maker Junior adalah 12 tahun.

Pizza Maker Junior memang aktivitas yang saya incar untuk diikuti oleh Mahira. Kebayang dong, serunya masak pizza langsung di dapur restoran pizza langganan. Ya, kalau di rumah aja kan biasa Cuma modal happycall. Ada oven juga, entah kenapa males dipakai….huuuuuuuuuuu…..

Balik lagi ke cerita Pizza Maker Junior ya. Jadi untuk mengikuti kegiatan ini biasanya gak bisa sendirian, jadi harus berkelompok. Nah, untung aja ada komunitas, kalau engga, mungkin aku bingung gimana Mahira mau ikutan di usia sekarang.

Ada dua paket program Pizza Maker Junior, yaitu PMJ Basic dan PMJ+. Bedanya apa? Untuk PMJ Basic dikenai biaya Rp 40.000,- per anak dan akan mendapatkan Personal Pan Pizza Meat Lovers, Lipton Ice Tea, serta Merchandise. Sementara PMJ+ dikenakan biaya Rp 52.000,- per anak dengan tambahan adanya Mix4Fun takeaway cup (itu loh, es krim di Pizza Hut yang bisa milih topping sesuka hati anak). Kemarin, Mahira ikutan yang PMJ Basic aja.

Untuk melakukan kegiatan PMJ, biasanya kita perlu berkordinasi langsung dengan lokasi Pizza Hut yang diinginkan. Tujuannya adalah untuk mengonfirmasi jumlah peserta dan waktu kegiatan. Tim Pizza Hut akan memberikan gambaran teknis untuk pelaksanaan acara.

Pizza Maker Junior di Palembang Icon

Untuk kegiatan Playdate Palembang – Pizza Maker Junior, dilakukan di dua titik yaitu Pizza Hut Palembang Indah Mall (PIM) dan Palembang Icon (PI). Kegiatan PMJ dilakukan sejak pukul 09.00 pagi hingga 10.00 atau 11.00. Tentunya pengaturan waktu seperti ini diperlukan agar kegiatan tidak menganggu pengunjung Pizza Hut lainnya. Karena kegiatan dilakuan sebelum pintu mall dibuka tentu ada teknis khusus untuk memasuki mall yang belum buka atau sedang siap-siap.

Jika mengikuti PMJ di Palembang Indah Mall, kita harus masuk melalui lantai paling dasar terlebih dahulu (dekat Hypermart) lalu naik satu lantai ke area Pizza Hut. Sementara itu, jika mengikuti PMJ di Palembang Icon, kita bisa langsung memberi tahu petugas dan masuk dari pintu dekat Starbucks. Namanya mall belum beroperasi penuh, harus disiapkan juga kipas angin mini, karena AC mall belum menyala. Anak gerah dan berakhir rewel, males kan?

Saat ikut PMJ lalu, rombongan kami berjumlah 50 anak. Kebayang ga ribetnya? Sebagai panitia lumayan sih. Jadi, tim Playdate Palembang sudah lebih dulu membagi anak ke sejumlah kelompok dengan mempertimbangkan usia anak dan jumlah pendamping. Oh iya, jadi pendamping dewasa yang boleh masuk hanya 2 orang, sementara itu anak yang usianya < 3 tahun juga wajib didampingi.

Setelah peserta berkumpul, tim Playdate Palembang mulai membagikan goodie bag dari Pizza Hut yang berisi topi, celemek, dan buku mewarnai. Opening dilakukan oleh tim dari Playdate Palembang dan tim Pizza Hut Palembang Icon. Anak-anak pun diminta untuk mewarnai terlebih dahulu sembari menunggu giliran. Nantinya, memang ada pemenang untuk kegiatan mewarnai per usia kelompok.

Setelah beberapa kelompok masuk untuk memasak, tibalah giliran kelompok Mahira untuk ke dapur.

Sebelum memasak anak-anak akan diminta mencuci tangan terlebih dahulu. Ada yang unik dari wastafel di dapur Pizza Hut. Kerannya tidak berada di atas melainkan di bawah wastafel. Jadi, bagi anak yang sudah cukup besar atau aku yang menemani anak, kita bisa menempelkan dengkul/lutut di dekat wastafel agar airnya keluar. Ya mungkin ini ada terkait dengan kehigienisan juga ya.

Kelar mencuci tangan, anak-anak akan dipakaikan penutup kepala dan sarung tangan plastik. Kebersihan tentu menjadi penting ketika di dapur. Gak mau kan kalau kejadian ada rambut yang masuk di makanan atau malah sakit perut karena tangan kotor.

Anak-anak pun dikenalkan pada tim dapur. Adonan pizza sebenarnya sudah tersedia di loyang plus olesan saus tomat. Jadi, sebenarnya anak-anak tinggal menambahkan topping yang terdiri dari sosis dan keju saja. Sebelum pizza dipanggang, tentu berfoto terlebih dahulu. Tak lama memang waktu di dapur, tapi untuk anak-anak pasti lumayan seru dan berkesan karena jadi tahu tentang dapur pizza yang bisa jadi makanan favoritnya. Sebagai orang tua, kita bisa menambahkan cerita atau menjelaskan ke anak tentang proses memasak.

Setelah 15-20 menit, kelompok Mahira akhirnya mendapatkan pizza yang tadi dimasak. Jelas susah dikenali yang mana yang dimasak Mahira, toh bahannya sama jadi main ambil saja pizza yang datang. Selain ada pizza, kita juga diberikan ice lemon tea sebagai minumnya.

Semua kelompok pun akhirnya selesai bergantian masuk dapur. Tim Pizza Hut akhirnya mulai mengajarkan cara mengkreasikan balon, seperti membikin topi dan anjing. Setelah sesi tersebut berakhir, saatnya tim Playdate Palembang mengumumkan pemenang kegiatan mewarnai. Dari Pizza Hut Palembang Icon, kita akan mendapatkan sertifikat tanda keikutsertaan dalam acara Pizza Maker Junior Ini.

Penasaran sama kegiatan Pizza Maker Junior? Bisa cek ke link berikut atau datang saja ke Pizza Hut di kotamu.

Kalau mau lihat acaranya bagaimana, boleh cek sedikit di video berikut 🙂

Menstimulasi Anak dengan Ikut Kelas Bermain

Pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi hal yang terkadang membuat orang tua khawatir. Apalagi jika orang-orang di lingkungan suka ikut campur terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, seperti misalnya mengomentari anak yang badannya terlihat kecil atau belum jalan pada usia 1 tahun. Terkadang, kekhawatiran juga muncul dari diri ibu sendiri, apakah stimulasi yang diberikan masih kurang?

Pertumbuhan pada anak umumnya ditandai dengan pertambahan ukuran seperti tinggi badan, berat badan, dan ukuran lingkar kepala. Sementara itu, perkembangan pada anak diukur dari kemampuan anak untuk melakukan hal-hal yang lebih rumit seiring dengan usia yang bertambah. Perkembangan anak, normalnya dibagi menjadi 5 jenis, yaitu:

  1. Perkembangan Motorik Kasar, meliputi kemampuan menggunakan kelompok otot besar, seperti berdiri, berjalan, berlari, mengubah posisi, menjaga keseimbangan, dll.
  2. Perkembangan Motorik Halus, meliputi kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi antara mata dan tangan.
  3. Perkembangan Bahasa, meliputi kemampuan anak untuk berbicara, menggunakan bahasa tubuh dan gerak tubuh, berkomunikasi, serta memahami perkataan orang lain.
  4. Perkembangan Kognitif, meliputi kemampuan anak untuk berpikir, mengingat, penalaran, belajar, dan memecahkan masalah.
  5. Perkembangan Sosial, meliputi kemampuan anak untuk berinteraksi dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain, bekerja sama, berbagi, dan menanggapi perasaan orang lain.

Sebenarnya, setiap orang tua dapat melakukan stimulasi melalui kegiatan di rumah untuk merangsang perkembangan anak. Namun, saya menyadari selama ini jika di rumah lebih terfokus pada perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan kognitif. Sementara itu, jika membawa anak bertemu orang lain selain orang di rumah terasa sekali rasa malu anak untuk bersosialisasi.

Bermain menyusun balok

Rasanya, hampir setiap orang tua ingin anaknya lebih baik dari dirinya. Termasuk, saya. Menyadari diri saya orang yang sangat tidak percaya diri dan kurang bersosialisasi, saya tentu ingin anak saya lebih memiliki kemampuan bersosialisasi. Sayangnya, lingkungan rumah saya walaupun beberapa tetangga memiliki anak kecil, namun jarang keluar rumah. Otomatis, saya harus mencari acara yang memungkinkan anak bertemu dengan teman seusianya.

Beberapa bulan terakhir, saya cukup bersyukur ada kelas-kelas bermain untuk anak yang diadakan oleh sebuah daycare dekat rumah. Walaupun hanya sebulan sekali, namun rasanya kelas bermain tersebut menjadi oase untuk saya dalam mencari kegiatan untuk anak sekaligus mempertemukan anak dengan teman seusianya.

Terhitung sudah lebih dari 3 kali anak saya ikut kelas bermain. Memang, anak masih terlihat malu-malu dibandingkan saat di rumah. Keengganan untuk mengeluarkan suara masih ada. Namun, tentu perubahan sudah mulai terlihat, seperti keinginan untuk salam saat bertemu orang lain atau kesediaan berbagi makanan.

Kelas bermain tentu memiliki banyak manfaat. Berikut manfaat kelas bermain untuk anak:

  1. Beradaptasi dengan lingkungan baru. Lingkungan rumah yang cenderung sepi dan tak banyak orang tentu berbeda dengan lokasi tempat kelas bermain diadakan. Anak diarahkan untuk mengenal kondisi lingkungan yang baru dan bagaimana menghadapinya. Adanya mainan atau buku-buku yang disediakan di lokasi membantu anak untuk merasa lebih nyaman di tempat baru.Selain lingkungan, ada pula hal lain yang mungkin baru dirasakan oleh anak, seperti menginjak pasir atau tanah, memegang lem, dll. Hal ini menjadi tantangan untuk anak untuk lebih berani.
  2. Kesempatan berinteraksi dengan anak seusianya. Biasanya, kelas bermain dikelompokkan untuk anak usia yang sama misalnya 1-2 tahun, 2-3 tahun, atau 3-4 tahun agar lebih fokus pada tahapan perkembangan di usia tersebut yang cenderung sama. Adanya kelompok umur ini memberikan kesempatan anak untuk berinteraksi dengan anak seusianya.

Adanya kesempatan berinteraksi membuat anak bisa mengenal perasaan kasih sayang, empati, serta negosiasi pada saat bermain dengan teman sebaya. Juga memberikan kesempatan anak untuk belajar berbagi, bergantian bermain, bekerja sama, merespon orang lain, dll.

  1. Stimulasi sesuai tahapan perkembangan. Tahapan perkembangan anak akan berbeda untuk range usia satu dengan lainnya. Milestone anak usia 1-2 tahun antara lain berjalan, berlari, makan sendiri, menunduk, berjongkok, dll. Hal ini yang dilatih kepada anak saat kelas bermain.

Stimulasi yang diberikan melalui permainan biasanya disusun dengan mengombinasikan beberapa tahapan perkembangan. Misalnya permainan panen wortel, anak akan diminta mengambil wortel di tanah, lalu bergerak memasukkan ke tempat lain. Permainan ini memberikan anak kesempatan memecahkan masalah/perkembangan kognitif (bagaimana cara memanen wortel, menarik dengan 1 tangan atau 2 tangan?), melatih motorik kasar (berjalan, menunduk, berjongkok), melatih motorik halus (memegang wortel agar tidak jatuh, memindahkan dari tangan kanan ke kiri), bahasa (memahami petunjuk untuk mengambil wortel, arahan untuk meletakkannya di baskom), dan sosial (berbagi lahan yang sama untuk panen).

  1. Menambah kosa kata baru. Melalui permainan, anak bisa menambah kosa kata baru. Demikian pula dengan bertemunya anak dengan teman sebaya, ia bisa belajar mengingat nama teman-temannya. Kalaupun saat permainan anak masih malu atau diam, bukan tidak mungkin saat selesai (di perjalanan atau di rumah) kita bisa mengajaknya untuk menceritakan kegiatan yang dilakukan sebelumnya. Tak jarang, setelah permainan saya mengajak anak melihat foto-foto kegiatan lalu membuat anak mengingat dan bercerita apa yang dilakukannya.

Walau pada awalnya saya mengikutkan anak kelas bermain untuk stimulasi perkembangan sosialnya, ternyata stimulasi lain bagi anak juga dilatihkan. Adanya kesempatan anak bermain dengan permainan yang beda pun tentu bisa membuat anak lebih bahagia, walaupun kadang ada anak yang merasa tertantang dan malah malu di awal.

Kelas bermain atau kelas stimulasi yang anak saya ikuti selama ini diadakan oleh Denali Daycare. Biasanya, info tentang kelas stimulasi akan disampaikan melalui akun instagramnya. Pesertanya dibatasi, umumnya hanya 10 anak setiap sesi. Jadi, kalau mau ikutan, cek info di instagram Denali Daycare saja. Siapa tahu kita bisa ikutan kelas yang sama dan ketemu :D.

Memilih Camilan Sehat Untuk Anak

Menjadi ibu, bukanlah suatu perkara yang mudah. Selain perasaan bahagia yang sudah pasti mendatangi kita setiap harinya, ada juga perasaan khawatir, deg-degan, bahkan bingung. Awal menjadi ibu, selama 6 bulan diliputi rasa khawatir saat memberikan asupan Air Susu Ibu (ASI). Setelah 6 bulan, anak dianjurkan untuk memperoleh tambahan asupan melalui Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Pola makan anak pun mulai diatur. Ketika 6 bulan pertama asupan hanya berupa ASI, saat belajar makan, anak disarankan untuk mengenal jadwal makan utama mulai dari sarapan, snack pagi, makan siang, snack sore, dan makan malam. Menu empat bintang yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan sayur, menjadi rujukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Anjuran lain adalah memperhatikan jumlah gula dan garam yang diberikan untuk anak.

 

Kedua anjuran tersebut menjadi panduan saya untuk memberikan makanan yang bergizi untuk anak baik makan utama atua makan selingan (camilan). Memilih camilan pun perlu yang sehat dan bergizi. Berikut ini beberapa pilihan camilan yang sering saya berikan untuk anak :

Buah-Buahan

Momentmal / Pixabay

Buah-buahan sangat dianjurkan untuk menjadi makanan selingan anak diantara makan beratnya. Selain mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh anak, buah-buahan juga membantu anak untuk merasakan rasa manis yang alami. Beberapa buah tertentu seperti pepaya, pisang, dan buah naga, bahkan bermanfaat untuk melancarkan pencernaan anak. Buah-buahan bisa diberikan langsung dalam bentuk potongan, dihaluskan (bentuk puree), atau dijus. Kalau saya sendiri diselang seling. Ketika usia 6-8 bulan, buah-buahan yang dijus saya berikan dalam tommee tippee botol susu bayi yang terbuat dari bahan Polypropylene dan bebas dari bahan berbahaya seperti Bisphenol A (BPA) sehingga aman untuk bayi. Selain itu desain botolnya juga mudah dipegang.

Sayur-sayuran

WerbeHoch / Pixabay

Sayuran yang direbus juga dapat menjadi pilihan camilan untuk anak. Sama halnya seperti buah, sayuran juga mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh serta melancarkan pencernaan karena mengandung serat. Pilihan yang sering saya berikan antara lain brokoli, timun, wortel, ubi, jagung, kentang, atau labu.

 

Puding, Jelly, atau Agar-Agar

WerbeFabrik / Pixabay

Tekstur kenyal dari puding, jelly, atau agar-agar biasanya menarik untuk anak. Apalagi jika dibuat dengan warna-warna yang mencolok. Selain mengandung serat, puding juga menjadi salah satu cara anak mengenal tekstur yang tidak keras. Biasanya saya memotong puding dengan ukuran kecil agar lebih mudah dipegang dan tak membuat anak tersedak saat memakannya.

Biskuit Bayi

 

Pezibear / Pixabay

Biskuit bisa juga menjadi pilihan camilan nikmat dan sehat untuk anak. Biskuit bisa membantu anak dalam mulai berada dalam proses tumbuh gigi. Dalam memilih biskuit, tentu perlu memerhatikan bahan yang terkandung di dalamnya. Salah satu yang menjadi favorit anak saya adalah biskuit bayi yummy bites. Biskuit bayi Yummy Bites ini terdiri dari berbagai rasa seperti original, wortel, pisang hingga sayuran. Selain mengandung vitamin A, K,E dan protein, Yummy Bites juga mudah larut di mulut. Bahkan saya sendiri suka.

 

 

Yogurt

 

NeuPaddy / Pixabay

Minuman yang berasal dari fermentasi susu ini memang memiliki rasa yang sedikit asam. Tapi bisa menyehatkan anak karena merupakan sumber kalsium yang baik. Kalau saya sendiri, lebih memilih yogurt yang teksturnya agak kental dan memiliki rasa buah sehingga ada rasa manis selain dominasi rasa asam.

 

 

 

Smoothies

 

silviarita / Pixabay

Merupakan minuman campuran susu, yogurt, dan buah-buahan. Mengandung kalsium dan vitamin. Jika merasa pemberian asupan untuk anak dalam bentuk cair terlalu sering, saya biasanyanya membekukan smoothies sehingga menjadi popsicle ice cream smoothies.

 

 

Sereal

Sereal juga dapat menjadi sumber serat yang baik untuk menjaga pencernaan anak karena umumnya berasal dari biji-bijian seperti gandum atau barley. Memilih sereal juga perlu cermat karena terkadang banyak sereal yang mengandung gula yang tinggi. Pemberian sereal pun dapat divariasikan dengan potongan buah atau susu.

 


Selain memilih camilan yang sehat dan bergizi, waktu pemberian camilan juga harus diperhatikan. Camilan diberikan sebagai makanan selingan diantara jadwal makanan utama. Sehingga jangan terlalu dekat dengan jadwal makan utama karena biasanya akan ditolak karena anak masih kenyang. Oh iya, memiliki jadwal pemberian makanan selingan sedari awal juga baik, karena ketika sekolah nanti biasanya juga anak akan memiliki jadwal untuk snack, sehingga lambung anak sudah terbiasa sedari kecil untuk menerima makanan di waktu tertentu.

Bermain Bersama Paket Halo Shimajiro

Shimajiro Club 1

Suatu hari, lagi asyik main Instagram, muncul post sponsored, Shimajiro. Isi iklannya mengajak Moms & Dads untuk bergabung dengan Shimajiro Club, dengan cara registrasi di fansite Shimajiro Club di http://www.shimajiro.id/campaign. Registrasinya gampang, cuma isi data di Google Form gitu.

regis shima

Di hari Jum’at lalu, sore-sore dapat paket dari Shimajiro berupa  Paket Halo Shimajiro, teman belajar untuk anak berusia 0-2 tahun. Paket Halo Shimajiro yang saya dapatkan terdiri dari boneka kertas Shimajiro, tempat tidur kertas, dan kertas bergambar seperti gosok gigi dan makanan. Selain itu, terdapat booklet Kodomo Challenge.

pic-kodomo-be321c7

Kodomo Challenge merupakan layanan edukasi yang diciptakan untuk membantu anak belajar dan berkembang dengan beragam kegiatan setiap bulannya. Produk Kodomo Challenge berupa paket mainan edukasi berbasis langganan setiap bulan untuk anak-anak prasekolah (0-6 tahun) yang dibuat dengan menyesuaikan tahap perkembangannya.

Kodomo Challenge sendiri dirintis sejak 1988 dan telah berkembang sampai ke Taiwan, Cina, Korea Selatan, Hong Kong, dan saat ini telah memiliki setidaknya dua juta konsumen (per April 2016). Benesse Corporation juga mengembangkan Kodomo Challenge di Indonesia dan akan meluncurkannya pada Juli 2018 mendatang.

pic-benesse-be321c7

Benesse adalah perusahaan nomor satu yang bergerak di bidang pendidikan di Jepang. Benesse Group bekerja sesuai dengan filosofi perusahaan, yakni “Benesse berarti Well-Being”. Perusahaan itu membangun bisnis di bidang edukasi, bahasa, gaya hidup serta perawatan terhadap lansia, dan berusaha membantu setiap konsumen agar dapat meningkatkan motivasi untuk belajar dan memecahkan setiap masalah dalam hidup. Selama lebih dari 60 tahun sejak didirikan pada 1955, Benesse Group telah menghimpun pengetahuan mengenai pendidikan dan menyediakan berbagai layanan, dan senantiasa mendekatkan diri dengan pelanggannya.

pic-education-2-be321c7

Shimajiro sendiri, adalah tokoh dalam Shimajiro A Wonderful Adventure, serial TV terpanjang di Jepang sejak tahun 1993 yang ditujukan untuk anak-anak prasekolah usia 0 sampai 6 tahun. Serial ini sangat populer di kalangan anak-anak, orang tua, orang dewasa. Ini adalah TV pendidikan baru untuk anak-anak dalam bahasa Indonesia.

Shimajiro adalah karakter harimau yang selalu ingin tahu tentang banyak hal dan senang mencoba sesuatu yang baru. Walau terkadang nakal dan egois, ia selalu belajar dari kesalahan dan selalu ada saat teman dan adik perempuannya, Hannah, membutuhkannya. Shimajiro sangat senang bermain sepak bola. Selain Shimajiro, karakter lain di serial yang telah tayang di Kids Channel di MNC Channel dan Indovision , terdiri dari Mimi-lynne, Flappie, Nikki, Dr. Roarson, Hannah, Ayah Shimajiro,  dan Ibu Shimajiro.

pic-education-3-be321c7

Bahas Paket Halo Shimajiro lagi ya….

“Paket Halo Shimajiro” dibuat untuk calon pelanggan paket edukasi balita “Kodomo Challenge” yang akan diluncurkan mulai Juli 2018 nanti. “Puppet Shimajiro” membantu orang tua dan anak merasakan serunya bermain dengan Shimajiro sebagai “learning buddy”. Materi yang dikembangkan oleh “Kodomo Challenge” akan lebih edukatif, menyenangkan, dan seru untuk dimainkan bersama-sama semua anggota keluarga. Nah, Shimajiro sendiri adalah “learning buddy” yang mengikuti tumbuh kembang anak, jadi anak akan merasa bertumbuh dewasa bersama Shimajiro.

 

Selain boneka kertas Shimajiro / puppet Shimajiro, ada juga aksesoris kertas lain dalam Paket Halo Shimajiro, berupa makanan, sikat gigi, dan tempat tidur.

Boneka kertasnya buat apa?

Untuk anak usia 1 tahun seperti Mahira, puppet Shimajironya bisa digunakan untuk permainan “Ci-Luk-Ba”, permainan yang menyenangkan bukan? Selain itu, kertas berbentuk makanan bisa digunakan untuk permainan “Makan Seru”, karena anak usia 1 tahun biasanya senang memainkan permainan dengan pesan “Wah, ini sama denganku!”. Setelah itu bisa bermain “Menggosok Gigi” dan kertas berbentuk kasur bisa digunakan untuk permainan “Ayo Tidur di Kasur”. Dengan bermain peran bersama Shimajiro, diharapkan kosa kata dan daya imajinasi anak bertambah.

Mau dapat Paket Halo Shimajiro juga? Silahkan daftar di http://www.shimajiro.id/campaign. Yang saya baca, nantinya akan ada undian hadiah lainnya seperti Tas Shimajiro, Troli Shimajiro, Kotak Shimajiro, dan Perjalanan ke Tokyo. Semoga saya menang jalan-jalan ke Tokyo bareng Mahira yaaa, supaya bisa lihat Konser Shimajiro. Amiiiiin .

pic-hadiah-grand-be321c7

Sumber :

Mengenal Kepintaran si Kecil di Smart Treasure Hunt Palembang

“Hai, gimana kabar si Kecil? Sudah bisa apa aja?”

Pertanyaan seperti itu sering sekali datang sejak jadi orang tua. Bukan kabar kita lagi yang ditanya, tapi malah kabar, anakku Mahira. Sedih sih, tapi, itu tandanya kita diingatkan oleh orang lain tentang tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk mendidik generasi yang lebih baik. Pernah kesal ditanya begitu? Pernah juga, kalau yang nanya justru ngasih ceramah kalau Mahira itu seharusnya sudah bisa melakukan hal-hal dari A-Z. Ih, si Kecil kan pintarnya beda-beda, itu batin saya.

Kenapa saya bisa ngomong kepintaran si Kecil beda-beda? Soalnya, sebagai orang tua baru, saya dan pasangan tentu mencari-cari informasi tentang tumbuh kembang Mahira, mulai dari membaca buku, konsultasi dengan dokter spesialis anak, bergabung dalam komunitas, serta tentu saja di jaman yang canggih ini mencari informasi dari website yang secara khusus membahas tentang ilmu parenting, salah satunya adalah Parenting Club melalui https://www.parentingclub.co.id/ .

Hasil Smart Strength Finder-nya Mahira

Melalui web Parenting Club , saya terbantu sekali untuk mengenali kepintaran Mahira melalui Smart Strength Finder Tool. Smart Strength Finder adalah feature yang di sediakan Parenting Club untuk mencari tahu kepintaran si Kecil. Mam atau Pap bisa memilih jawaban yang sesuai dengan kondisi si Kecil. Untuk Mahira, hasilnya memang seperti dugaan saya, kalau Mahira saat ini memiliki kecenderungan ke arah Word Smart, Body Smart, dan Music Smart. Dari feature ini saya baru tahu, kalau kepintaran itu dapat dikelompokkan menjadi 8 (delapan), yaitu :

  • Word Smart

Kepintaran terkait dengan kemampuan kognitif yang ditandai dengan aktivitas suka membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan cerita,

  • Number Smart

Kepintaran si Kecil yang ditandai dengan ketertarikan pada angka, sains, matematika, logika, pertanyaan kenapa seperti “kenapa hujan turun?”

  • Picture Smart

Kepintaran terkait dengan kemampuan kognitif seperti aktivitas suka menggambar, berimajinasi, bermain balok untuk membangun sesuatu, dan seni.

  • Music Smart

Kepintaran si Kecil yang ditandai dengan kegemaran menyanyi, mengikuti irama, menggoyangkan badan, bermain alat musik, mendengarkan serta mengingat lagu-lagu

  • Body Smart

Kepintaran yang berhubungan dengan kemampuan fisik seperti berolah raga, menari, menyentuh benda dengan tangan dan mempelajarinya, atau mengerjakan sesuatu dengan tangannya.

  • Nature Smart

Kepintaran si Kecil yang berhubungan dengan kegemaran berada di alam, menyukai binatang, tanaman, bahkan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan

  • Self Smart

Kepintaran si Kecil untuk memiliki hobi, memilih bermain sendiri, punya rasa percaya diri, serta mampu mengomunikasikan apa yang dimau.

  • People Smart

Kepintaran terkait kemampuan social seperti suka bermain bersama teman-temannya, memiliki empati, suka memimpin, dan bisa memahami perasaan orang lain.

***

Beruntungnya, tepat di Hari Anak Nasional, 23 Juli 2017, Parenting Club  berkunjung ke Palembang dalam acara Smart Treasure Hunt. Melalui acara ini Parenting Club mengajak Mam & Pap untuk mendukung sinergi kepintaran si Kecil. Acara dilaksanakan di Ballroom 1 & 2 Hotel Novotel Palembang sejak pukul 10.00 sampai dengan 12.30. Saya dan Mahira saking antusiasnya sudah datang sejak pukul 08.00 dan ternyata sudah banyak Mam, Pap, dan si Kecil lainnya yang sudah datang di area Ballroom Hotel Novotel.

Registrasi untuk mengikuti rangkaian acara Smart Treasure Hunt dibuka pada pukul 09.00. Sembari menunggu, si Kecil dapat diajak beraktivitas di luar tempat acara seperti :

  1. Berfoto di booth yang melambangkan sinergi Akal, Fisik, dan Sosial. Fotonya bisa langsung dicetak loh
  2. Mewarnai hewan laut yang nanti hewannya bisa muncul di layar. Si Kecil dapat mewarnai kertas bergambar hewan laut seperti ikan, penyu, kuda laut, dengan oil pastels, setelah itu kertasnya di scan dan hasil hewan yang telah diwarnai akan muncul di layar.
  3. Bermain stimulasi kinestetik dengan Xbox dengan sensor Kinect. Jadi akan ada permainan seperti sepak bola, bowling, atau menangkap penjahat, lalu si Kecil bersama Mam & Pap dapat memposisikan diri untuk menendang, menggelindingkan bola, atau menendang penjahat.

Tepat pada pukul 09.00, registrasi event Smart Treasure Hunt dimulai. Saat registrasi diberikan snack, rompi berwarna coklat dan gelang berwarna. Mahira dapat gelang berwarna hijau dan saya melihat ada si Kecil lainnya yang mendapat gelang berwarna merah, biru, dan emas. Wah, jadi penasaran, kenapa dibedakan ya warna gelangnya? Sambil menunggu acara dimulai, Mahira makan snack dulu. Isi tenaga sebelum seru-seruan di event Smart Treasure Hunt.

15 menit menuju pukul 10.00, Mam & Pap bersama si Kecil sudah mulai memadati area depan pintu Ballroom. Di dekat pintu, terdapat tim acara yang memegang bendera berwarna hijau, merah, biru, dan emas, yang mencoba mengatur barisan peserta sesuai dengan warna gelang yang tadi diberikan.

JREEEENG JREEEENG

Pintu utama ballroom dibuka tepat pada pukul 10.00 dengan suara musik yang menyenangkan. Si Kecil dengan gelang berwarna sama dipandu oleh seseorang dari tim acara. Kali ini tim dengan gelang berwarna hijau duluan masuk dan diarahkan untuk duduk di karpet dengan warna senada yang di atasnya sudah ada bantal berwarna emas tersusun rapi. Satu per satu tim dengan gelang warna lain mulai memasuki arena acara. Musik jingle Parenting Club mengalun menambah suasana riang.

MC pun naik ke atas panggung dan membuka acara dengan mengajak si Kecil bernyanyi dan bermain. Acara dilanjutkan oleh perwakilan dari Parenting Club  yang mengenalkan tentang Parenting Club  dan mengajak Mam & Pap untuk mengoptimalkan 8 jenis kepintaran dengan memberikan nutrisi yang tepat serta stimulasi yang konsisten agar sinergi akal, fisik, dan sosial si Kecil dapat dibangun dengan baik.

Sinergi Akal, Fisik, dan Sosial Itu Apa Sih?

Kali ini dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K), MPH, seorang dokter anak yang juga ahli tumbuh kembang akan memberikan seminar mengenai tumbuh kembang dan sinergi kepintaran si Kecil. dr. Bernie mengawali dengan menjelaskan tentang otak anak yang pada rentang usia 0 bulan sampai 5 tahun mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dan dikenal dengan masa emas (The Golden Age). Masa emas itu adalah masa penting dalam fase pertumbuhan manusia terutama fase tumbuh kembang anak karena otak manusia berkembang pesat dan kritis dan terjadi hanya satu kali, bahkan pada fase ini, seorang anak mampu menyerap informasi sebanyak 100%. Wow, hebat banget ya.

Pertumbuhan didefinisikan sebagai bertambahnya jumlah dan ukuran sel tubuh, sementara perkembangan anak adalah kematangan organ tubuh, terutama susunan syaraf pusat. Perkembangan anak meliputi perkembangan fungsi gerak kasar yang meliputi tengkurap, duduk, berjalan, berlari lalu gerak halus seperti meraih benda, memegang menggunakan sendok, menulis, serta perkembangan bahasa dan bicara, kognitif, emosi, personal sosial dan adaptif.

Setiap anak memiliki 8 kepintaran yaitu Word Smart, Number Smart, Picture Smart, dan Music Smart yang erat dengan perkembangan akal ; Body Smart dan Nature Smart yang berhubungan dengan perkembangan fisik; serta Self Smart dan People Smart yang merupakan perkembangan sosial. Kedelapan kepintaran si Kecil, harus distimulasi dengan baik dan benar oleh orang tua, agar sinergi antara perkembangan akal, fisik, dan sosial dapat terbangun.

Bagaimana cara menstimulasi perkembangan akal, fisik, dan sosial?

Di event Smart Treasure Hunt kali ini, Parenting Club Indonesia juga menyediakan booth untuk stimulasi. Setelah seminar oleh dr. Bernie selesai, Mam & Pap beserta si Kecil dipersilahkan memasuki gerbang menuju arena booth stimulation. Masing-masing kelompok dengan warna gelang yang sama diarahkan ke salah satu booth stimulasi. Kriiiiiiiiing, tanda waktu permainan di satu booth stimulasi selesai dan kami bergantian dengan kelompok lain untuk mencoba booth stimulasi lainnya.

Terdapat 4 (empat) area stimulasi yaitu Akal, Fisik, Sosial, dan Sinergi ketiganya.

  • Stimulasi Akal

Di area stimulasi akal, telah disediakan permainan balok susun (brick). Saya mencoba membantu Mahira dalam menyusun balok sembari mengenalkan tentang warna dan angka (menghitung). Setelah balok tersusun, lampu pada balok akan menyala. Permainan di stimulasi akal ini adalah Small Light Brick pertama di Indonesia.

  • Stimulasi Fisik

Kegiatan yang dilakukan pada stimulasi fisik adalah menyusun aneka bentuk berwarna biru untuk menjadi Imagination Playground. Terdapat bola, bentuk balok, lintasan cekung, tabung panjang, bentuk bunga, yang bias disusun oleh anak. Kali ini, selain kepintaran untuk menggunakan anggota tubuh dalam bermain, kreativitas anak juga dilatih.

  • Stimulasi Sosial

Di area stimulasi sosial, telah siap seorang pendongeng yang ditemani tokoh pangeran. si Kecil diminta menyiapkan buku adventure yang dibagikan saat registrasi. Pendongeng pun mulai menceritakan kisah “Petualangan di Hutan Misteri”, daaaaan tiba-tiba pendongeng berhenti bercerita dan meminta si Kecil untuk men-cap buku adventure dengan stempel ekspresi wajah sesuai dengan apa yang diceritakan oleh pendongen. Kegiatan ini bertujuan untuk menstimulasi anak tentang emosi.

  • Stimulasi Sinergi Akal, Fisik, dan Sosial

Kali ini si Kecil diajak untuk menari dan bernyanyi secara bersama-sama lagu yang menjadi jingle #PintarnyaBeda

Satu satu kuatnya anakku

Dua dua juga pintar akalnya

Tiga tiga dekat dengan semua

Satu, dua, tiga, pintarnya memang beda

Kelompok dengan gelang hijau antusias sekali di arena stimulasi sinergi dengan menyerbu panggungnya langsung.

 

KRIIIIIIIIIING, yaaaa, keempat booth stimulasi telah dicoba, saatnya kembali ke area semula untuk berkumpul bersama Mam, Pap, dan si Kecil lainnya yang hari itu kompak mengenakan pakaian berwarna putih. Acara pun ditutup dengan pembagian hadiah untuk pemenang foto terbaik serta foto bersama. Keseruan event Smart Treasure Hunt bareng Parenting Club bisa dilihat di video ini. 

 

Jadi udahan nih, stimulasinya gitu doang?

Stimulasi lain untuk si Kecil tentu dapat dilakukan oleh Mam & Pap masing-masing. Di web Parenting Club, yang dapat di akses di www.parentingclub.co.id terdapat fitur Smart Stimulation yang berisi modul berisikan ide stimulasi dan aktivitas menarik yang bisa dilakukan bersama si Kecil. Mam & Pap dapat memilih modul sesuai usia dan kepintaran yang ingin dipelajari dari 8 Smartness yang ada pada setiap anak.  Ini adalah salah satu contoh aktivitas dari modul Nature Smart untuk anak usia 1-2 tahun yang saya pilih untuk dilakukan bersama Mahira.

Di web Parenting Club, juga terdapat fitur Smart School, berisi informasi sekolah untuk si Kecil, berguna untuk Mam & Pap yang ingin mendukung kepintaran si Kecil melalui sekolah. Banyak pertanyaan tentang si Kecil? Para ahli mulai dari Ahli Parenting, Ahli Ginekolog, Ahli Nutrisi, dan Ahli Pediatrik bersedia menjawab pertanyaan dari Mam & Pap melalui fitur Smart Consultation. Terakhir nih, sering baper karena anak di-judge oleh lingkungan? Baca cerita pengalaman yang menginspirasi dari Mam & Pap lain tentang si Kecil di Smart Stories. Terdapat banyak artikel informatif lain tentang tumbuh kembang, info nutrisi, cara mengasuh, stimulasi, serta kesehatan.

Mau ikutan acara Smart Treasure Hunt juga? Register di Parenting Club agar tidak ketinggalan info event yang diadakan oleh Parenting Club. Oh ya, info-info lain juga bisa didapatkan di Facebook Fanpage Parenting Club . Untuk Smart Treasure Hunt selanjutnya ada di Pekanbaru dan Bali. Ayo Mam & Pap, ikutan seru-seruan sambil belajar bareng bersama Parenting Club.