Pola Asuh 1000 Hari Pertama Kehidupan, Penentu Masa Depan Anak

Melahirkan seorang bayi, merupakan sebuah kebahagiaan. Namun, sebuah pekerjaan dan tanggung jawab besar menanti untuk membuat anak menjadi generasi penerus bangsa.

Tanggung jawab mengasuh anak dimulai dari sejak kehamilan. Hal ini yang masih kurang dirasakan oleh calon ibu. Banyak anggapan, anak tumbuh dan berkembang dengan baik dimulai ketika anak baru lahir. Padahal, fase kehamilan selama 270 hari termasuk dari 1000 hari pertama kehidupan anak. Setelah itu, 730 hari lainnya adalah fase anak sejak lahir hingga berusia 2 tahun.

1000 hari pertama kehidupan anak adalah fase penting untuk anak tumbuh dan berkembang. Fase ini dikatakan sebagai masa emas pertumbuhan. Selama 1000 hari pertama kehidupan, diperlukan gizi yang cukup untuk membentuk fungsi otak dan membantu memperkuat sistem imun. Fase 1000 hari pertama kehidupan adalah fase yang bisa menentukan masa depan anak di kemudian hari.

Apa risiko yang bisa terjadi jika di masa 1000 hari pertama, gizi anak tidak dipenuhi? Stunting atau kondisi terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak seperti adanya gangguan pertumbuhan fisik (bertubuh pendek/kerdil) atau terganggu perkembangan otaknya, bisa saja terjadi.

Stunting sebenarnya bisa dicegah. Hal ini juga menjadi fokus pemerintah karena ingin anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, serta memiliki kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap, mampu berinovasi, dan berkompetisi.

1000 hari pertama erat kaitannya dengan pemenuhan gizi. Pemenuhan gizi, kadang kala selalu identik dengan urusan makan saja. Padahal, dalam 1000 hari pertama dan pencegahan stunting khususnya, selain pola makan, pola asuh, dan sanitasi juga menentukan.

Lalu, bagaimana pola asuh yang baik dalam 1000 hari terbaik kehidupan anak?

Sebagai calon ibu, kita tentunya harus mulai mencari tahu apa yang terbaik untuk anak di dalam kandungan kita dan bagaimana kita harus bersikap dan mempersiapkan diri sebagai ibu. Sebelum kita berencana memiliki anak, ada baiknya mempelajari dahulu bagaimana kesehatan reproduksi dan gizi bagi keluarga. Memiliki keluarga yang cerdas dan sehat adalah bagian upaya kita membentuk bangsa Indonesia yang lebih baik. Beberapa pola asuh berikut bisa dilakukan oleh ibu selama 1000 hari pertama guna mendapat anak yang tumbuh dan berkembang dengan baik.

270 Hari – Masa Kehamilan

  • Memeriksakan Kandungan

Kehamilan biasanya menunjukkan gejala fisik yang berubah. Satu hal yang pasti adalah wanita biasanya tidak mengalami menstruasi lagi. Kita bisa melakukan pengecekan awal menggunakan testpack. Jika positif hamil, jangan tunda untuk konsultasi ke dokter kandungan atau bidan.

Pemeriksaan kandungan selama kehamilan membantu dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh ibu dan janin yang dikandung, sehingga hal-hal buruk yang mungkin terjadi dapat dicegah. Pemeriksaan kandungan disarankan minimal 4 kali selama kehamilan. Dengan memeriksakan diri ke dokter, ibu dapat mengurangi risiko melahirkan bayi dengan berat rendah.

  • Makan makanan bergizi

Hamil terkadang rasanya tak nyaman. Ada yang berjuang untuk melawan rasa mual dan muntah. Namun, ada pula yang bisa tetap dengan nyaman menyantap banyak makanan karena merasa hamil harus makan dua kali lipat banyaknya.
Mengatur makanan selama kehamilan adalah wajib. Asupan makanan bergizi penting untuk dikonsumsi ibu karena tak hanya ibu yang butuh makan namun janin yang mulai tumbuh juga memerlukan berbagai vitamin dan mineral agar bisa berkembang baik. Makan makanan bergizi juga tetap dilanjutkan setelah melahirkan karena ibu menyusui juga butuh makanan bergizi.

Sayuran, penting selama kehamilan – photo : pixabay.com

Untuk setiap trisemester, kebutuhan gizi dari janin akan berbeda. Urusan makan memang perlu diatur sedemikian rupa, termasuk urusan asupan kalori. Makan yang berlebihan tak selamanya baik, karena bisa berefek kegemukan, baik ibu maupun bayi dalam kandungan.

Ada kalanya, dokter memberikan suplemen tambahan bagi ibu hamil seperti tablet penambah darah yang mengandung zat besi. Konsumsi suplemen dianjurkan mengingat baik ibu maupun janin memerlukan zat besi.

 

  • Memberikan Stimulasi Bagi Anak

Stimulasi bagi anak bisa dimulai sejak kehamilan hingga lahir nanti. Pembentukan otak dimulai sejak ada di dalam kandungan. Dengan melakukan stimulasi, ibu bisa membentuk perkembangan janin yang sehat.

Stimulasi bisa dilakukan dengan berbagai cara, mengajak bayi berkomunikasi, merangsang pendengaran dengan mendengarkan musik, membiasakan tidur cukup waktu, atau berolahraga ringan bisa dilakukan sebagai bentuk stimulasi. Stimulai bisa menciptakan pengaruh positif kepada bayi dengan menciptakan lingkungan rahim yang kondusif dan membentuk pola hidup sehat sejak dini.

730 Hari – Sejak Anak Lahir Hingga Usia 2 Tahun

  • Melahirkan di Fasilitas Kesehatan

Memilih fasilitas kesehatan seperti klinik bidan atau rumah sakit lebih dianjurkan karena bidan atau dokter sudah terlatih dan mengetahui bagaimana prosedur kelahiran serta cara mengatasi komplikasi yang mungkin terjadi selama proses kelahiran. Kita bisa memilih rumah sakit Pro-ASI karena akan memudahkan kita dalam melakukan IMD dan proses pemberian ASI nantinya.

Bayi baru lahir di rumah sakit – photo : pexels.com

  • Memberikan ASI (Air Susu Ibu)

Pemenuhan gizi pada anak bisa dilakukan dengan memberikan ASI. Pemberian ASI disarankan dilakukan sampai usia 2 tahun, namun anak baru lahir hingga usia 6 bulan, hanya boleh mendapat asupan ASI saja. Setelah melahirkan, seorang ibu bisa melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

IMD merupakan proses penting karena bisa merangsang keluarnya kolostrum dalam ASI, zat yang mengandung protein dan immunoglobulin sebagai entibodi yang membentuk daya tahan tubuh sekaligus sebagai antibody bagi bayi. Kolostrum juga membantu perkembangan usus bayi sekaligus membantu mencegah infeksi bakteri berbahaya.

  • Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sesuai anjuran

Setelah anak berusia 6 bulan, anak bisa diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Namun, pemberian MPASI juga perlu diperhatikan. Menurut WHO, bayi boleh makan dari menu meja makan keluarga, namun tetap perlu memperhatikan frekuensi, jumlah takaran, tekstur makanan, dan jenis makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan usianya.

  • Memantau Tumbuh Kembang

Sebagai orang tua, kita juga perlu melihat bagaimana tumbuh kembang anak. Pertumbuhan anak bisa dilihat dari ukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Sementara itu, perkembangan anak bisa dilihat dari milestone atau tahapan perkembangan anak berdasarkan kategori usia yang telah ditentukan. Memantau tumbuh kembang bisa dilakukan dengan melakukan pengukuran sendiri, atau membawa anak ke Posyandu, Puskesmas, atau rumah sakit untuk bertemu dokter.

  • Melakukan Imunisasi

Imunisasi – photo : pixabay.com

Anak berhak untuk mendapatkan kekebalan dari penyakit berbahaya. Melakukan imunisasi merupakan salah satu langkah untuk mengurangi risiko tertular penyakit. Pemberian imunisasi bisa disesuaikan dengan usia anak dan merujuk pada rekomendasi jadwal imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

 

Mencegah stunting tak hanya urusan asupan gizi saja. Pola asuh yang baik pun bisa mencegah anak dari stunting sekaligus membiasakan anak pola hidup sehat sedari dini. Ingat, 1000 hari kehidupan pertama dimulai dari masa kehamilan.

#AksiSehatCeria – Pola Hidup Sehat Membentuk Keluarga Ceria

Kehidupan seorang akan berubah setelah menikah, apalagi setelah memiliki anak. Hal itu mau tidak mau harus saya amini kebenarannya. Berbagai aspek kehidupan memang menjadi berubah, termasuk mimpi dan harapan pun berubah. Salah satu harapan saya setelah memiliki anak adalah terus bisa sehat bersama keluarga dan bisa mendampingi dan melihat anak pada setiap momen-momen penting hidupnya.

Berumur panjang dan sehat selalu bersama keluarga tentu tak bisa dilakukan dengan sekejap. Kesehatan adalah sesuatu yang penting dan mahal harganya. Ya, sekalinya sakit, ada harga yang harus dibayar entah itu berupa uang untuk berobat atau waktu yang hilang dan sulit tergantikan.

Membentuk keluarga sehat tentu tak bisa seorang diri. Walaupun, memang biasanya sebagai istri dan ibu, saya lah yang bertugas mengatur dan memastikan agar kesehatan anggota keluarga tetap terjaga. Perlu ada kerja sama antara setiap anggota keluarga, khususnya saya dan suami agar bisa hidup lebih sehat lagi.

Lalu, bagaimana cara pola hidup sehat dalam keluarga? Berikut hal-hal yang coba kami lakukan sehari-hari.

Makan Teratur dengan Sajian Sehat dan Seimbang

Manusia butuh makan? Ya jelaslah. Makan bukan sekedar menghilangkan rasa lapar saja. Manusia butuh energi untuk beraktifitas dan energi tersebut bisa didapatkan dari makanan.

Membentuk pola makan yang teratur adalah sesuatu yang penting. Melewatkan sarapan buat kami adalah hal yang dihindari. Untuk memulai aktifitas, sangat penting untuk mendapatkan energi dari sarapan di pagi hari. Begitu pula dengan makan siang dan makan malam. Dengan pola makan teratur, metabolisme tubuh pun ikut bekerja dengan baik.

Namun, makan teratur saja tak cukup. Perlu makanan yang sehat dan memiliki kandungan gizi yang seimbang agar kita mendapatkan gizi yang cukup. Makanan yang sehat dan bergizi seimbang harus adalah makanan yang terdiri dari zat penting untuk tubuh seperti karbohidrat, protein, serat (dari sayuran), dan vitamin (dari buah-buahan). Telah disusun pedoman gizi seimbang Indonesia yang tampak seperti pada tumpeng berikut.

Makan teratur dengan makanan sehat dan gizi seimbang, tentu akan memberikan nutrisi yang baik bagi tubuh serta tepat sesuai dengan waktunya.

Minum Air Putih Sesuai Anjuran

Selain rasa lapar ketika kekurangan makanan dan asupan energi, tubuh manusia juga memiki alarm ketika kadar cairan dalam tubuh mulai berkurang. Alarm itu adalah rasa haus.

Lalu, apa yang dilakukan ketika rasa haus melanda? Minum adalah jawabannya. Sebenarnya, minum tak harus saat haus saja. Kita bisa merutinkan minum dalam kehidupan sehari-hari. Namun, alangkah baiknya kalau yang diminum adalah air putih karena air putih bebas kalori dan gula sehingga sudah pasti lebih sehat.

Kita sering mendengar anjuran bahwa minum air minimal 2 liter atau 8 gelas per hari. Namun, itu tak sepenuhnya berlaku bagi semua anggota keluarga. Bagi anak usia 1-3 tahun, rekomendasi konsumsi air putih adalah 900ml per hari. Konsumsi air putih sebenarnya tak mutlak harus 8 gelas untuk orang dewasa, saya dan suami pun konsumsinya bisa berbeda mempertimbangkan aktivitas, lingkungan (khususnya tempat kerja), serta kondisi tubuh (sedang sakit, hamil, atau menyusui).

Mengonsumsi air putih secara rutin bukan hanya membantu menjaga kadar cairan tubuh dan mencegah dehidrasi, tapi juga memberikan energi, menjaga kesegaran kulit, serta membantu proses metabolisme dan proses pembuangan sisa-sisa makanan.

Istirahat yang cukup

Istirahat penting bagi tubuh. Dengan istirahat kita bisa mengembalikan kondisi badan menjadi fit kembali. Tubuhpun menjadi lebih segar dan bugar setelah beristirahat.

Salah satu bentuk istirahat yang paling efektif adalah tidur. Sama seperti minum air putih, kita sering mendengar anjuran untuk tidur 7 – 8 jam per hari. Namun, rekomendasi tersebut diperuntukkan untuk orang dewasa. Untuk anak bayi atau balita, lama tidur direkomendasikan sebanyak 16 – 18 jam.

Tidur memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Kita bisa terhindar dari masalah kesehatan ketika kebutuhan tidur tercukupi. Sistem imunitas pun lebih handal ketika waktu tidur tercukupi. Semakin cukupnya kuantitas dan kualitas tidur kita, tentunya bisa memberikan efek positif bagi tubuh.


Selain kebiasaan baik yang dilakukan sehari-hari seperti 3 hal diatas, pola hidup sehat juga bisa didukung dengan rutinitas lain yang menunjang seperti olah raga dan donor darah. Saya dan suami tidak memaksakan diri untuk setiap hari berolahraga, toh kami bukan atlet. Namun, kami sadar pola hidup sehat harus ditunjang dengan perilaku sehat juga seperti olahraga. Jadi, paling tidak 2 kali seminggu kami gunakan waktu untuk berolahraga, yaitu jogging dan berenang. Sementara itu, anak sedang senang-senangnya bermain sepeda.

Berolahraga itu penting untuk membuat tubuh lebih bugar sekaligus membakar lemak berlebih pada tubuh. Melakukan olahraga rutin sebenarnya juga usaha kami sebagai orang tua untuk menularkan kebiasaan baik kepada anak. Ya, olahraga bagi anak juga punya banyak manfaat, seperti meningkatkan kecerdasan, ajang bersosialisasi, dan melatih ketekunan.

Kebiasaan baik lainnya yang juga bisa menjadi bagian pola hidup sehat adalah donor darah. Tak hanya menyehatkan, donor darah tentunya menjadi kesempatan kita untuk berbagi kepada orang lain. Tentu saja hal ini bisa menjadi contoh dan ajaran yang baik untuk anak agar berlatih berbagi. Manfaat donor darah lainnya adalah meningkatkan produksi sel darah merah, membantu menurunkan berat badan, memelihara kesehatan jantung, merawat organ hati, dll.

Donor darah, membentuk kebiasaan sehat sekaligus berbagi

Membentuk pola hidup sehat dalam keluarga sebenarnya tak terlalu sulit. Perlu niat dan komitmen untuk hidup sehat. Harapan dan keinginan untuk hidup lebih lama bersama keluarga bisa menjadi reminder untuk selalu disiplin pada perilaku hidup sehat.

Beruntungnya, era sekarang pola hidup sehat sudah ditunjang dengan banyak pula informasi dan tips kesehatan yang bisa didapat dari situs terpecaya seperti DokterSehat. Ada banyak kegiatan menarik yang dilaksanakan oleh DokterSehat, salah satunya #AksiSehatCeria. Informasi kesehatan dari DokterSehat bisa juga didapat dari

Menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga tak hanya untuk kebahagiaan sesaat, namun juga untuk memenuhi harapan di masa depan. Saya percaya bahwa keceriaan keluarga bisa muncul karena tubuh yang sehat.

Kalau kamu, apa yang dilakukan dalam membentuk pola hidup sehat?

Berbagi Kebaikan Untuk Negeri dengan Imunisasi

Suatu pagi saya dikejutkan oleh pertanyaan seorang di grup whatsapp.

Buibu, kenapa sih kita harus imunisasi anak?

Pertanyaan ini cukup mengejutkan mengingat di grup whatsapp kami (yang punya anak-anak lahir di bulan Juni 2016) adalah ibu-ibu yang mendukung imunisasi.  Tak jarang kami berbagi informasi imunisasi apa yang harus diberikan ketika anak usia 6 bulan, 9 bulan, 1 tahun, dll.

Aku udah imunisasi MR untuk anak. Tapi temenku nanya, untuk apa kita imunisasi sementara banyak anak lain yang engga diimunisasi.

Ah, begitu rupanya, batin saya. Saya pun jadi penasaran sendiri. Karena kalau saya ditanya seperti itu mungkin belum bisa menjawab secara benar. Pertanyaan teman tersebut menyadarkan saya bahwa pengetahuan saya tentang imunisasi masih kurang. Saya memilih imunisasi untuk anak karena percaya hal itu baik untuk tubuhnya, mengurangi risiko tertularnya penyakit tertentu.


Memahami lagi apa itu imunisasi….

Imunisasi adalah sebuah cara untuk melakukan pencegahan penyakit menular dengan memberikan vaksin untuk memberikan kekebalan kepada tubuh sehingga tubuh lebih tahan terhadap penyakit yang berbahaya atau sedang mewabah. Vaksin sendiri adalah jenis bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan atau dinonaktifkan dan berguna untuk merangsang sistem imun serta membentuk antibodi di dalam tubuh.

imunisasi – sumber : pixabay.com

Setelah antibodi terbentuk pasca imunisasi, ia bisa melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus di masa yang akan datang. Ibaratnya, kita membangun tentara perlindungan dalam tubuh melalui imunisasi. Proses imunisasi atau pemberian vaksin bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti dimasukkan / diteteskan ke dalam mulut atau disuntikkan ke dalam tubuh.

Imunisasi Rutin Lengkap

Konsep imunisasi yang diterapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah imunisasi rutin lengkap, yang terdiri dari imunisasi dasar dan lanjutan. Imunisasi dasar saja tidak cukup, sehingga diperlukan imunisasi lanjutan untuk mempertahankan tingkat kekebalan yang optimal.

Imunisasi baik dilakukan sejak anak baru lahir namun pemberian imunisasi disesuaikan dengan usia anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) biasanya akan merekomendasikan jadwal imunisasi untuk anak usia 0-18 tahun. Pada jadwal tersebut, kita bisa melihat per jenis vaksin baiknya diberikan pada usia berapa.

Untuk imunisasi dasar lengkap di bawah 1 tahun terdiri dari

  • Hepatitis B (HB), untuk mencegah Hepatitis B dan kerusakan hati. Diberikan pada saat bayi baru lahir (dengan diawali pemberian vitamin K), lalu dilanjutkan pada usia 2, 3, dan 4 bulan.
  • Bacillus Calmette-Guérin (BCG), untuk mencegah penyakit Tuberculosis (TBC). Diberikan 1 kali dan dianjurkan sebelum usia 3 bulan, optimal usia 2 bulan.
  • DPT, untuk mencegah penyakit difteri, pertussis / batuk rejan, dan tetanus. Diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan bersamaan dengan HB, Polio, dan HIB.
  • Polio, untuk mencegah penyakit polio. Biasanya diberikan saat anak akan pulang dari klinik/rumah sakit setelah dilahirkan, lalu dilanjutkan pada usia 2, 3, dan 4 bulan (bersamaan dengan HB, DPT, dan HIB).
  • Hib, untuk mencegah penyakit radang selaput otak (meningitis), pneumonia, dan radang saluran pendengaran / telinga. Diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan bersamaan dengan Vaksin HB, Polio, dan DPT.
  • Campak & MR, untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Diberikan saat anak berusia 9 bulan.

Selain imunisasi dasar wajib di atas, terdapat pula imunisasi yang sifatnya anjuran seperti influenza, pneumokokus, human papillomavirus (HPV), varicella (cacar air), dan hepatitis A.

Siapa yang harus diimunisasi?

Imunisasi baiknya dilakukan setelah bayi baru lahir. Bayi baru lahir umumnya memiliki antibodi dari ibu yang diterima saat masih di dalam kandungan, namun antibodi ini hanya bertahan beberapa minggu atau bulan.

Sementara itu, saat dewasa pun kita sebaiknya melakukan imunisasi mengingat manfaat imunisasi adalah untuk melindungi diri dari berbagai penyakit dan bisa juga melindungi lingkungan.

Harus diakui, kesadaran orang dewasa untuk imunisasi masih rendah. Orang dewasa yang akan umroh tentu ingat bahwa harus vaksin meningitis terlebih dahulu sebelum berangkat.

Sebagai orang dewasa, kita harus pro-aktif untuk menyadari bahwa imunisasi perlu. Tak ada salahnya jika bertanya kepada dokter ataupun tenaga kesehatan lainnya. Tentunya, saya berharap bahwa informasi imunisasi orang dewasa juga semakin banyak dan dimudahkan, tak harus di rumah sakit tapi juga bisa di Puskesmas.

Imunisasi itu….gampang!

Lah, iya kok, imunisasi itu gampang banget dilakukan, apalagi untuk anak. Kita tinggal datang ke Posyandu, Dokter, Bidan Praktek, Puskesmas atau rumah sakit untuk melakukan imunisasi. Kini malah ada klinik-klinik kesehatan yang fokus melayani imunisasi atau vaksinasi. Namun, saya sendiri biasanya mendatangi puskesmas atau rumah sakit.

Kalau di Puskesmas, biasanya ada jadwal dan ruangan khusus untuk imunisasi. Namun, biasanya imunisasi di Puskesmas hanya ada vaksin dasar saja. Enaknya imunisasi di Puskesmas adalah tidak ada biaya tambahan (seperti jasa dokter) dan lebih terjamin karena vaksinnya berasal dari pemerintah.

Sementara itu, kalau di rumah sakit dan klinik vaksinasi, vaksin yang tersedia bisa lebih lengkap. Namun, tentunya ada biaya tambahan seperti jasa dokter.

Imunisasi bisa juga dilakukan di sekolah-sekolah. Biasanya dilakukan saat ada kampanye imunisasi tertentu seperti Imunisasi MR pada saat ini.

Imunisasi, untuk kita dan untuk lingkungan

Imunisasi, jelas akan bermanfaat bagi tubuh yang mendapatkan vaksin sehingga memiliki sistem imunitas yang lebih baik. Tak banyak yang mengetahui bahwa imunisasi bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Perlindungan imunisasi bisa menciptakan herd immunity di sebuah populasi sehingga bisa mencegah terjadinya wabah penyakit bahkan mampu mengurangi kematian.

Herd immunity adalah suatu bentuk kekebalan yang tercipta karena sebagian besar populasi telah diimunisasi sehingga bisa memberikan perlindungan bagi setiap individu lain yang belum diimunisasi atau tidak memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit. Bisa dianalogikan gini, setelah diimunisasi, kita pakai paying besar sekali, lalu hujan turun (analoginya penyakit), nah orang lain bisa menumpang pada payung kita. Tapi, tentu saja semua ada batasannya, kalau hujannya begitu deras, yang menumpang banyak, payungnya hanya satu, ya bisa aja kena hujan semua termasuk yang punya payung.

Sekretaris Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim B Yanuarso Sp. A(K), menyatakan bahwa kekebalan komunitas terjadi jika cakupan imunisasi > 80%. Sementara itu, bila cakupan imunisasi < 60%, maka peluang terjadinya kejadian luar biasa (KLB) munculnya PD3I (Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi) menjadi besar.

Layaknya kita ingin membuat lingkungan bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan, ya ada baiknya inisiatif baik kita ditularkan kepada yang lainnya. Begitu pula imunisasi, kita ingin menjadi payung bagi lingkungan, tentu baiknya tetangga, saudara atau teman dekat kita juga ikut serta menjadi payung bagi lingkungannya sehingga payung semakin banyak dan wabah penyakit pun bisa dicegah karena lingkungan telah terlindungi.


Nah, ternyata imunisasi itu gak cuma bermanfaat untuk kita pribadi loh, tapi juga untuk lingkungan. Bayangin deh, kalau semakin banyak anak maupun orang dewasa yang diimunisasi, Indonesia bisa lebih sehat berkat perlindungan imunisasi.

Kalo saya sih, siap bikin Indonesia sehat dengan perlindungan imunisasi. Kalau kamu?

Tetap Asyik Konsumsi Susu Kental Manis

Sekitar awal Juli lalu, whatsapp grup yang aku ikuti banyak membahas tentang Susu Kental Manis (SKM) yang katanya gak mengandung susu. Apalagi di sosial media seperti Twitter, hal itu dibuat becandaan kayak susu kental manis ga ada susunya seperti janjimu kepadaku : PALSU!

Waktu awal-awal jadi ibu, aku pernah ikut kelas untuk belajar tentang menyusui dan pentingnya ASI, pembicaranya saat itu sempat menceritakan sekilas tentang bahaya susu kental manis untuk anak.  Susu kental manis banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia mengingat harganya yang relatif lebih murah dibanding susu bubuk. Padahal, kandungan gula di susu kental manis cukup tinggi. Mengonsumsi gula secara berlebihan tentu tak baik untuk tubuh. Diabetes, obesitas, atau gigi yang rusak bisa menjadi dampak buruk susu kental manis bagi tubuh, jika dikonsumsi secara berlebihan.

Penggunaan susu kental manis yang dianjurkan adalah mencampurnya dengan bahan makanan lain, bukan dikonsumsi dengan melarutkan ke air lalu diminum layaknya mencampurkan susu bubuk ke dalam air. Jadi memang selama ini ada iklan-iklan yang menunjukkan hal tersebut sehingga ditegur dan keluarlah edaran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang ditanggapi cukup heboh oleh netizen.

Jadi, susu kental manis itu masih boleh kok dikonsumsi. Berikut ini beberapa cara mengolah susu kental manis agar tetap asyik dikonsumsi:

  1. Dijadikan campuran untuk kue

Susu kental manis disarankan untuk dicampur dengan bahan makanan lain. Salah satu proses yang sering terjadi dalam pencampuran ini adalah dalam masakan kue atau cake.

Beberapa jenis kue dan cake yang bisa dibuat dengan campuran susu kental manis antara lain adalah cotton cake, egg tart, cookies, sarikaya dan banyak lagi.

Cheese cake – sumber : pixabay

Manfaat susu kental manis lainnya dalam baking atau memasak kue atau cake adalah bisa terjaganya emulsi margarin agar tetap utuh meski dilelehkan.

  1. Dicampur sebagai topping

Campuran buah yang tak terlalu manis seperti alpukat dengan susu kental manis rasanya enak sekali. Namun terkadang kita terlalu banyak menggunakan susu kental manis bahkan ditambah gula juga. Ini yang jelas kurang baik.

Lalu, campuran buah dengan susu kental manis yang asyik bagaimana? Jadikan saja susu kental manis sebagai topping es buah, es campur, atau salad buah. Untuk salad buah, susu kental manis dapat dicampur dengan keju jadi rasa manis sedikit berkurang.

Minuman yang agak pahit seperti olahan kopi juga pas bila diberikan topping susu kental manis.

  1. Topping untuk martabak

Ini sebenarnya sudah umum. Bagi penyuka martabak manis konvensional alias isinya keju, coklat, kacang, atau jagung, tentu mengetahui kalau ada campuran susu kental  manis dalam isian martabaknya.

Susu kental manis di martabak akan mengurangi rasa asin martabak yang diperoleh dari lelehan butter dalam adonan.

Selain martabak, kue-kue basah yang cenderung asin juga cocok menggunakan susu kental manis.

Yang disarankan untuk dihindari adalah mengonsumsi susu kental manis secara langsung atau menyeduhnya dengan air lalu meminumnya. Tapi, susu kental manis tetap boleh dikonsumsi selama dicampurkan dengan bahan makanan lain dan jumlahnya tidak berlebihan.

Prive Uri-Cran, Senjata Rahasia Hidup Nyaman Bebas Anyang-Anyangan

Adakalanya, kekhawatiran berlebihan membawa kita pada penyiksaan diam-diam.

Ceilaaah, Inun, Inun, mau ngomong apa sih sampai ada penyiksaan diam-diamnya segala.

 

Nyantai di Toilet – source : Pixabay

Aku mau berbagi cerita dulu deh. Entah mulai dari kapan, aku sendiri lupa. Tapi sering kali aku ngerasa punya kekhawatiran saat harus ke toilet umum. Seperti yang diketahui, toilet umum itu kan dimasuki dan dipakai oleh banyak orang. Kadang ada orang yang apik dan bersih, memakai toilet umum dengan wajar atau dibersihkan secara berkala seperti toilet umum di kantor, restoran, mall, atau rumah sakit. Tapi bisa jadi kita menemukan toilet umum yang jorok, kotor, gak dibersihkan secara berkala, atau orang yang meninggalkan ‘sisa-sisa’ di toilet tanpa membersihkannya. Uh, bete sebel banget saya kalau nemu yang beginian. Soalnya aku pasti langsung ngerasa eneg dan mual gitu. Terus berujung memutuskan gak jadi ke toilet dan menahan pipis.

 

Menahan pipis saat perjalanan jauh beberapa kali pernah aku lakukan, apalagi ketika perjalanan darat dengan kendaraan umum seperti bis atau travel. Pernah rasanya aku harus menahan pipis saat perjalanan dari Ciamis menuju Bandung. Gak minum dalam perjalanan kan susah banget. Apalagi kalau travelnya ACnya dingin banget, trus biar kulit gak kering-kering banget kan aku terus minum. Agak susah emang kalau pakai travel dalam perjalanan gini, biasanya sopir sudah punya tempat-tempat langganan dia sendiri untuk berhenti sejenak. Kalau cocok dan ngerasa sreg kita bisa turun, kalau ngga? Ya terpaksa nahan pipis.

Begitu sampai di rumah keesokan harinya, aku kok ngerasa pipis-pipis terus tapi sedikit-sedikit gitu. Cerita ke ibu, beliau bilang aku kena anyang-anyangan dan disuruh minum banyak-banyak sama ibu. Beruntung, gak terlalu lama, setelah itu, rasanya frekuensi dan volume pipis yang kukeluarkan normal lagi. Cukup deh urusan terlalu khawatir sama toilet umum, ujung-ujungnya aku tersiksa sendiri dengan bolak balik ke kamar mandi untuk pipis tapi rasanya gak maksimal gara-gara si anyang-anyangan. Anyang-anyangan ini, menyiksaku…u….u….

Sekarang sih kalau untuk perjalanan darat, aku akan lebih memilih menggunakan transportasi kereta dibanding bis atau travel. Selain karena lebih cepat dan bebas macet, di kereta juga ada toiletnya dan dibersihkan secara berkala. Aku pun gak terlalu khawatir lagi dan gak harus menahan pipis karena kekhawatiranku sendiri.

Kebelet Pipis – Sumber : Pixabay

Sayangnya di Sumatera gak ada kereta dari semua kota. Hahaha. Ketika diajak mudik ke Padang via jalur darat oleh suami lebaran lalu, aku was-was banget dan khawatir lagi. Duh, jangan sampai harus nahan pipis karena gak nemu toilet yang oke, terus aku anyang-anyangan lagi. Kekhawatiranku pun lumayan berkurang karena sepanjang perjalanan banyak juga SPBU yang toiletnya bersih-bersih. Kalaupun aku ingin pipis, biasanya suami kusuruh duluan dan ngecek, airnya oke ga? toiletnya kira-kira bersih ga? Kalau yang untuk laki-laki bersih, biasanya yang perempuan juga dijaga kebersihannya. Ketika gak sreg pun, aku bisa minta suami melipir dulu ke masjid hehehe. Alhamdulillah, urusan buang air kecil lancar saat mudik melewati jalur Lintas Timur Sumatera. Aku pun bebas anyang-anyangan saat itu.

Beberapa waktu lalu, suami mengajakku ke kota Lahat. Kota Lahat ini sekitar 8 jam dari Palembang dan bukan melewati jalur Lintas Timur Sumatera seperti yang pernah kulalui. Kami akan melewati jalur Lintas Tengah Sumatera. Wah, jalur baru lagi dan belum aku kenal. Kekhawatiranku akan ada atau tidaknya SPBU dan toilet yang oke di perjalanan pun muncul lagi. Selain toilet yang kotor, aku punya kekhawatiran akan kran air toilet yang tidak mengalir. Kalau tidak ada air yang mengalir, artinya harus menggunakan air yang ada di bak atau ember yang gak tau udah berapa lama, gak tau juga bersih apa ngga. Parno banget deh aku.

Kekhawatiranku urusan toilet ini rasanya cukup beralasan. Selain kalau toilet kotor jadinya bikin gak nyaman untuk buang air kecil, memilih menahan pipism, dan berujung anyang-anyangan. Air yang kurang bersih pun bisa menjadikan bakteri masuk ke saluran kemih kita dan bisa bikin penyakit. Kalau keduanya dikombinasikan? Wah akan ada penyiksaan yang dialami tubuh deh.

Pake popok aja sih kalau emang khawatir! Oops, itu bukan solusi rasanya untuk kekhawatiranku ini. Bersihin toiletnya dulu? Ya biasa sih siram-siram aja biar ga bau, jadi rasa mual pun hilang. Kalau airnya kotor ya pakai air mineral dalam kemasan yang biasanya juga memang selalu kusediakan dalam mobil untuk mengantisipasi kalau air di toilet kotor.

Walaupun begitu, sebenarnya aku sudah punya rahasia untuk menghindari anyang-anyangan jika terpaksa harus menahan pipis dalam perjalanan. Sebelum melakukan perjalanan ke Lahat dari Palembang, aku minum Prive Uri-Cran terlebih dahulu. Apa itu? Sini aku jelasin, mulai dari anyang-anyangan ya biar lebih jelas gitu…


Apa itu Anyang-Anyangan?

Anyang-anyangan adalah kondisi ketika hasrat buang air kecil/pipis muncul secara terus menerus. Terkadang volume air seni yang dikeluarkan tak sebanyak biasanya namun frekuensinya menjadi lebih sering dibanding biasanya.

 

Kenapa bisa Anyang-Anyangan?

Anyang-anyangan bisa terjadi karena ada iritasi, rangsangan, tekanan, atau infeksi pada kandung kemih. Sebab umum terjadinya anyang-anyangan adalah menahan keinginan buang air kecil atau kurang minum air. Namun, anyang-anyangan juga bisa terjadi karena kurang menjaga kebersihan, alergi, hamil, menopouse, diabetes, kekurangan hormon estrogen, infeksi bakteri Chlamydia, salah posisi membasuh/cebok, dan banyak sebab lainnya. Berbagai hal ini biasanya membuat bakteri e.Coli menempel pada saluran kemih, yang bukan posisi bakteri e.Coli seharusnya berada.

 

Siapa yang sering kena Anyang-Anyangan?

Anyang-anyangan bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Usia muda maupun tua. Namun, pada umumnya wanita lebih sering terkena anyang-anyangan. Secara statistik, 5 dari 10 wanita pernah mengalami infeksi saluran kemih dengan gelaja awal anyang-anyangan. Faktor anatomi saluran kemih wanita yang berbeda dari pria membuat wanita lebih dominan mengalami anyang-anyangan. Hal ini karena kuman dan bakteri sangat mudah menjalar dari sumber infeksi (vagina atau dubur), yang biasanya terjadi karena hubungan seksual.

 

Anyang-anyangan APAKAH BERBAHAYA?

Anyang-anyangan bisa menjadi berbahaya jika disertai rasa nyeri saat pipis. Anyang-anyangan dengan rasa nyeri bisa menjadi gejala awal Infeksi Saluran Kemih (ISK). Kalau sudah terkena ISK, bisa jadi tubuh juga menjadi demam dan rasanya itu gak enak banget. Aku pun pernah mengalami hal ini dan sumpah ya, cukup sekali ku tak mau mengulang lagi. Kapok!

 

Eh, coba ceritain dulu tentang ISK…

Demam Akibat ISK – Sumber : Pixabay

Saat terkena ISK sekitar 5 tahun lalu, saya segera ke dokter karena tak tahan dengan demam dan nyeri saat pipis. Air seni pun keruh, rasanya tak sebening biasanya. Ketika dokter meminta cek laboratorium, ketahuan lah kalau air seni saya banyak mengandung kuman dan bakteri, makanya saya terkena ISK. Dokter pun memberikan antibiotik dan akhirnya setelah sehari demam dan nyeri saat pipis pun mulai berkurang dan perlahan hilang.

 

Artinya, obatnya hanya antibiotik?

Bisa jadi tidak. Mungkin karena saat itu demam dan nyeri saat pipis tak kunjung turun. Biasanya, ISK diawali dengan gejala anyang-anyangan.

Obat-obatan agar ISK sembuh – sumber : Pixabay

Nah, anyang-anyangan ini sebenarnya bisa diobati dan bisa pula dicegah. Beberapa cara untuk mencegah anyang-anyangan antara lain :

  • Membersihkan area toilet apabila buang air di toilet umum dan membasuh kemaluan dengan air yang mengalir (bukan air yang sudah terisi dalam ember).
  • Setelah selesai buang air, basuh kemaluan dari depan ke belakang untuk mengurangi penyebaran bakteri dari anus ke vagina dan saluran kencing dan menjaga agar area kemaluan selalu kering.
  • Mengonsumsi air mineral dengan cukup dan menghindari minuman yang berisiko menimbulkan iritasi pada kantung kemih seperti minuman berkafein dan minuman beralkohol. Hal ini menjadi salah satu cara untuk mengatasi susah buang air kecil karena banyak supply cairan masuk ke dalam tubuh dan memicu tubuh untuk mengeluarkannya
  • Membersihkan area kemaluan sebelum dan sesudah berhubungan seksual.
  • Menghindari pemakaian produk kewanitaan yang bisa memacu alergi seperti sabun area kewanitaan
  • Menghindari menahan buang air kecil karena sebentar saja menahan buang air kecil bisa berefek anyang-anyangan.
  • Tidak buang air kecil sembarangan karena tentu saja tidak terbilas dengan baik.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung anti oksidan, banyak serat, dan dapat mencegah Infeksi Saluran Kemih, seperti buah cranberry.

Sementara itu kalau sudah merasa anyang-anyangan ada baiknya untuk segera mengonsumsi Prive Uri-Cran.

 

Apa itu Prive Uri-Cran?

Prive Uri-Cran adalah ekstrak cranberry yang mampu menyembuhkan dan mengatasi rasa sakit yang ditimbulkan oleh anyang-anyangan. Cranberry (Vaccinium oxycoccos) yang termasuk golongan tanaman jenis berry. Buah yang banyak ditemui di bagian utara Amerika dan Kanada ini, sejak zaman nenek moyang suku Indian kuno, sudah dipercaya sebagai tanaman obat. Akhir-akhir ini cranberry semakin populer karena khasiatnya untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah seriawan, dan sebagai antioksidan.

Cranberry – Sumber : Pixabay

Cranberry yang umumnya berwarna merah tua, memiliki kadar vitamin C yang tinggi, kaya serat makanan, mineral, flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin, quercetin, memiliki senyawa fitokimia (salah satu sumber anti oksidan polifenol), dan antioksidan proanthocyanidins yang mampu mencegah pertumbuhan bakteri penyebab infeksi saluran kemih. Antioksidan proanthocyanidins memiliki sifat anti-adhesi dengan menangkap bakteri e.Coli, sehingga bakteri tidak akan menempel pada saluran kemih dan mencegah bakteri menularkan infeksi.

Kandungan alami cranberry pada Prive Uri-Cran membuatnya efektif untuk mencegah maupun mengobati anyang-anyangan.

 

Bagaimana bentuk Prive Uri-Cran?

 

Produk Prive Uri-Cran terdiri dari 2 (dua) varian yaitu :

  • Prive Uri-Cran, yaitu kapsul dengan isi per box 30 kapsul yang mengandung 250 mg Ekstrak Cranberry. Harga jual Prive Uri-Cran adalah Rp 114.000,- . Dosis pemakaiannya 1-2 kapsul per hari.
  • Prive Uri-Cran Plus, yaitu powder sachet dengan isi per box 15 sachet yang mengandung 375 mg Ekstrak Cranberry dan komposisi tambahan lainnya. Harga jual Prive Uri-Cran Plus adalah Rp 88.500,- . Dosis pemakaiannya 1-2 sachet per hari.

 

Di mana Prive Uri-Cran bisa dibeli?

Prive Uri-Cran bisa dibeli langsung di apotik seperti Guardian atau bisa juga dibeli online melalui link berikut ini .

 

Kapan Prive Uri-Cran dikonsumsi?

Walaupun Prive Uri-Cran bisa dikonsumsi saat kita mengalami anyang-anyangan. Pepatah mengatakan, lebih baik mencegah daripada mengobati. Prive Uri-Cran bisa dikonsumsi setiap hari sesuai dosis yang dianjurkan sebagai suplemen untuk mencegah anyang-anyangan.

Kenapa memilih Prive Uri-Cran?

 

Setidaknya, hal-hal berikut menjadi alasanku memilih Prive Uri-cran, yaitu :

  • Kandungan Prive Uri-cran berasal dari bahan-bahan alami sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan saya maupun anak saya (karena saya kondisi menyusui).
  • Rasanya segar dan campuran rasa asam dan manis Cranberry membuatnya semakin enak. Cara membuatnya pun mudah dan akan lebih nikmat jika diminum dengan air dingin.

  • Prive Uri-cran aman dikonsumsi karena merupakan suplemen makanan yang bermanfaat untuk mengatasi anyang-anyangan serta menjaga kondisi tubuh karena kandungan yang alami dan berkhasiat dari ekstrak Cranberry yang di dalamnya mengandung Proantocyanidin untuk mencegah dan menangkap bakteri yang menempel pada saluran kemih, dan membuangnya bersama urin.
  • Prive Uri-Cran harganya terjangkau dan merupakan salah satu produk dari perusahaan farmasi besar, Combiphar. Mencari buah cranberry cukup sulit di Indonesia dan tentu saja harganya relatif mahal. Prive Uri-Cran yang memiliki ekstrak cranberry lebih praktis, mudah didapatkan, serta harganya pun terjangkau.

Aku sendiri selalu sedia Prive Uri-Cran baik yang kapsul maupun yang sachet di rumah. Mengingat kadang aku suka parno kalau harus ke kamar mandi umum dan juga kadang kalau keasyikan mengerjakan sesuatu suka males gerak ke kamar mandi untuk buang air kecil, maka aku selalu konsumsi Prive Uri-Cran setiap hari.

Kalau ditanya suka yang mana? Aku akan lebih memilih yang sachet. Iya, mudah banget dibuatnya. Cukup mencampurkan 1 sachet Prive Uri-Cran Plus dengan 150 ml air mineral maka akan jadi minuman yang memiliki rasa asam dan manis menyegarkan. Campuran Prive Uri-Cran lebih nikmat jika diminum dengan air mineral yang dingin. Daripada minum minuman lain yang kandungan gulanya tinggi dan malah bikin penyakit, mending minum Prive Uri-Cran deh. Seger dan menyehatkan terus mencegah penyakit pula.

Sebagai wanita yang sering berisiko terkena anyang-anyangan dibanding pria, mencegah akan lebih baik dari pada mengobati. Selalu menjaga kebersihan merupakan hal yang wajib dilakukan. Tak lupa konsumsi Prive Uri-Cran sebagai solusi alami untuk mencegah anyang-anyangan. Hidup nyaman tak perlu khawatir berlebihan akan serangan anyang-anyangan bersama Prive Uri-Cran.