Ngikutin Anak Seru-Seruan Membuat Pizza di Pizza Maker Junior Pizza Hut

Setelah vakum sekian lama dari seru-seruan playdate bareng Komunitas Playdate Palembang, akhirnya pada tanggal 28 Oktober 2018 lalu, aktifitas playdate diadakan lagi. Kali ini aktifitas playdate yang bekerja sama dengan Pizza Hut melalui program Pizza Maker Junior. Pizza Maker Junior adalah paket kegiatan belajar membuat pizza yang diikuti oleh aktivitas seru lainnya. Usia maksimal untuk mengikuti Pizza Maker Junior adalah 12 tahun.

Pizza Maker Junior memang aktivitas yang saya incar untuk diikuti oleh Mahira. Kebayang dong, serunya masak pizza langsung di dapur restoran pizza langganan. Ya, kalau di rumah aja kan biasa Cuma modal happycall. Ada oven juga, entah kenapa males dipakai….huuuuuuuuuuu…..

Balik lagi ke cerita Pizza Maker Junior ya. Jadi untuk mengikuti kegiatan ini biasanya gak bisa sendirian, jadi harus berkelompok. Nah, untung aja ada komunitas, kalau engga, mungkin aku bingung gimana Mahira mau ikutan di usia sekarang.

Ada dua paket program Pizza Maker Junior, yaitu PMJ Basic dan PMJ+. Bedanya apa? Untuk PMJ Basic dikenai biaya Rp 40.000,- per anak dan akan mendapatkan Personal Pan Pizza Meat Lovers, Lipton Ice Tea, serta Merchandise. Sementara PMJ+ dikenakan biaya Rp 52.000,- per anak dengan tambahan adanya Mix4Fun takeaway cup (itu loh, es krim di Pizza Hut yang bisa milih topping sesuka hati anak). Kemarin, Mahira ikutan yang PMJ Basic aja.

Untuk melakukan kegiatan PMJ, biasanya kita perlu berkordinasi langsung dengan lokasi Pizza Hut yang diinginkan. Tujuannya adalah untuk mengonfirmasi jumlah peserta dan waktu kegiatan. Tim Pizza Hut akan memberikan gambaran teknis untuk pelaksanaan acara.

Pizza Maker Junior di Palembang Icon

Untuk kegiatan Playdate Palembang – Pizza Maker Junior, dilakukan di dua titik yaitu Pizza Hut Palembang Indah Mall (PIM) dan Palembang Icon (PI). Kegiatan PMJ dilakukan sejak pukul 09.00 pagi hingga 10.00 atau 11.00. Tentunya pengaturan waktu seperti ini diperlukan agar kegiatan tidak menganggu pengunjung Pizza Hut lainnya. Karena kegiatan dilakuan sebelum pintu mall dibuka tentu ada teknis khusus untuk memasuki mall yang belum buka atau sedang siap-siap.

Jika mengikuti PMJ di Palembang Indah Mall, kita harus masuk melalui lantai paling dasar terlebih dahulu (dekat Hypermart) lalu naik satu lantai ke area Pizza Hut. Sementara itu, jika mengikuti PMJ di Palembang Icon, kita bisa langsung memberi tahu petugas dan masuk dari pintu dekat Starbucks. Namanya mall belum beroperasi penuh, harus disiapkan juga kipas angin mini, karena AC mall belum menyala. Anak gerah dan berakhir rewel, males kan?

Saat ikut PMJ lalu, rombongan kami berjumlah 50 anak. Kebayang ga ribetnya? Sebagai panitia lumayan sih. Jadi, tim Playdate Palembang sudah lebih dulu membagi anak ke sejumlah kelompok dengan mempertimbangkan usia anak dan jumlah pendamping. Oh iya, jadi pendamping dewasa yang boleh masuk hanya 2 orang, sementara itu anak yang usianya < 3 tahun juga wajib didampingi.

Setelah peserta berkumpul, tim Playdate Palembang mulai membagikan goodie bag dari Pizza Hut yang berisi topi, celemek, dan buku mewarnai. Opening dilakukan oleh tim dari Playdate Palembang dan tim Pizza Hut Palembang Icon. Anak-anak pun diminta untuk mewarnai terlebih dahulu sembari menunggu giliran. Nantinya, memang ada pemenang untuk kegiatan mewarnai per usia kelompok.

Setelah beberapa kelompok masuk untuk memasak, tibalah giliran kelompok Mahira untuk ke dapur.

Sebelum memasak anak-anak akan diminta mencuci tangan terlebih dahulu. Ada yang unik dari wastafel di dapur Pizza Hut. Kerannya tidak berada di atas melainkan di bawah wastafel. Jadi, bagi anak yang sudah cukup besar atau aku yang menemani anak, kita bisa menempelkan dengkul/lutut di dekat wastafel agar airnya keluar. Ya mungkin ini ada terkait dengan kehigienisan juga ya.

Kelar mencuci tangan, anak-anak akan dipakaikan penutup kepala dan sarung tangan plastik. Kebersihan tentu menjadi penting ketika di dapur. Gak mau kan kalau kejadian ada rambut yang masuk di makanan atau malah sakit perut karena tangan kotor.

Anak-anak pun dikenalkan pada tim dapur. Adonan pizza sebenarnya sudah tersedia di loyang plus olesan saus tomat. Jadi, sebenarnya anak-anak tinggal menambahkan topping yang terdiri dari sosis dan keju saja. Sebelum pizza dipanggang, tentu berfoto terlebih dahulu. Tak lama memang waktu di dapur, tapi untuk anak-anak pasti lumayan seru dan berkesan karena jadi tahu tentang dapur pizza yang bisa jadi makanan favoritnya. Sebagai orang tua, kita bisa menambahkan cerita atau menjelaskan ke anak tentang proses memasak.

Setelah 15-20 menit, kelompok Mahira akhirnya mendapatkan pizza yang tadi dimasak. Jelas susah dikenali yang mana yang dimasak Mahira, toh bahannya sama jadi main ambil saja pizza yang datang. Selain ada pizza, kita juga diberikan ice lemon tea sebagai minumnya.

Semua kelompok pun akhirnya selesai bergantian masuk dapur. Tim Pizza Hut akhirnya mulai mengajarkan cara mengkreasikan balon, seperti membikin topi dan anjing. Setelah sesi tersebut berakhir, saatnya tim Playdate Palembang mengumumkan pemenang kegiatan mewarnai. Dari Pizza Hut Palembang Icon, kita akan mendapatkan sertifikat tanda keikutsertaan dalam acara Pizza Maker Junior Ini.

Penasaran sama kegiatan Pizza Maker Junior? Bisa cek ke link berikut atau datang saja ke Pizza Hut di kotamu.

Kalau mau lihat acaranya bagaimana, boleh cek sedikit di video berikut 🙂

Mencicip Kuliner Soto Mie Khas Bogor di Kedai Kong Piet Palembang

Apa yang kamu ingat tentang kota Bogor? Talas Bogor yang identik sebagai ejekan bagi betis besar? Walikota yang lumayan ganteng? Riweuhnya lalu lintas masa lalu karena angkot yang merajalela? Asrinya Bogor yang memiliki Kebun Raya? Atau…makanannya yang enak-enak?

Tak terlalu banyak kesempatanku untuk menyambangi kota Bogor. Lupa berapa kali, namun rasanya sih masih dalam hitungan jari. Walaupun begitu, main ke Bogor tak mungkin sekedar main saja. Pasti ada kesempatan untuk mencicip kuliner khas Bogor. Salah satu yang terkenal adalah Soto Mie khas Bogor.

Soto Mie, dari namanya saja ketahuan bahwa ini adalah hidangan berkuah dengan kaldu layaknya soto pada umumnya. Namun, jika beberapa soto menggunakan soun untuk isian dalam soto, soto mie menggunakan mie kuning, walau ada juga yang mencampur dengan soun. Selain itu, isi di dalam semangkuk soto mie ada irisan kentang rebus, tomat, telur ayam rebus, urat kaki sapi, daging sapi, dan risoles.

Sebagai perantauan di Palembang, aku terkadang merindukan kuliner Indonesia lain. Harus diakui, akses untuk mencicipi aneka kuliner di Indonesia termasuk susah jika di Palembang. Selain Nasi Padang yang memang rasanya default hampir di tiap kota ada, kuliner daerah lain agak susah didapat di kota ini. Apalagi, dengan lebih maraknya restoran yang menawarkan hidangan ala western.

Beruntungnya, masih ada orang yang berani membuka usaha kuliner Indonesia. Daaaaaaaaaaaan, baru-baru ini aku bisa mencicipi kembali Soto Mie khas Bogor di Palembang, tepatnya di Kedai Kong Piet yang baru buka di bulan Oktober 2018 ini.

Di malam Minggu, saat gerimis syahdu sisa hujan sore masih mengguyur Palembang, aku dan rombongan sirkus pun bergerilya mendatangi Kedai Kong Piet. Malam minggu dan gerimis, kombinasi tepat untuk mencari kehangatan.

Tujuanku sudah jelas, memesan Soto Mie khas Bogor. Selain Soto Mie, ada pula Soto Campur khas Bogor yang kuahnya agak bersantan, Soto Daging, dan Soto Ayam. Untuk makanan berat lain, ada Kwetiaw, Mie, Bihun Goreng, Nasi Goreng, Kwetiaw Kuah, dan Indomie. Kedai Kong Piet juga menawarkan aneka snacks mulai dari roti goreng, roti bakar, pisang goreng, dll. Untuk minumnya sendiri, ada kopi dan teh serta juice buah.

Kami memesan Soto Mie khas Bogor, Bihun Goreng Seafood, Nasi Putih, Telor Dadar, Teh Tarik, dan Teh Susu. Tidak terlalu banyak, wong cuma bertiga.

Tak perlu menunggu lama, minuman teh tarik dan teh susu datang duluan. Teh susu sangat berasa susu dan rasa manisnya. Sementara itu, teh tarik seperti pada umumnya, terdapat busa-busa di atasnya dengan rasa manis-manis pahit.

Setelah itu, satu per satu pesanan makanan keluar dimulai dari Soto Mie khas Bogor. Untuk rasa, rasanya dingin-dingin udara luar menjadi lebih hangat berkat Soto Mie. Banyak potongan daging dan kikil yang ada di dalam semangkuk Soto Mie ini. Tambahan nasi putih diperlukan agar terasa lebih mengenyangkan. Harga seporsi Soto Mie adalah 25 ribu rupiah.

Bihun Goreng Seafood keluar lengkap dengan potongan cumi dan udang serta sayuran di atasnya.  Sayangnya, pendamping yang disediakan hanya pangsit goreng, padahal makan bihun, kwetiaw, mie, atau nasi goreng, enaknya ditemani krupuk udang atau krupuk lainnya. Semoga saja nanti ditambah aneka krupuk.  Untuk tambahan telor dadar, agak sedikit asin rasanya. Harga seportsi Bihun Goreng Seafood adalah 23 ribu rupiah.

Ketika mencicipi makanan, tentu dong, aku posting di Instagram atau IG Story. Langsung deh ada temen kantor yang nanya dan kurekomendasikan. Eh, begitu dia nyoba, aku dibawain Risoles Amerika. Risoles dengan isian daging tipis / smoked beef, keju, dan telur. Gak sempat kufoto, tapi enak juga dan langsung habis 2 karena ternyata anak gak terlalu suka snack model ini. Hehehe, untung di aku.

Anyway, aku setuju sama tagline Kedai Kong Piet, Spesialis Kopi dan Soto Khas Bogor. Untuk Soto Khas Bogornya, berhubung belum ada saingan lain di Palembang, memang Kedai Kong Piet pantas untuk jadi pilihan. Oh iya, tempat makan ini buka mulai dari jam 8 pagi, jadi kalau siang-siang panas pengen yang berkuah segar seperti Soto Mie, bisa jadi pilihan sebagai menu makan siang. Kalau mau lihat instagramnya bisa di cek di @KedaiKongPiet

Kedai Kong Piet

Jalan Dr. M. Isa No.933 (jejeran ruko variasi mobil)

Palembang Food Guide : Pempek Palembang

“Orang Palembang itu hebat, kapal selam aja bisa dimakan”

 

Pernah dengar ga ungkapan seperti itu? Ya, pempek adalah salah satu makan asal Palembang yang terkenal banget di seantero negeri *ceilah*. Pempek juga oleh-oleh wajib bawa dari Palembang.

Pada umumnya, orang mengetahui pempek dengan nama pempek kapal selam. Pempek kapal selam adalah varian pempek yang paling umum ditemui di tempat makan yang menjual pempek. Di Palembang sendiri, pempek kapal selam dikenal juga dengan nama pempek telok besak (telur besar). Iya, isi di dalam pempek tersebut biasanya kan sebutir telur utuh dan ukurannya jadi besar.

Tak ada daerah lain yang mencintai makanan khas daerahnya layaknya orang Palembang. Saya pun pernah mendengar ungkapan seperti itu. Memang benar, orang Palembang begitu mencintai dan menikmati pempek. Di awal saya pindah ke Palembang sekitar 8 tahun lalu, saya cukup kaget karena orang di kantor rasanya tak bosan menikmati pempek setiap hari. SETIAP HARI!

Tapi, bukan pempek kapal selam yang dinikmati setiap hari. Umumnya pempek di sini dijual dengan ukuran kecil-kecil, kira-kira setengah kepalan tangan. Kalau di restoran yang menjual pempek, beberapa pempek disajikan dalam satu piring. Namun, kalau untuk sajian ramai-ramai di kantor atau acara kumpul lainnya, biasanya sewadah besar pempek disajikan aneka varian disajikan.

 

Dulu, saya hanya sanggup makan 2-3 pempek ukuran kecil. Saat hamil, saya sanggup menghabiskan 10 sekali duduk menghadap pempek.

Pempek memiliki banyak jenis. Jenis pempek bisa dibedakan berdasarkan bahan pembuatnya, ada Pempek Gabus (berasal dari Ikan Gabus), Pempek Udang (berasal dari udang), Pempek Tenggiri (dengan campuran ikan tenggiri), Pempek Dos (hanya dari tepung tanpa campuran ikan), Pempek Belida (berasal dari ikan belida), dan lain-lain. Untuk di rumahan, kadang ada juga yang membuat pempek dari campuran nasi, jadi pempek nasi deh. Kasta pempek dengan harga termurah biasanya dipegang oleh pempek dos yang seribuan (yaiyalah, kan ga ada ikannya) dan kasta termahal dipegang pempek belida yang sepuluh ribuan (karena ikannya susah dicari dan memang paling enak).

Selain dibedakan dari bahan pembuatnya, pempek kecil-kecil umumnya dibuat dengan bentuk-bentuk yang khusus. Namanya pun berbeda satu dengan yang lainnya. Apa saja?

    • Pempek Adaan : Pempek dengan bentuk bulat seperti bakso dengan isian potongan bawang
    • Pempek Lenjer : Pempek dengan bentuk seperti tabung, untuk oleh-oleh ada penjual pempek yang menjual lenjer ukuran besar sehingga orang yang membeli bebas memotong sesuai ukuran yang diinginkan
    • Pempek Pistel : Pempek berbentuk seperti pastel, diisi dengan potongan papaya muda dan terkadang ada campuran ebi
    • Pempek Tahu : Pempek dengan campuran tahu putih.

    • Pempek Kulit : Pempek yang umumnya berwarna gelap karena berasal dari kulit ikan ada pula yang membuatnya dari daging merah ikan dan digoreng dengan sangat garing sampai disebut pempek crispy.

    • Pempek telur/telok kecil : Mirip dengan pempek kapal selam, pempek ini memiliki isian telur namun ukurannya kecil-kecil.
    • Pempek keriting : Pempek yang punya bentuk seperti kabel ruwet alias keriting hehe.

    • Pempek belah : Bentuknya seperti pempek lenjer (tabung kecil), namun ada belahan di tengah dan biasanya diberi isian campuran ebi.

  • Pempek Lenggang : Potongan pempek (kalau saya biasanya pakai yang lenjer) lalu dicampur dengan telur. Bisa dipanggang, bisa juga digoreng.
  • Pempek panggang : Pempek dengan isian campuran udang yang dipanggang.

Makan pempek tak enak jika terpisah dengan cuko/cuka. Banyak yang bilang, pempek gak enak gapapa asal cukanya enak. Kalau saya sih, kalau pempeknya ga enak ya tetep aja ga enak 😀 .

Cuko yang berwarna gelap ini berasal dari gula batok (umumnya gula yang digunakan berasal dari daerah Linggau). Gula merah yang berbentuk seperti setengah bola adalah faktor penentu nikmatnya cuko. Kalau gula merah ini diganti dengan gula jawa, hmmm rasanya akan berbeda dan tak sedap.

Cara makan pempek cukup unik juga. Sebelum di Palembang, biasanya saya menemukan penjual pempek kapal selam yang menuangkan cukanya langsung di mangkoknya, sehingga si kapal selam tampak terendam setengah badan. Sementara itu, biasanya disediakan piring-piring kecil. Jadi, kita bisa menuang sendiri cuko sesuai selera. Pempek akan dicocol-cocol di cuko dan terakhir jangan heran jika melihat orang Palembang menghirup cuko di piring kecil tersebut.

Untuk menyesuaikan dengan gaya orang Palembang dalam menikmati pempek, saya sendiri belum ‘fasih’. Beberapa pempek seperti pempek telur kecil, pempek keriting, pempek lenjer adalah jenis pempek yang direbus terlebih dahulu. Saya lebih suka gorengan kadang menggoreng lagi pempek rebusan tersebut.

Pempek kecil kerap dijadikan oleh-oleh. Pempek yang dijual dan sering dijadikan oleh-oleh adalah pempek adaan, kulit, telur, dan lenjer. Dulu, pempek biasanya ditaburi tepung agar lebih awet, nantinya kita bisa mencuci tepung tersebut sebelum direbus atau digoreng. Kini ada juga teknologi vakum jadi kita tak perlu repot menghilangkan tepungnya.

Nah, demikian cerita tentang pempek. Ada yang jadi pengen pempek ga?

 

 

 

 

MasakNyun : Ayam Suwir Sambal Matah

 

Ada yang udah pernah dengar sambal matah? Itu tuh, sambal yang asalnya dari Bali. Jujur, sejak pertama nyobain sambal ini aku jadi suka banget. Alasan utamanya adalah cita rasanya yang pedas segar kayak ada asem-asemnya gitu. Biasanya, aku suka masak sambal ini buat ikan goreng atau ikan bakar, kadang juga kubuat campuran mi instan goreng.

Oh iya, sambal matah juga enak jadi cocolan kripik. Ada oleh-oleh kripik dari Bali yaitu Rasaloka yang pakai cocolan sambal matah juga.

Sambal matah ini bisa dibilang mudah banget dibuat, cuma iris-iris doang dan bebas ulek-ulek. Jadi aku suka. Beberapa hari yang lalu, aku nyoba buat ayam suwir sambal matah.

Bahan-bahan:

  • 3 potong ayam (aku pakai bagian dada dan paha)
  • 12 siung bawang merah
  • 10 buah cabai merah
  • 10 buah cabai hijau
  • 5 buah cabai burung (rawit yang besar-besar)
  • 5 batang sereh
  • 3 buah belimbing wuluh
  • Setengah buah jeruk nipis, peras
  • Garam & gula secukupnya
  • Bawang putih bubuk & penyedap (jika suka) secukupnya
  • Minyak secukupnya

 

Cara memasak:

  1. Cuci bersih ayam, lalu lumuri bawang putih bubuk, kukus sebentar sampai agak matang (daging mulai memutih)
  2. Sembari menunggu ayam agak matang, kita bisa memotong tipis-tipis bahan lainnya yaitu bawang merah, cabai merah, cabai hijau, cabai burung, sereh, dan belimbing wuluh.
    Oh iya, saya lebih suka pakai belimbing wuluh karena rasa asamnya bisa lebih keluar
  3. Setelah ayam selesai dikukus, suwir-suwir ayam dan buang tulang-tulangnya.
  4. Panaskan minyak, lalu tumis ayam sebentar.
  5. Masukkan bahan irisan, aduk-aduk dengan ayam.
  6. Tambahkan garam, gula, dan penyedap (saya pakai penyedap jamur)
  7. Matikan api, tambahkan perasan air jeruk nipis, aduk kembali
  8. Sajikan

 

Cara masak sambal matah ala saya memang sedikit berbeda, biasanya potongan bahan yang diiris akan diberi perasan air jeruk nipis lalu dituang minyak panas di akhir. Karena ini ada ayam suwirnya, sambal saya tumis bersama ayam suwir, minyaknya kira-kira cukup untuk ayam dan sambal menjadi matang dan bersatu.

Saya suka banget ayam suwir sambal matah ini rasanya cuma pakai nasi anget aja bisa nambah berkali-kali. Selamat mencoba 😀

 

 

 

 

Chicking! Sensasi Berbeda Fast Food Ayam dari Dubai

Akhir pekan emang jadi waktunya untuk keluarga kami mencicipi makanan di luar rumah. Rasanya, banyak sekali tempat makan yang bermunculan di Palembang mulai dari yang warung tenda pinggir jalan sampai restoran di mall.

Beberapa minggu lalu, kami mencoba restoran fast food baru di Palembang. Chicking namanya. Beberapa blogger di Jabodetabek pernah menuliskan reviewnya yang membuat saya tertarik untuk mencobanya.

Alasan utamanya yang membuat saya berhasil menarik suami mampir adalah nasinya bukan nasi putih biasa, melainkan nasi biryani atau nasi khas Arab yang berasal dari beras basmati. Sejak pertama makan nasi briyani pakai kari ayam di Singapura di bulan Mei lalu, pak suami emang jadi doyan saya nasi briyani. Sampai-sampai saya juga beli beras basmati dan bikin nasi briyani di rumah.

Chicking Ayam Top Dubai

Chicking adalah restoran fast food yang berasal dari Uni Emirat Arab (UEA). Dubai sendiri adalah salah satu kota di UEA. Kalau gak percaya Chicking asalnya dari UEA bisa cek web mereka : http://chickinguae.com/ .

Chicking pertama kali didirikan pada tahun 2000 dan mulai berkembang di negara lain seperti Dubai, Oman, India, Afghanistan, Maldives, Ivory Coast, Pakistan, Malaysia, dan Indonesia. Kehalalan produk adalah keutamaan yang ditawarkan oleh Chicking.

Saya sempat penasaran kenapa ada yang menyebut Chicking Ayam Top Dubai, ternyata pemegang lisensi Chicking di Indonesia adalah PT Ayam Top Dubai. Nama yang unik sekaligus mewakili Chicking sendiri sebagai restoran ayam yang memang terkenal dan berasal dari Dubai.

Nuansa Timur Tengah di Chicking

 

Ketika memasuki Chicking Palembang, nuansa khas Timur Tengah terasa dari interior ruangan restoran. Ada beragam tanaman palma tiruan yang ditempatkan di bagian dalam restoran. Belum lagi lagu-lagu dengan bahasa Arab yang mengalun. Rasanya ingin bergoyang dengan unta di padang pasir seketika.

Tepat di depan pintu masuk, terdapat meja untuk memesan makanan. Ada banyak tempat-tempat duduk yang siap menemani para tamu menikmati hidangan lezat dari Chicking.

Sistem pemesanan mirip restoran fast food pada umumnya, kita bisa memesan lalu membayar namun kadang harus menunggu sebentar sebelum pesanan keluar. Jika penasaran, ada layar yang menunjukkan urutan pesanan yang sedang dalam proses.

Cita Rasa Berbeda dari Fast Food Lainnya

 

Pada umumnya, fast food ayam menawarkan kesamaan yaitu ayam goreng dengan tepung krispi dan nasi putih. Chicking juga menawarkan ayam goreng dengan tepung krispi. Namun, saya tentu ingin mencicipi menu lainnya. Berikut menu yang saya coba di Chicking.

 

Chicking Combo 1

Ada beberapa paket combo yang ditawarkan di Chicking. Saya sendiri memilih paket Chicking Combo 1 yang terdiri dari Nasi Chicking, ayam, dan minum. Untuk ayam, pelanggan bisa memilih sesuai kesukaan apakah ayam goring tepung krispi atau ayam panggang. Saya sih, pengen yang beda dan ‘agak lebih sehat’, yaitu ayam panggang. Sementara itu, untuk minum dalam paket combo pilihan yang disediakan adalah kopi arab atau ‘teh botol dengan kemasan kotak’.

Grilled Chicken atau ayam panggang Chicking rasa bumbunya karena dipanggang menjadi tak terlalu basah. Bumbunya meresap ke ayamnya sampai berwarna kecoklatan. Ada sensasi pedas, namun bagi pecinta pedas tentu akan kurang kalau tidak mencocolkan potongan ayam ke saus sambal tambahan. Ukuran ayamnya tidak terlalu besar. Saya sempat juga memesan grilled wings dan ternyata ukurannya kecil-kecil sekali. Hehehe.

Nasi dalam chicking combo adalah nasi yang berasal dari beras basmati. Sekilas mirip nasi kuning dengan bentuk nasi yang lebih panjang dari biasanya. Rasa nasinya gurih dan cukup terasa rempah-rempahnya. Bagi saya, nasi ini bisa enak dimakan tanpa tambahan lauk. Tapi, pasti kurang pas kalau nyemilin nasi. Ketika nasi berempah bergabung dengan ayam panggang berbumbu rempah juga ternyata bisa menjadi kombinasi yang pas.

Sementara itu, kopi arab menjadi pilihan. Butiran kapulaga menambah wangi aroma dari kopi ini. Sayangnya, setelah ditambahkan gula pasir 3 sachet, rasa pahit masih terlalu pekat.  Bagi orang yang bukan penikmat kopi hitam, akan lebih baik memilih teh sejak awal.

Royal Wrap

Menu royal wrap adalah menu kebab dengan isian ayam crispy dan sayuran. Menu ini sebenarnya bisa juga dicombo dengan minuman (cola) dan kentang Potongan ayam crispynya cukup banyak. Menu ini sebenarnya mirip dengan beberapa menu di resto fast food lain, hanya saja, roti kebab royal wrap di Chicking lebih tipis dan lebih lembut.

Spaghetti Royal

Spaghetti Royal dari Chicking sekilas mirip spaghetti bolognaise, ya spaghetti dengan saus daging giling dan tambahan keju sebagai topping. Namun, adanya potongan cabai hijau membuat spaghetti ini berbeda. Suprisingly, rasanya enak banget kalau buat saya. Potongan dagingnya banyak dan berasa banget.

Tandoori Fries

Sebenarnya ini adalah kentang goreng dengan tambahan bumbu tabor rasa tandoori. Sayangnya, bumbu tandoorinya kurang banyak sehingga agak kurang berasa aja dan jadi tak ada bedanya dengan kentang goreng pada umumnya.

Dubai Breeze

Jika kamu pecinta mocktail, maka Dubai Breeze bisa jadi pilihan. Terdapat 2 varian rasa yaitu Green Apple dan Passion Fruit. Saya mencoba keduanya. Campuran sirup dengan rasa buah, dipadu dengan soda, mint, dan lemon jelas memberikan kesegaran di siang hari.


Overall, Chicking bisa menjadi pilihan untuk pecinta fast food yang ingin menikmati rasa yang berbeda. Ya, dari menunya saja sudah berbeda dari yang lain. Belum lagi suasana rasa-rasa Timur Tengah yang ada di dalam restorannya.Kalau urusan harga sih, masih mirip-mirip lah.

Saya berdoa supaya Chicking ini bertahan lama di Palembang mengingat pesaing fast food ayam lumayan banyak dan pernah kejadian ada fast food Malaysia yang akhirnya tutup gerai di Palembang. Oh iya, sampai tulisan ini saya buat, Chicking belum ada di Go-Food.

Chicking Palembang