Aliran Rasa Tantangan I 

Awal Juni lalu, saya menjalankan tantangan 10 hari Materi Bunda Sayang #1 : Komunikasi Produktif. Saya mencoba untuk menjalankan secara konsisten dalam 10 hari berturut-turut untuk berkomunikasi produktif dengan pasangan dan anak. Untuk komunikasi produktif dengan pasangan saya mencoba memilih poin “Choose The Right Time” sementara dengan anak saya memilih poin “Mengatakan yang Diinginkan”.

Ketika mencoba berkomunikasi produktif, yang saya rasakan sebenarnya harus semua poin terintegrasi. Saya mencoba berkomunikasi dengan pasangan dengan memilih waktu yang tepat, misal bahasan yang santai dibahas saat Car Time atau saat santai. Namun, ketika mencoba masuk ke topik yang serius saat santai perlu dukungan poin lain seperti “Clear & Clarify“. Begitupula saat berkomunikasi dengan anak. Usia anak yang baru menginjak 1 tahun mungkin masih membuat saya merasa susah untuk berkomunikasi 2 arah secara jelas sehingga hanya komunikasi 1 arah yang kadang dibalas dengan tindakan atau suara yang masih belum jelas maknanya atau bahkan diacuhkan sama sekali.

Dalam menjalani tantangan 10 hari, walaupun latihan lebih menitikberatkan komunikasi produktif dengan pasangan dan anak, tetapi komunikasi produktif dengan diri sendiri juga diasah. Komunikasi dengan diri sendiri yang melibatkan ego, kesadaran, dan keinginan untuk melakukan tantangan dan melaksanakannya dengan konsisten juga dilatih. Saya mengakui dalam menjalani tantangan ini, walau secara berturut-turut selama 10 hari saya menjalaninya, saya masih tidak konsisten dalam menuliskan dan mendaftarkan tantangan. Tidak selalu setiap malam saya menuliskan dan mengupload tugas saya, kadang saya tuliskan keesokan harinya dan baru diupload di hari berikutnya karena komunikasi dengan anak dan diri sendiri masih kurang dilatih.

Faktor komunikasi dengan pasangan, selain dipengaruhi oleh poin komunikasi produktif juga dipengaruhi oleh ego diri dan pasangan serta isi dari komunikasi yang dilakukan. Sering juga transaksi komunikasi tidak berjalan baik karena perbedaan ego yang dimiliki oleh saya dan pasangan.

Berkomunikasi dengan anak usia 1 tahun masih terasa sulit untuk saya. Walau niat saya memang ingin banyak bercerita dan berkomunikasi agar anak mengenal banyak suku kata, tapi ternyata tidak mudah. Berkomunikasi dengan anak juga perlu disertai dengan sentuhan fisik dan tindakan-tindakan tertentu. Namun, saya masih merasa kurang cakap karena sepertinya apa yang saya inginkan untuk dimengerti anak ternyata masih belum ‘kena’ atau mungkin anak ingin mengatakan sesuatu tapi karena belum lancar berbicara jadi tidak ‘kena’ ke saya. Saya harus lebih memaknai bahasa cinta yang di-‘kode’-kan oleh anak dan bisa membalas juga bahasa cinta tersebut.

Terus berlatih, semoga lebih baik.

Written by

2 comments / Add your comment below

Silahkan meninggalkan komentar :)