Aliran Rasa Matrikulasi IIP 

Sebagai ibu baru, tentu saya merasa perlu banyak belajar. Jujur saja, mungkin saya termasuk anak yang ‘ndableg’ tapi juga merasa kurang puas dengan didikan orang tua saya dan sampai saat ini saya merasa masih gagal. Berdasarkan hal tersebut, saya mencoba belajar bagaimana membentuk keluarga hebat dan membaca buku-buku tentang keluarga, pendidikan anak sejak saya mulai mengandung Maheera. Sampai akhirnya, di bulan Januari 2017 lalu saya bergabung di Komunitas Keluarga Hebat dan ada tawaran pendaftaran untuk ikut kelas Matrikulasi di Institut Ibu Profesional (MIIP). Sebelumnya saya mencoba mencari tau terlebih dahulu apa itu dan bagaimana sih. Kesimpulan yang saya dapat, namanya belajar pasti ada tugasnya. Yep, berhubung saya sadar diri bahwa saya tipikal orang yang sulit konsisten untuk belajar mandiri, perlu adanya ‘pancingan’ berupa tugas, saya merasa mengikuti kelas MIIP bisa menjadi salah satu tempat belajar saya.
Akhirnya, saya diterima…..untuk belajar melalui whatsapp di grup Matrikulasi Ibu Profesional (MIIP) Gabungan Kota. Bismillah, semoga saya belajar untuk bisa memiliki kompetensi ilmu dasar menjadi seorang ibu. 
Sejak dibuka tanggal 23 Januari 2017, mulailah pelajaran dan tugas-tugas. Materi dikunyah secara perlahan, disampaikan setiap minggunya. Terkadang ada kuliah tamu. Kuliah di whatsapp ini menurut saya cukup fleksibel. Memang, terkadang ketika pengajar menyampaikan dan kita tidak datang itu rugi rasanya (bisa saja karena saat rapat di kantor, atau mungkin di malam hari anak lagi riweuh-riweuhnya minta ditemani). Tapi, berkat whasapp yang selalu ter-record juga materinya. Bahkan bisa kita bintangin kalau materi itu ingin dibaca lagi dan kita simpan secara online. 
Saya ingat, ketika saya sekolah, ada suatu pesan untuk memberikan karya terbaik. Saya mencoba mengerjakan tugas-tugas MIIP. Berkat komunitas ini saya tau bahwa saya dari dulu ingin belajar banyak hal tetapi pada dasarnya saya harus focus ke bidang yang saya suka. Berkat MIIP saya sedikit dipaksa untuk menulis kembali, dan ternyata saya senang menulis. Saya jadi membuka blog saya kembali, mengisinya perlahan walau pada setiap minggu isiannya masih tentang tugas MIIP. Saya sadar saya punya hobi membaca dan ingin menularkan hobi menyenangi buku dan senang membaca kepada anak saya. Saya menjadi sadar, bahwa tidak semua anak seberuntung saya yang mendapat buku di waktu kecil atau seberuntung (atau mungkin tersiksa ya) anak saya yang saya belikan buku hamper setiap bulan. Berkat MIIP , saya sadar saya harus bisa berkontribusi tidak hanya untuk keluarga tapi untuk masyarakat luas. Ya, di MIIP saya melihat, mendengar, dan belajar lebih banyak, mengetahui untuk lebih baik, dan menjalankan tugas sebagai karya terbaik saya. Tentu, kadang ada kebingungan, kadang ada naik turun semangat. Tapi Alhamdulillah 9 Nice Home Work coba saya selesaikan. Saya mencoba berkarya sesuai minat, agar dapat memberi banyak manfaat. 

Salam, 

Ibu Pembelajar di Matrikulasi Gabungan Kota, 

Faridilla Ainun

Written by

Silahkan meninggalkan komentar :)