5 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi Saat di Padang

Lebaran tak indah tanpa liburan. Eh, betul tidak? Beruntunglah kita hidup di Indonesia, di mana jumlah penduduk yang menganut agama Islam cukup banyak, di mana pemerintah mendukung adanya libur di saat lebaran (Idul Fitri maupun Idul Adha), sehingga kita bisa liburan. Coba bayangin kalo hidup di misalnya Jepang gitu, belum tentu kan waktu lebaran bisa libur kerja? (Padahal sih, di hari yang lain bisa liburan hahaha.)

 

Lebaran bercampur liburan tahun ini, saya dan keluarga mencoba mudik ke Padang, tempat orang tua dan keluarga besar bojo tinggal. Ke Padang doang? Tentu tidak. Kami bereksplorasi di area Sumatera Barat. Tapi, ada hari-hari tertentu yang memang kami habiskan untuk wisata dalam kota saja.

 

Nah, berikut ini tempat wajib dikunjungi selama di Padang :

  • Batu Malin Kundang

Pernah dengar cerita rakyat Malin Kundang? Itu loh, cerita tentang anak durhaka bernama Malin Kundang. Si Malin adalah seorang nelayan yang tinggal dengan ibunya. Lalu si Malin merantau ke kota dan menjadi kaya raya setelah menikah. Ibu Malin sangat rindu, sampai menunggu setiap kapal yang datang dan mengira Malin kembali. Pada suatu saat, Malin pun kembali bersama istrinya, karena sang istri ingin bertemu dengan mertuanya. Ibu Malin pun menunggu kapal Malin mendarat. Namun, Malin malu mengakui kepada istrinya kalau ibunya miskin sehingga saat ibunya menghampiri dan menyebut Malin anaknya, Malin tidak mengakuinya. Ibu malin pun sedih dan marah lalu memanjatkan doa. Tuhan pun menjawab doa ibu Malin dengan menghukum dan mengutuk Malin beserta kapal dan awak kapalnya menjadi batu.

 

Nah, batu Malin Kundang si anak durhaka ini berada di Pantai Air Manis Kecamatan Padang Selatan, Padang, Provinsi Sumatera Barat. Untuk menuju lokasi ini, bisa ditempuh melalui jalan darat. Kalau dari pusat kota Padang sekitar 30 menit. Jalur yang ditempuh lumayan berkelok dan naik turun berbukit-bukit tapi cukup adem karena banyak pohon di kiri kanan. Di sepanjang jalan, ada penjual durian, yang sepertinya asli dari kebun.

Di Pantai Air Manis ini, terdapat baru yang bentuknya menyerupai seorang laki-laki yang bersujud menghadap tanah. Di sekitar batu itu, terdapat beberapa bebatuan yang diperkirakan adalah kapal besar beserta tambang-tambang pengaitnya, milik Malin Kundang yang juga berubah menjadi batu. Tidak sulit mencari batu ini, karena banyak yang mengerubungi ingin berfoto dengan sosok si Anak Durhaka. Biar apa sih foto sama si Malin? Buat cerita ke anak , biar dia ga durhaka gitu.

 

Oh ya, ombak di Pantai Air Manis ini cukup kencang ya. Areanya luas, sayang, pasirnya coklat menuju hitam, ditambah banyak berdiri kios-kios di sekitar pantai yang jualan baju cukup mengurangi keindahan pemandangan ya. Area pantai yang luas bisa dimanfaatkan untuk mencoba bermain ATV.

 

 

 

  • Pantai Padang (Taplau Padang)

Cek Ombak, Cek Ombak! Ingin menikmati keindahan matahari terbenam? Yuk ke Pantai Padang. Pantai Padang berlokasi di pusat kota, sering disebut Taplau alias Tapi Lauik atau Tepi Laut. Untuk menuju ke area ini, cukup mudah karena memang berada di pusat kota (banyak petunjuk arah menuju area ini).

Sampai di sekitar Pantai Padang, kita akan menemukan tulisan PADANG berwarna merah. Ada beberapa bagian di pantai yang memiliki garis pantai yang cukup panjang ini. Di sisi tertentu ada penjual hasil tangkapan laut seperti udang, ikan, dan kepiting yang sangat segar. Terdapat pula aneka penjaja makanan seperti rujak khas Padang, pisang bakar, jagung bakar, sate, gado-gado, dll. Di area sebrang pantai lebih banyak pilihan makanan di warung dengan bangunan yang lebih kokoh.

 

Untuk bermain pasir dan ombak, terdapat area yang aman. Terdapat penyewaan mobil-mobilan, otoped, motor-motoran, untuk anak-anak. Sementara untuk berfoto, juga ada area yang banyak batu-batu besar yang tersusun. Saat ke pantai ini di Lebaran tahun 2017, sedang dilakukan pengerukan. Menurut kabar, akan dibangun masjid di tepi pantai. Wah, jadi keingat masjid dekat Pantai Losari Makassar.

 

  • Jembatan Siti Nurbaya

 

Dari Taplau Padang, kita bisa menyusuri jalanan menuju bukit Gado-Gado atau Bukit Sentiong yang dibatasi oleh Sungai Batang Arau. Penghubung antara kota Padang dengan bukit tersebut adalah Jembatan Siti Nurbaya.

 

Di sisi kiri dan kanan jembatan, terdapat penjaja makanan ringan seperti roti bakar, jagung bakar, sate padang, es tebu, dll. Sementara itu, di bawah jembatan, terdapat banyak kapal dan speed boat yang berjajar yang menawarkan jasa wisata diving atau menyebrang ke pulau-pulau di sekitar kota Padang, atau kapal nelayang yang memang untuk menangkap ikan.

 

Sama seperti halnya Jembatan Ampera di Palembang, Jembatan Siti Nurbaya akan lebih indah jika dinikmati di malam hari mengingat lampu-lampu di pinggir jembatan akan menyala, atau paling tidak di sore hari menjelang matahari terbenam.

 

 

 

  • Museum Adityawarman

 

Mau belajar tentang kebudayaan Sumatera Barat? Mampir dulu di Museum Adityawarman. Berada tak jauh dari pusat kota Padang, tepatnya di Jalan Diponegoro No. 10, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Area museum ini luas, dengan bangunan yang terinspirasi arsitektur dari rumah bagonjong atau rumah gadang, gaya arsitektur tradisional Minangkabau yang berbentuk seperti tanduk kerbau bertumpuk. Museum Adityawarman menyimpan sejarah dan kebudayaan masyarakat Minangkabau mulai dari masa pra sejarah sampai era modern.

 

 

 

  • Masjid Raya Sumatera Barat

 

Tak lengkap rasanya kalau tidak mampir ke ikon terbaru di kota Padang, Masjid Raya Sumatera Barat. Oh, catatan penting, karena ini tempat ibadah, harap berpakaian sopan ya, menutup aurat gitu.

 

Masjid Raya Sumatera Barat memiliki arsitektur yang unik namun kental dengan gaya khas Minangkabau yaitu atap yang lancip. Berdiri megah di persimpangan antara Jalan Khatib Sulaiman dan Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, masjid ini juga dirancang tahan gempa.

 

Masjid yang disebut juga Masjid Mahligai Minang ini terdiri dari tiga lantai yang mampu menampung 20.000 jamaah. Banyak makna tersirat dari arsitektur masjid ini, seperti atap khas rumah Minangkabau yang menunjukkan pepatah Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, yang artinya adat bersendikan kepada agama, dan agama bersendikan kitabullah (Al-Quran). Pada dinding masjid, terdapat ukiran kaligrafi dan motif kain songket khas Minangkabau.

 

***

Nah, tempat-tempat tersebut bisa tuh langsung dikunjungi seharian. Yang paling jauh adalah Pantai Air Manis tempat Batu Malin Kundang, bisa jadi tempat pertama untuk di datangi, setelah itu, tinggal yang berada di area pusat kota. Jadi nih, kalo waktu ke Sumatera Barat ga banyak, main-main di sekitar Padang aja juga bisa kok. Selamat berwisata.

 

#ODOP

#BloggerMuslimahIndonesia

 

 

 

Written by

9 comments / Add your comment below

  1. Enggak salah ikutan ODOP. Bisa melihat batu malin, pantai manis, dan wisata lain dari Yogyakarta. Salam sukses …
    Itu malin hanya legenda kan, ya? Berasa nyata banget. Ada sejarahnya kah di sekitara batu, apa batu itu benar-benar perubahan wujud si malin, atau sekadar dibuat untuk mengingatkan orang-orang agar tidak durhaka.

    1. di dekat pantainya ada ukiran gitu seperti menceritakan tentang kisah si Malin. Terus batunya juga sudah agak rusak, jadi mungkin aja legendanya benar hehehe

  2. wah seru sekali… kayanya ngebayangin kuliner sambil memandang jembatan siti nurbaya asyik juga yah. salam kenal n salam Padang. next time… we’ll be there 🙂

Silahkan meninggalkan komentar :)