1 Jam Menjadi Pengantin Minang di Istana Basa Pagaruyung

Saat merencanakan dan akhirnya menikah di tahun 2015 lalu, aku dan suami sepakat tidak menggunakan adat daerah asal kami berdua (baik Jawa maupun Minang). Terlebih orang tua pun tidak memaksa, kami memilih tanpa adat tertentu. Yang penting sah, cepat selesai acara. Sama-sama gak mau ribet dan pusing sih.

Beberapa waktu lalu, kami pulang ke tempat suami di Padang, karena adik laki-lakinya akan menikah. Karena mendapatkan istri orang Minang juga, maka adat Minang akan dijalani. Kata suami, pesta adat Minang, apalagi dilakukan di rumah, bisa semalam suntuk.

Ternyata, melihat pasangan pengantin menggunakan pakaian adat membuat kami sirik. Hahaha, menyesal sekarang gak punya foto pasangan dengan pakaian adat. Lalu, aku teringat bahwa di Istana Pagaruyung Batusangkar bisa foto-foto dengan baju adat Minang.

Maka, pergilah kami ke Istana Pagaruyung Batusangkar demi punya foto pengantin Minang.

***

ISTANA BASA PAGARUYUNG

 

Istana Basa Pagaruyung dibangun mulai tanggal 27 Desember 1976. Istana Basa Pagaruyung adalah bangunan rumah adat Minangkabau yang berbentuk rumah gadang dan berlokasi di Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar. Tempat ini menjadi tempat tinggal sekaligus pusat Kerajaan Minangkabau yang dipimpin oleh Rajo Alam atau Rajo Diraja Kerajaan Minangkabau.

Istana Besar atau Istana Agung Pagaruyung ini merupakan duplikat dari istana serupa yang pernah dibangun di Gudam namun dibakar oleh Belanda pada tahun 1804. Istana Basa Pagaruyung dibangun sebagai perwujudan akan pelestarian nilai-nilai adat, seni, budaya, serta sejarah Minangkabau. Istana ini pernah terbakar tahun 2007 lalu dibangun kembali dan diresmikan pada tahun 2012.

Kompleks Istana Pagaruyung sangatlah luas, namun bangunan utama yang berbentuk rumah gadang jelas menjadi penarik perhatian. Terdapat 3 lantai, 72 tonggak, serta 11 gonjong (atap lancip) yang membentuk istana ini. Rumah Gadang Minangkabau biasanya dibangun sebagai tempat pelaksanaan adat serta dibangun berdasarkan mufakat semua anggota kaum dan atas persetujuan Penghulu Nagari dan dibiayai Suku (paruik). Istana Basa Pagaruyung tak hanya memiliki kekhasan fisik bangunan (atap bagonjong), tapi juga dilengkapi ukiran falsafah dan budaya Minangkabau.

 

Jarak Istana Pagaruyung dari pusat kota Padang adalah sekitar 100 km, sehingga diperlukan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan untuk menuju ke lokasi wisata ini. Perjalanan menuju Pagaruyung akan melalui kota Padang Panjang dan Batusangkar. Jalur pegunungan yang berkelok yang kerap ditemui selama perjalanan darat di Sumatera Barat pun akan dilalui untuk dapat sampai ke lokasi wisata ini.

Terdapat area parkir yang luas di luar kompleks Istana Basa Pagaruyung. Cukup berjalan sekitar 50-100 meter dari area parkir ke pintu masuk komplek. Untuk masuk ke Istana Basa Pagaruyung, karcis masuknya adalah Rp 7.000,- untuk wisatawan domestik anak-anak, Rp 15.000,- untuk wisatawan domestik dewasa, serta Rp 25.000,- untuk wisatawan asing.

Ketika masuk kompleks, kita akan disambut oleh badut-badut lucu yang tak hanya menggunakan kostum karakter kesukaan anak-anak seperti Princess Elsa, tapi juga badut dengan kostum pakaian adat Minangkabau.

Jarak dari pintu masuk ke lokasi istana lumayan bikin berkeringat dan haus, apalagi cuaca juga sangat panas. Untuk dapat menyewa baju adat khas Minang, kita bisa langsung ke lantai dasar istana. Terdapat aneka warna baju adat dengan berbagai ukuran yang bisa disewa. Di lantai dasar ini, selain terdapat jejeran pakaian adat untuk disewakan, juga tampak dua buah area kamar yang dihias layaknya pelaminan yang bisa digunakan untuk berfoto.

Tarif untuk menyewa baju adat nasional hanya Rp 35.000,- untuk dewasa dan Rp 30.000,- untuk anak-anak. Sementara itu, terdapat pula penyewaan kostum adat daerah (VIP) dengan tariff Rp 150.000,-. Setelah memilih warna yang diinginkan, kita akan dipakaikan baju oleh ibu-ibu. Urusan dandan sebelum difoto, dandanlah sendiri agar lebih tampak cantik.

Di lantai 2 dan 3 bangunan ini menjadi tempat dipamerkannya barang-barang peninggalan kerajaan seperti keris, cincin, peralatan dapur, atau perabotan seperti tempat tidur, kursi, meja rias, lemari, dan singgasana untuk raja. Area luas di lantai 2 diatur dengan disekat-sekat layaknya sebuah kamar terbuka. Sebagai pengunjung, kita bisa melihat detil kamar yang diatur layaknya kamar kerajaan ini.

Untuk menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan Istana Basa Pagaruyung, pengunjung diminta tidak merokok. Apalagi mengingat bangunan yang dibuat dari kayu dan mudah terbakar. Masuk istana pun kita diminta tidak menggunakan alas kaki. Alas kaki dapat kita tinggal di tangga dengan memasukkan ke kantong-kantong plastik. Tentu lebih baik membawa kantong plastik sendiri jika tidak ingin tertukar atau bercampur dengan milik pengunjung lain. Pengunjung dapat memberi seikhlasnya sebagai tarif untuk menjaga alas kaki agar tidak hilang ke kotak yang telah disediakan.

Lantai 2 menjadi lokasi yang paling oke untuk berfoto ala pengantin Minang. Selain latar yang mendukung, ada pula properti yang boleh digunakan untuk mendukung foto-foto ala pengantin. Pastinya, berfoto ala pengantin tak hanya dilakukan di dalam istana. Kita juga bisa berfoto ala pengantin di luar istana. Aha, jadilah, kami punya foto pakai baju adat Minang layaknya pengantin baru. Padahal mah, post wedding kali ya tepatnya judulnya.

Jika tak ingin repot atau ingin mendapat foto langsung jadi selepas dari Istana Basa Pagaruyung, tak ada salahnya meminta bantuan para tukang foto yang siap membantu pengunjung mengabadikan momen di Istana Basa Pagaruyung. Harga cetak foto ukuran 12R adalah Rp 30.000,- dan ukuran 6R adalah Rp 20.000,-. File hasil foto pun boleh dicopy.

Istana Basa Pagaruyung memang menjadi obyek wisata wajib dikunjungi saat ke Sumatera Barat. Pada libur lebaran, biasanya istana ini ramai sekali. Maka, saranku, jika memang ingin sengaja berfoto (seperti kami), ada baiknya main ke Istana Pagaruyung bukan di momen liburan agar cenderung lebih sepi, bisa mendapat baju sesuai warna yang diinginkan, serta jadi tak terlalu malu jika berfoto mesra. #eh.

Hal yang menarik di Komplek Istana Basa Pagaruyung sebenarnya tak hanya rumah gadang besar saja, ada pula Rangkiang Patah Sambilan (tempat menyimpan hasil panen padi), surau (musala), rumah tabuah (tabuh – beduk), balai rung, taman, dan lain-lain. Ada kereta yang bisa digunakan untuk berkeliling komplek besar ini.

Rasanya, konsep Istana Pagaruyung yang memfasilitasi keinginan untuk mengenal adat dari suatu daerah, bahkan berfoto dengan pakaian adat dan merasakan sensasi menjadi orang daerah tersebut layak untuk ditiru obyek wisata atau museum di daerah lain. Sekarang, tinggal mencari tempat untuk foto pakai adat Jawa.

Melakukan Perjalanan Darat Bersama Keluarga, Kenapa Engga?

Mudik alias pulang kampung menjadi hal yang rutin dilakukan oleh keluarga di Indonesia, apalagi yang merantau alias bekerja jauh dari kampung asalnya. Umumnya, mudik dilakukan dalam menyambut hari raya tertentu, seperti Lebaran atau Natalan.

Namun, keluarga kami melewatkan momen mudik lebaran tahun ini. Karena adik menikah di bulan Juli, mau tidak mau jadwal baralek kampuang alias pulang kampung kami pun mundur. Namanya juga masih kacung kampretnya perusahaan, jadi hemat jadwal cuti. Apalagi kampungku dan suami beda.

Urusan mudik, setiap keluarga memiliki kebiasaan yang berbeda. Memilih mudik naik pesawat, kereta, kapal, bus, atau kendaraan pribadi seperti mobil dan motor, biasanya menyesuaikan dana yang dimiliki serta kota tujuan.

Selama mudik ke kampungku di Jawa Tengah, keluargaku selalu mix pesawat dan kereta karena memang paling nyaman dengan cara seperti itu. Namun, untuk mudik ke Padang, kami memilih melakukan perjalanan darat.

Alasan utama kami memilih cara ini adalah tak adanya jadwal pesawat langsung yang oke dari Palembang ke Padang. Awalnya sih ada di tahun 2014, Citilink buka rute Palembang-Padang langsung. Eh, tahun 2015 sudah tutup. Sekarang sih ada Wings Air, tapi tak buka setiap hari dan pengalaman banyak orang delaynya parah sampai malam. Kalau mau naik pesawat, rute yang disarankan adalah Palembang-Batam-Padang.

Selain karena terpaksa, beberapa alasan ini yang membuat kami senang melakukan perjalanan darat sekeluarga:

Melatih kekuatan fisik

Suami dan aku percaya, karena kami berdua sedari kecil sering melakukan perjalanan bersama keluarga masing-masing, ketika dewasa kami menjadi lebih kuat dan tidak mudak mabuk perjalanan. Tentu harapan kami, anak juga menjadi tak mudah mabuk dan lebih kuat dengan dilatih melakukan perjalanan jarak jauh. Syukurnya, selama ini anak tetap sehat selama perjalanan, walau kadang urusan makan jadi susah. Pun begitu juga kami sebagai orang tua, menjadi sadar kalau lebih perlu menjaga fisik agar lebih sehat dan bugar.

Mengenal tempat baru

Perjalanan darat membuat kami bisa merencanakan mengeksplorasi tempat-tempat baru. Perjalanan menuju Padang sejauh 770 km tentu melelahkan suami. Apalagi ia bersikukuh menyetir sendiri dan tak mau bergantian. Kami pun memiliki kesempatan menginap di Muara Bungo, Jambi.

Ketika merencanakan kembali ke Palembang kami memilih jalur lain. Perjalanan kami berputar via Pekanbaru, Riau. Jalur ini dipilih karena termakan dengan cerita teman-teman yang bilang jalur mudik ke Padang via Pekanbaru lebih nyaman dibanding via Jambi.

Semakin jauh perjalanan kami jadi melihat hal baru seperti Kelok 9 di perjalanan menuju Riau dari Sumatera Barat, atau bangunan unik di Pekanbaru seperti Perpustakaan Daerahnya dan banyaknya Ruang Terbuka Hijau. Juga bersyukur karena masih mendapat rejeki di ‘kota’, setelah melakukan perjalanan yang banyak hutan sawit di kiri dan kanan jalan.

 

Belajar beradaptasi

Perjalanan luar kota tentu berbeda dengan perjalanan dalam kota. Apalagi, ada daerah-daerah yang mungkin bukan sebuah kota besar yang dilewati. Ada kalanya, kita butuh istirahat, buang air, atau solat. Namun, tak selamanya kamar kecil airnya bersih atau wc-nya duduk seperti di mall. Justru terkadang aku memilih mendapat wc jongkok, yang penting air kerannya mengalir.

Perjalanan seperti ini menjadi kesempatan untuk mengenalkan anak pada kondisi seperti ini, termasuk saat ia buang air besar dan hotel masih jauh sehingga terpaksa mandi di kamar mandi masjid yang airnya dingin.

Tentu kami berusaha memberinya kenyamanan, tapi tetap berharap ia juga mampu beradaptasi dan bertahan di kondisi yang mungkin kurang mengenakkan.

Menikmati Quality Time

Sebagai orang tua yang bekerja, terkadang waktu seharian bersama anak mungkin hanya bisa didapat di hari libur. Walaupun sore sampai malam hari juga biasanya bersama anak, ada kalanya kami masih merasa kurang. Perjalanan darat menjadi waktu berkualitas untuk orang tua dan anak. Kami bernyanyi bersama, bermain (walau paling menunjuk sesuatu atau tempat), bercerita, mengobrol, apalagi saat perjalanan kemarin sebisa mungkin meminimalisir penggunaan handphone.

Lebih hemat

Perjalanan darat, apalagi dengan kendaraan pribadi, bisa dibilang lebih hemat. Wajar saat mudik lebaran banyak yang memaksa menggunakan motor sekeluarga. Kalau dibandingkan dengan naik pesawat, biaya perjalanan darat bertiga (walaupun mampir-mampir dan menginap beberapa kalih) masih lebih hemat. Ya, maafkanlah kalau kami masih jadi keluarga yang memilih kendaraan pribadi dibanding transportasi umum/massal.

Tapi, tentunya ada juga yang bikin boros, yaitu waktu. Kalaupun memang waktu liburan pendek, ya jangan dipaksakan.

Menambah bahan cerita

Melakukan perjalanan saja bisa menjadi sumber cerita. Melakukan perjalanan darat dengan durasi waktu yang biasanya lebih panjang tentu yang diceritakan bisa lebih banyak. Kami pun bisa berbagi cerita dengan teman-teman yang asalnya sama atau ingin melakukan perjalanan ke tujuan serupa tentang kondisi jalan, seperti jalanan di Jambi saat ini banyak yang sedang diperbaiki.

Melakukan perjalanan dengan mendokumentasikannya juga menjadi bahan cerita kami kepada anak tentang hal yang dilihat dan dilakukannya selama perjalanan (misalnya melihat monyet dan memberi makan monyet di jalan). Kami pun senang karena kosa kata anak semakin banyak dan dia mulai bisa menceritakan hal-hal kecil seperti monyetnya dikasih makan buah semangka.

 

Akan selalu ada cerita di balik sebuah perjalanan, maka dari itu keluarga kami senang jalan-jalan. Hehehe.

 

 

Sejenak di Bukittinggi, Rugi!

Bukittinggi merupakan salah satu daerah di Sumatera Barat yang wajib dikunjungi. Kota kelahiran proklamator RI, Mohammad Hatta (Bung Hatta) ini memiliki tempat yang cukup banyak memiliki sejarah. Ikon utama yang sudah pasti menarik perhatian adalah Jam Gadang.

Saat berkunjung ke Sumatera Barat pertama kali di tahun 2015, aku berkesempatan mampir ke Bukittinggi melihat Jam Gadang serta berbelanja di Pasar Atas Bukittingi yang tak jauh lokasinya dari Jam Gadang.

Tak hanya itu, Bukittinggi juga memiliki Pasar Los Lambuang yang menjadi surga nasi kapau. Juga itik lado mudo di Ngarai Sianok. Dari booklet Atraksi Wisata Lebaran Sumatera Barat yang aku dapatkan, ada wisata dengan bendi (delman / kereta kuda) untuk mengelilingi kota.

Sejak di Palembang, sebelum berangkat mudik ke Padang, aku sama suami sudah merencanakan akan menginap di Bukittinggi. Tapi seperti biasa, kami menunda mem-fix-kan rencana karena khawatir ada perubahan kondisi yang terjadi saat di Padang. Apalagi, tujuan utama mudik adalah menghadiri pernikahan adik.

Ternyata rencana memang gagal karena perut si suami bermasalah setelah makan Sate Danguang-Danguang di Payakumbuh. Jadwal ke Bukittinggi pun meleset karena baru bisa berangkat siang hari. Kami juga punya rencana ke Istana Pagaruyung di Batusangkar. Harus ke dua daerah serta tak ada rencana menginap karena ada yang kerja keesokan harinya, membuat kami baru tiba di Bukittinggi sekitar pukul 5 sore.

Jam Gadang

Menara jam berwarna putih dengan pucuk layaknya atap khas rumah minang (atap bagonjong) menjadi salah satu pusat perhatian di Bukittinggi. Di sekitar menara jam ini terdapat taman yang cukup luas. Taman di sekitar Jam Gadang menjadi arena berkumpulnya masyarakat, ada yang berjualan makanan, mainan, bahkan jasa melukis wajah. Dari taman pula kita bisa melihat keindahan kota Bukittingi.

Jam Gadang selesai dibangun pada tahun 1926. Monumen setinggi 26 meter ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada sekretaris kota, HR Rook Maker. Jika diperhatikan lebih detil, ada satu hal yang menarik dari jam ini. Penulisan angka di dalam jam ditulis dalam angka romawi, namun angka 4 yang seharusnya ditulis ‘IV’ justru ditulis dengan ‘IIII’.

Banyak yang mengibaratkan Jam Gadang ini layaknya Big Ben di Inggris. Jam Gadang dan Big Ben memiliki kesamaan yaitu penggunaan mesin manual yang dibuat di pabrik Vortmann Recklinghausen, Jerman.

Tak jauh dari taman, terdapat Pasar Atas (Ateh) yang menjual aneka kain sulaman dan bordiran khas tanah minang. Sayangnya, Pasar Atas mengalami kebakaran sekitar Oktober 2017 lalu dan kini sedang dibangun kembali. Namun, pedagang masih bisa berjualan di kios-kios sementara yang dibangun.

Lokasi Jam Gadang juga dianggap menjadi pusat dari kota Bukittinggi atau titik nol kilometer Bukittinggi. Saat datang kemarin, sedang ada truk-truk besar yang membawa barang untuk perbaikan taman Jam Gadang. Semoga kalau ada kesempatan berkunjung kembali taman ini menjadi lebih indah.

***

Setelah menikmati sore di Jam Gadang, kami ingin mencoba nasi kapau di Pasar Los Lambuang. Pasar Los Lambuang tak hanya menjual nasi kapau, tapi ragam makanan khas minang lain seperti aiaka, cindua, dan lainnya.

Los Lambuang berada juga tak jauh dari Jam Gadang. Untuk menuju ke Los Lambung, kita dapat menyusuri lorong dari Pasar Atas. Karena kondisi Pasar Atas sedang diperbaiki, kita harus masuk dari area pasar yang samping (seberang Masjid Raya Bukittinggi). Lorong panjang akan kita lalui. Sayangnya, saat itu mulai banyak toko yang tutup atau membereskan dagangannya. Aku pun tak jadi lirik-lirik kain border khas Minang.

Ada satu tangga yang menurun membawa kita ke area luas dengan kios-kios bercorak biru dan putih. Baskom besar yang biasa menjadi wadah lauk terlihat tertumpuk. Ya, saat kami datang ke Los Lambuang, para pedagang mulai memberesi dagangannya. Kami pun gagal menikmati nasi kapau.

Los (Lorong) Lambuang (Lambung) memiliki makna lorong yang dapat mengisi lambung. Mungkin memang tujuannya adalah setelah kelelahan berbelanja di Pasar Atas atau Pasar Bawah (pasar yang menjual kebutuhan harian), kita mampir untuk mengisi lambung kembali agar mendapat energi.

Ngarai Sianok

Adik ipar pun mengajak kami ke Ngarai Sianok. Katanya, ada tempat enak untuk nongkrong, Rumah Pohon Abdul. Tapi harus segera karena tempat tersebut tutup pukul 20.00.

Ngarai Sianok berada di Kabupaten Agam. Menuju ke tempat tersebut diperlukan waktu sekitar 30 menit dari kota Bukittinggi. Wajar saja dibilang tutup pukul 8 malam, untuk menuju Rumah Pohon Abdul, jalan cukup kecil (muat 2 mobil) tapi berkelok-kelok dan penerangan pun minim.

Kuliner khas yang cukup terkenal di Ngarai Sianok adalah Itiak Lado Mudo. Beruntungnya menu ini juga ditawarkan di Restoran Rumah Pohon Abdul ini. Sebenarnya, restoran ini menawarkan panorama yang indah. Sayangnya, sudah terlalu gelap ketika kami datang.

***

Menurutku, cuma ke Bukittinggi di sore hari tanpa menginap itu jelas kurang sekali. Hanya sejenak di Bukittinggi jelas rugi, karena kota ini memiliki banyak pesona. Cobalah kalau berangkat dari pagi hari, kita bisa makan nasi kapau di Pasar Los Lambuang, lalu berbelanja di Pasar Atas untuk membeli oleh-oleh, mencoba wisata kota dengan bendi, mencari makan siang di Ngarai Sianok, lalu berkeliling kembali di kota melihat Lubang Jepang, Benteng Fort de Kock, atau Rumah Kelahiran Bung Hatta. Jika ingin bereksplorasi ke Kabupaten Agam (yang menjadi kabupaten dari daerah Ngarai Sianok) pun kita bisa melakukannya di sore hari. Ada Puncak Lawang yang menjadi lokasi untuk menikmati Danau Maninjau.

baca juga : Puncak Lawang, Danau Maninjau, dan Kelok 44

Tentu saja, Bukittinggi masuk daftar wajib untuk dikunjungi ulang kalau aku mudik ke Sumatera Barat. Tapi, sebisa mungkin hindari menghampiri Bukittinggi di akhir pekan atau libur Lebaran. Karena macetnya ga nahan. Tahun lalu kami memutuskan batal ke Bukittinggi karena kapok terkena macet yang hampir bikin semalaman di jalan.

Tetap Asyik Konsumsi Susu Kental Manis

Sekitar awal Juli lalu, whatsapp grup yang aku ikuti banyak membahas tentang Susu Kental Manis (SKM) yang katanya gak mengandung susu. Apalagi di sosial media seperti Twitter, hal itu dibuat becandaan kayak susu kental manis ga ada susunya seperti janjimu kepadaku : PALSU!

Waktu awal-awal jadi ibu, aku pernah ikut kelas untuk belajar tentang menyusui dan pentingnya ASI, pembicaranya saat itu sempat menceritakan sekilas tentang bahaya susu kental manis untuk anak.  Susu kental manis banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia mengingat harganya yang relatif lebih murah dibanding susu bubuk. Padahal, kandungan gula di susu kental manis cukup tinggi. Mengonsumsi gula secara berlebihan tentu tak baik untuk tubuh. Diabetes, obesitas, atau gigi yang rusak bisa menjadi dampak buruk susu kental manis bagi tubuh, jika dikonsumsi secara berlebihan.

Penggunaan susu kental manis yang dianjurkan adalah mencampurnya dengan bahan makanan lain, bukan dikonsumsi dengan melarutkan ke air lalu diminum layaknya mencampurkan susu bubuk ke dalam air. Jadi memang selama ini ada iklan-iklan yang menunjukkan hal tersebut sehingga ditegur dan keluarlah edaran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang ditanggapi cukup heboh oleh netizen.

Jadi, susu kental manis itu masih boleh kok dikonsumsi. Berikut ini beberapa cara mengolah susu kental manis agar tetap asyik dikonsumsi:

  1. Dijadikan campuran untuk kue

Susu kental manis disarankan untuk dicampur dengan bahan makanan lain. Salah satu proses yang sering terjadi dalam pencampuran ini adalah dalam masakan kue atau cake.

Beberapa jenis kue dan cake yang bisa dibuat dengan campuran susu kental manis antara lain adalah cotton cake, egg tart, cookies, sarikaya dan banyak lagi.

Cheese cake – sumber : pixabay

Manfaat susu kental manis lainnya dalam baking atau memasak kue atau cake adalah bisa terjaganya emulsi margarin agar tetap utuh meski dilelehkan.

  1. Dicampur sebagai topping

Campuran buah yang tak terlalu manis seperti alpukat dengan susu kental manis rasanya enak sekali. Namun terkadang kita terlalu banyak menggunakan susu kental manis bahkan ditambah gula juga. Ini yang jelas kurang baik.

Lalu, campuran buah dengan susu kental manis yang asyik bagaimana? Jadikan saja susu kental manis sebagai topping es buah, es campur, atau salad buah. Untuk salad buah, susu kental manis dapat dicampur dengan keju jadi rasa manis sedikit berkurang.

Minuman yang agak pahit seperti olahan kopi juga pas bila diberikan topping susu kental manis.

  1. Topping untuk martabak

Ini sebenarnya sudah umum. Bagi penyuka martabak manis konvensional alias isinya keju, coklat, kacang, atau jagung, tentu mengetahui kalau ada campuran susu kental  manis dalam isian martabaknya.

Susu kental manis di martabak akan mengurangi rasa asin martabak yang diperoleh dari lelehan butter dalam adonan.

Selain martabak, kue-kue basah yang cenderung asin juga cocok menggunakan susu kental manis.

Yang disarankan untuk dihindari adalah mengonsumsi susu kental manis secara langsung atau menyeduhnya dengan air lalu meminumnya. Tapi, susu kental manis tetap boleh dikonsumsi selama dicampurkan dengan bahan makanan lain dan jumlahnya tidak berlebihan.

Membuat Website Bisnis dengan Mudah

Beberapa waktu lalu saya sempat ikut pelatihan gratis Google Women Will dan Google Gapura Digital. Di Google Gapura Digital, kita diajarkan untuk lebih bisa membangun bisnis di era digital ini.

Beberapa orang mulai membangun bisnis  dengan mengawali mulai dari riset pasar, mencari nama yang sesuai dan menarik, lalu membuat social media atau toko di marketplace jika produk kita berupa barang. Tentu dalam berusaha kita tidak boleh berpuas diri, walaupun mungkin sudah stabil di zona nyaman berjualan sekarang, tak ada salahnya kalau kita menambah lini baru dalam pemasaran melalui website resmi untuk mengenalkan bisnis yang kita tawarkan.

Website untuk bisnis kita, kenapa engga?

Untuk membangun website pada zaman sekarang cenderung lebih mudah. Karena banyak penyedia layanan yang membantu dalam pembuatan website.  Walaupun begitu kalau kita ingin lebih menghemat dalam pengeluaran biaya sekaligus agar lebih membuat tampilan website yang sesuai dengan keinginan, kita bisa belajar sendiri. Salah satu yang wajib diketahui dalam membuat website sendiri adalah domain dan hosting.

Domain

Domain adalah alamat untuk website kita. Layaknya bisnis kita yang punya nama di social media maupun marketplace, ada baiknya domain untuk website disamakan dengan nama bisnis. Contoh dari domain adalah bederupbocah.com atau hostinger.co.id

Hosting

Hosting bisa diibaratkan rumah yang dimiliki. Karena domain menunjukkan alamat, tentu butuh rumah sebagai wujud alamat tersebut (website).   Hosting ini yang akan menjadi tempat kita menyimpan informasi, file, atau bahkan database (baik berupa tulisan, gambar, script, video, dll) yang ingin ditampilkan di website.

Lalu setelah mengenal domain dan hosting apa yang diperlukan?

Setelah kita memiliki calon nama yang ingin kita daftarkan sebagai domain, kita bisa mencari penyedia layanan yang menjual domain dan hosting sekaligus. Untuk bisnis, sangat disarankan memilih domain dengan akhiran .com karena umumnya lebih mudah diingat, lebih popular, pendaftaran murah, dan lebih menggambarkan website bisnis.

Setelah memiliki domain yang cocok serta tersedia, kita harus mendaftarkan nama domain ke domain registrar, contohnya Hostinger. Setelah itu kita juga bisa membeli hosting yang sesuai. Salah satu penyedia layanan hosting yang saya rekomendasikan untuk website bisnis adalah Hostinger. Pertimbangan saya antara lain adalah:

  1. Gratis Website Builder

Karena ceritanya saya ingin belajar membuat website bisnis sendiri, saya mencari layanan yang menawarkan website builder.  Jadi saya bisa belajar membuat website secara mudah karena sudah ada template website gratis dengan tampilan professional. Kita pun cukup menggunakan fitur drag & drop sehingga website bisa lebih menarik dan mudah diakses.

website builder Hostinger

Templatenya kece-kece, tinggal pilih atur-atur deh

  1. Ada Fitur Web Hosting Unlimited
    Namanya juga website bisnis, apalagi untuk mempromosikan produk yang kita tawarkan, tentu data yang ingin kita simpan dan tampilkan di website cukup banyak. Nah, adanya hosting yang unlimited tentu akan membantu kita dalam menyimpan data tersebut sehingga tetap mudah diakses publik.Web hosting unmetered & unlimited yang ditawarkan Hostinger dilengkapi dengan fitur cloud kualitas premium. Paket hosting Premium & Bisnis menawarkan SSD disk space & bandwidth unlimited. Bahkan dengan web hosting Indonesia ini, kita tak hanya bisa membuat website dengan database MySQL saja, tetapi juga akun Email dan user FTP.

    paket web hosting Hostinger

    Tuh pilihan web hosting yang ditawarkan, yang premium murah loh

  2. Harga Web Hosting yang Murah
    Tentu kita selalu ingin mengeluarkan biaya yang lebih sedikit namun bisa memberikan hasil yang besar. Hostinger termasuk dalam penyedia layanan hosting murah, tentu tidak murahan jika melihat ada 2 alasan saya sebelumnya. Bahkan, Hostinger ini menjadi pelopor penyedia layanan hosting murah di Indonesia. Harganya cukup terjangkau dengan kualitas premium bahkan ada jaminan 30 hari uang kembali.
  3. Terbaik dalam Pelayanan
    Selama empat tahun ini, pelayanan Hostinger juga terjamin kualitasnya. Secara kualitas tak perlu diragukan apa yang ada mulai dari fitur premium cloud, jaminan uptime server 99%, serta biaya resource web hosting terjangkau. Nah, secara pelayanan, tim Hostinger siap sedia selama 24 jam per hari. Jadi kalau ada pertanyaan baik sebelum membeli maupun sesudah membeli web hosting, tim Customer Successnya siap membantu.
  4. Gratis Nama Domain
    Untuk bisnis dengan domain akhiran .com (misalnya bederupbocah.com), kita perlu membayar harga domain tersebut. Namun, kalau membeli domain sekaligus hosting di Hostinger, kita bisa mendapatkannya secara gratis. Hostinger adalah registrar domain termurah yang telah terverifikasi ICANN. Lebih hemat bukan?

 

Nah, kalau sudah siap membangun website bisnis, ga ada salahnya langsung menuju Hostinger.co.id karena ada layanan hosting murah dan berkualitas di sana. Gak usah ragu sama fasilitas, fitur, dan harga yang ditawarkan.