DonasiKu dan OBA, Ragam Alfamart Membangun Masyarakat

“Halo, Daffa dari mana?” tanya saya pada anak tetangga.
“Jajan di Alfamart, tante” jawab Daffa dengan polos sambil menunjukkan plastik kecil dengan logo Alfamart berwarna merah.

Mendengar kata Alfamart, Mahira, anak saya saya pun langsung menirukan “Amat, Amat, Jajan, EsKim”. Wah, minta jatah dia ini. Saya pun mengajaknya jalan ke Alfamart di area depan komplek sekalian jalan sore. Kebetulan stok Promina Puff, jajanan favorit Mahira, sedang habis dan menurut katalog promo yang saya lihat di aplikasi Shopfully juga sedang ada promo.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Sesampainya di Alfamart saya melihat sebuah poster yang dipasang berisi informasi laporan DonasiKu Alfamart. Alfamart telah menyalurkan donasi dari pelanggan melalui beberapa program seperti bantuan perlengkapan sekolah, bantuan kaca mata, dan lain-lain. Bantuan ini diserahkan di beberapa daerah di Indonesia. Jadi penasaran, di Palembang ada ga ya?

Mari kita berkenalan lagi dengan program Donasi dari Alfamart.
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Donasi Alfamart (DonasiKu) merupakan salah satu bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart). DonasiKu mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program sosial dan pendidikan yang diperuntukkan untuk membantu masyarakat. Pelanggan Alfamart dapat melakukan donasi secara sukarela melalui kasir yang umumnya ditawarkan oleh kasir saat melakukan pembayaraan. Informasi rencana program penyaluran DonasiKu biasanya tertera di dekat komputer yang dilakukan kasir untuk transaksi, sehingga pelanggan berhak memilih untuk melakukan donasi atau tidak. Tak ada paksaan. Sementara itu, laporan DonasiKu Alfamart akan ditampilkan melalui poster yang ditempelkan di salah satu dinding Alfamart. Jika ingin melihat program maupun laporan secara jelas, dapat juga diakses melalui website resmi Alfamart.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Untuk area Palembang sendiri, Alfamart cabang Palembang telah menyalurkan donasi dari pelanggan melalui beberapa program untuk masyarakat seperti perlengkapan sekolah dan sepatu sekolah layak untuk para pelajar, perbaikan jembatan untuk para warga agar aman dilintasi, sembako untuk masyarakat, serta alat bantu untuk penyandang disabilitas.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Salah satu daerah yang menerima donasi berupa perbaikan jembatan adalah kawasan Mariana. Sebagai Lurah Mariana, Bapak Al Musa mengatakan bahwa dengan adanya jembatan yang layak, aktivitas warga semakin dimudahkan.

Melalui program DonasiKu, Alfamart tidak hanya melakukan filantropi kepada masyarakat yang membutuhkan melalui donasi atau pembangunan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan awareness masyarakat lainnya untuk meningkatkan rasa empati dan simpati dan keinginan untuk berbagi kepada orang lain. Tentunya CSR yang dilakukan oleh Alfamart juga melakukan bentuk tanggung jawab perusahaan kepada pelanggan dan masyarakat Alfamart serta lingkungan. Pembangunan untuk masyarakat dan lingkungan tentu diharapkan akan memudahkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas dan secara jangka panjang dapat meningkatkan perekonomian rakyat.

Memiliki visi “berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil”, Alfamart juga memiliki program CSR lainnya berupa Outlet Binaan Alfamart (OBA). Program ini merupakan bentuk tanggung jawab Alfamart dari kegiatan operasional yang dilakukan Alfamart terhadap lingkungannya. Selama ini, banyak yang memandang kehadiran minimarket ritel modern seperti Alfamart akan mematikan pengusaha ritel tradisional atau warung-warung kecil yang sebelumnya tumbuh. Alfamart memiliki keinginan untuk maju bersama pengusaha warung tradisional melalui program OBA ini.

Pengusaha warung tradisional dapat bergabung menjadi member program Outlet Binaan Alfamart (OBA). Para member OBA akan memperoleh fasilitas seperti konsultasi / pelatihan terkait bisnis, operasional warung, penggunaan sistem dan aplikasi ritel sederhana, mendapatkan pasokan barang dengan harga yang dapat dijual kembali dengan keuntungan wajar, serta pengembangan usaha ke arah bisnis.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Para pemilik warung yang telah bergabung menjadi Member OBA, memiliki kesempatan untuk mempercantik tampilan warungnya. Salah satu member OBA yang telah merasakan peningkatan tampilan dari warung tradisionalnya adalah Ibu Rokhiati. Warung tradisional miliknya yang berada di sebelah Alfamart Inspektur Marzuki Palembang, telah di dress up sehingga tak kalah menarik dengan Alfamart yang berada di sebelahnya. Tak hanya tampilan luarnya saja yang dipercantik, para petugas Alfamart pun ikut menyusun ulang barang dagangan yang dijual sehingga lebih “eye-catching”.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Melalui Program OBA ini, Alfamart berkeinginan agar para pedagang dapat mengelola warung dengan baik dengan memenuhi kebutuhan barang dagangan melalui produk dan jasa yang berkualitas dengan harga terbaik. Secara jangka panjang, Alfamart ingin membuka peluang bagi wirausahawan baru di bidang retail untuk masyarakat luas.

Sudah sewajarnya sebuah perusahaan melakukan tanggung jawab sosial kepada masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Karena tentu saja ada dampak yang ditimbulkan dari aktivitas operasional yang dilakukan. Alfamart telah mencoba merangkul masyarakat khususnya yang menjadi pelanggan, dengan menanamkan nilai kebaikan berupa keinginan berbagi. Kepada lingkungan, Alfamart telah lebih peduli kepada UMKM dan memperintah tata ruang kota. CSR adalah salah satu cara perusahaan membangun masyarakat secara berkelanjutan dan program CSR Alfamart telah menjadi bagian dari hal tersebut.


ps. sumber gambar kegiatan donasi didapatkan dari Alfamart. 
Untuk info lainnya tentang promo dan kegiatan Alfamart dapat dilihat melalui website, facebook, twitter, instagram, dan youtube Alfamart.

[Review] Menumbing Heritage Hotel, Penginapan dengan Bangunan Bersejarah di Pangkal Pinang

Di tahun 2017, beberapa kali saya melihat sponsored post di Instagram tentang adanya promosi sebuah hotel di Pangkal Pinang. Saya pun beberapa kali melirik akun instagram Menumbing Heritage Hotel ini.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Melihat desain hotel yang klasik sangat menarik perhatian saya. Mumpung libur long weekend banyak di bulan Desember 2017, saya coba membooking kamar dan dapatlah kita di tanggal 23 – 25 Desember 2017. Baru setelah itu saya merencanakan libur ke Bangka. Hehehe.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Menumbing Heritage Hotel adalah sebuah hotel yang bisa dibilang baru di Pangkal Pinang. Berlokasi di Jalan Gereja, Pangkal Pinang, hotel ini berada di pusat kota secara persisnya ada di dekat sebuah pasar. Jika dihitung jaraknya dari Bandara Depati Amir, berkisar 9km dan dapat ditempuh sekitar 20 menit. Ketika pertama kali datang ke hotel ini, saya merasakan masuk ke dalam sebuah benteng. Menumbing Heritage Hotel seperti sebuah bangunan yang berbeda dibandingkan bangunan lain di sekitar dan terlihat tertutup bagian dalamnya.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Desain bangunan tua yang diperbaharui sangat terasa ketika memasuki halaman Menumbing Heritage Hotel. Jendela dan pintu besar juga menambah kesan bangunan tua. Sentuhan modern terasaa melalui warna putih terang mendominasi bangunan sementara lantainya berkeramik warna hitam putih.  Jika membaca sejarah yang tertulis di salah satu bagian dinding bangunan hotel ini, Menumbing Heritage dulunya adalah markas militer sebelum dijadikan hotel pada tahun 1980 oleh Bapak Ishak Boentaran. Pada tahun 2012 dimulai rekonstruksi hotel sampai menjadi hotel yang lebih modern namun tetap bersejarah bahkan menjadi ikon dari kota Pangkal Pinang pada saat ini.

 

Sebuah penunjuk tanggal dengan desain kuno terpampang di meja resepsionis. Di sebelah ruangan resepsionis terdapat ruangan business center dengan meja besar layaknya meja untuk rapat dan rak penuh buku-buku. Pelayanan yang diberikan oleh resepsionis sangat ramah dan cepat. Sebelumnya, saya sempat menelepon hotel ini beberapa hari sebelumnya karena berdasarkan petunjuk di Traveloka, akan lebih baik menelepon hotel dahulu sehari sebelum cek in. Setelah meminjamkan KTP dan mengisi data tamu, saya pun menuju ke kamar. Oh ya, di hotel ini saya tidak diminta untuk melakukan deposit dana terlebih dahulu. Seperti hotel lainnya, waktu check in dimulai pada pukul 14.00 dan check-out paling lama pada pukul 12.00.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Saat berjalan menuju kamar, saya melihat interior hotel yang dipenuhi oleh foto-foto tua dengan bingkai yang besar. Di dekat lift terdapat jejeran kebaya encim dibingkai rapi sebagai cerminan adanya pengaruh budaya Tionghoa di Bangka. Yang menarik dari hotel ini adalah lift yang memiliki pintu kaca layaknya pintu sebuah ruangan. Kita harus membuka pintu lift dengan menariknya, bukan pintu geser otomatis yang biasa ditemui di lift pada hotel atau bangunan lain. Tenang, ada sensor pastinya agar tetap aman. Sebuah tulisan menjelaskan kalau memang lift didesain khusus untuk bangunan ini. Sempat saya bersama pengunjung lain yang mengungkapkan bahwa lift ini bukan untuk orang, tapi untuk barang. Saya pun hanya tersenyum saat mendengarnya. Semua hotel memang punya keunikan sendiri, termasuk Menumbing Heritage yang memiliki lift unik.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Saya mendapatkan kamar 214, tipe Superior (sebenarnya yang paling standar di hotel ini) dengan kisaran harga 400.000. Sempat membandingkan antara booking langsung di web hotel dengan menggunakan kode diskon versus booking di Traveloka ternyata harganya mirip-mirip. Tipe superior ini memiliki luasan kira-kira 20 m2 dengan sebuah single bed besar (tipe queen) serta sebuah meja kerja lengkap dengan kursinya. Di salah satu sisi juga terdapat rak tinggi yang berisi deposit box, cooler (mini bar gratis berupa teh kotak merek teh botol sosro), air mineral, serta cangkir dan heater lengkap dengan kopi sachet dan teh yang dapat diseduh sendiri. Pada tempat tidurnya sendiri disediakan 2 pasang bantal, sehingga cukup untuk perang bantal, eh. Wi-fi terdapat di setiap lantai dan koneksi cukup cepat. Televisi yang menempel di dinding dan menghadap tempat tidur menawarkan aneka channel lokal dan internasional untuk memanjakan tamu yang ingin bersantai di kasur sambil nonton tv layaknya di rumah.

Nuansa putih terang kembali terasa saat memasuki kamar mandi. Terdapat area terpisah (ada pembatas khusus) untuk mandi dengan shower , wastafel, dan closet duduk. Perlengkapan mandi mulai dari sikat gigi, bath foam, shampoo, sabun batangan, shower cap, dan shaving kit pun tersedia di dekat cermin di atas wastafel. Oh iya, cermin hanya bisa ditemui di kamar mandi saja ya. Saat mencoba air panasnya, cukup cepat ‘loading‘nya untuk menjadi hangat atau sesuai suhu yang diinginkan. Sedikit minus yang ditemui adalah air di wastafel agak lama turun, sedikit mudah tergenang. Selebihnya nyaman-nyaman saja. Handuk diberikan 2 pasang dengan kondisi yang bersih.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Di sisi lain bangunan hotel, terdapat bangunan yang difungsikan sebagai Menumbing Resto & Bar. Nuansa di restoran ini dipenuhi oleh warna monokrom mulai dari lantai sampai dengan meja dan kursi. Kolam renang terdapat di sebelah restoran dengan pilihan kedalaman mulai dari 1 meter, 1.5 meter, hingga 2.2 meter. Ada pula kolam anak dan yang bagusnya terdapat pembatas yang jelas antara kolam anak dengan kolam untuk dewasa (atau yang memiliki kedalaman lebih dari 1 meter). Mahira berenang 2 kali, di sore hari dan di pagi hari. Bahkan ia tak fokus sarapan karena melihat kolam renang terus sambil mengkode ingin berenang.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Sarapan di Menumbing Heritage Hotel cukup variatif. Terdapat area khusus makanan ‘berat’ seperti nasi goreng, nasi uduk, dan aneka lauk. Di area yang sama terdapat pula station Mie Bangka, Roti Panggang khas Bangka & Waffle dengan aneka rasa, serta Egg Station. Petugas dapur ini siap melayani pemesanan menu tersebut. Di area lainnya, terdapat meja yang menghidangkan salad, sereal, roti tawar dan berbagai selai, pastry, buah, serta beberapa minuman seperti jus nanas, air mineral, dan susu kedelai. Untuk cita rasanya sendiri, saya sangat senang dengan Mie Bangka. Sebenarnya mirip dengan mie ayam di Palembang sih, tapi rasanya lebih sedap kuahnya karena bawangnya lebih terasa. Apalagi kalau ada tambahan pangsit dan cakwe.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Karena saat liburan kemarin bertepatan dengan libur perayaan hari natal, Menumbing Heritage Hotel pun didekorasi dengan hiasan khas natal seperti adanya pohon natal yang berdiri di ruang lobby (atau ruang tamu) lantai 1. Di dinding ruangan tersebut terdapat sebuah perapian kecil yang membuat saya penasaran apakan display digital atau bukan. Dinding lainnya terdapat peta Pulau Bangka. Selain lift terdapat pula tangga kayu yang menghubungkan antar lantai. Di lantai 2 juga terdapat area duduk-duduk dengan sofa besar panjang yang tentu saja cocok untuk berfoto.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Walaupun bangunan Menumbing Heritage Hotel berasal dari bangunan tua, kesan modern lebih mendominasi di hotel ini. Kerapian dan kebersihan hotel pun terjaga. Pelayanan yang saya rasakan juga baik, pantas saja hotel ini meraih penghargaan dari Traveloka dan Trip Advisor. Menumbing Heritage Hotel cocok untuk liburan keluarga. Bagi penikmat suasana tenang, hotel ini layak dipilih. Bagi yang suka melancong ke pasar, di sekitar hotel juga ada pasar tradisional yang bisa didatangi dengan berjalan kaki. Menumbing Heritage Hotel cocok untuk liburan keluarga maupun bersama teman-teman atau rombongan. Sebuah paket lengkap, area untuk berfoto yang bagus, makanan yang nikmat, dan tentu pelayanan yang ramah. Excellent.

Bagi yang ingin melihat detail dari Menumbing Heritage Hotel, bisa mengecek website maupun instagram resmi dari Menumbing Heritage Hotel.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Menjejak Dieng Negeri di Atas Awan, Tempatnya Para Dewa

Sebagai keluarga perantauan, mudik menjadi saat-saat yang menyenangkan karena kita bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Biasanya, kita akan bernostalgia dengan kampung halaman atau mungkin hanya bersantai di rumah saking kangennya sama keluarga. Rasanya ketika mudik malah ke luar rumah untuk bermain rasanya agak gimana gitu, gak enak sama keluarga. Hal itu pun biasanya saya lakukan. Kalau mudik ke Purbalingga, paling main cuma ke Purwokerto yang kurang lebih ditempuh dalam waktu 30 menit.

Biasanya mudik dilakukan di waktu tertentu seperti lebaran atau liburan sekolah. Namun, waktu-waktu tersebut biasanya jadi momen ‘rebutan’ cuti dengan rekan kerja lainnya. Berhubung anak belum sekolah, saya dan suami biasanya mengambil jatah cuti bukan saat liburan sekolah. Sayangnya, hal ini jadi gak sinkron sama kondisi di rumah. Ibu masih mengantar adik ke sekolah, keponakan juga masih sekolah. Akibatnya, di rumah jadi sepi dan malah pengen main-main ke luar rumah.

Sebenarnya di daerah Purbalingga sendiri banyak wisata alam seperti curug, kebun strawberry, atau tempat lainnya. Bisa cek di instagram Wisata Purbalingga ini. Tapi, saya pengen mencoba ke tempat lain. Setelah labil mau ke pantai di Cilacap atau daerah gunung di area Banjarnegara dan Wonosobo, akhirnya kami memutuskan ke Dieng saja karena Bojo pengen makan Mie Ongklok di Wonosobo.

***

Dieng, Negeri di Atas Awan

Dataran Tinggi Dieng, sering dikenal dengan nama Dieng saja, adalah salah satu kawasan yang berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Kawasan Dieng ini masih merupakan kawasan vulkanik (gunung berapi) aktif. Di pertengahan bulan September lalu, Kawah Sileri, salah satu kawah di Dieng sempat dinyatakan sedang aktif dan memiliki status waspada.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Jarak Purbalingga ke Dieng sekitar 90 km, kurang lebih 2 jam perjalanan dengan mobil yang kami tempuh melalui jalur arah Banjarnegara. Untuk wisatawan lain, menuju Dieng jika dari Jakarta dapat menggunakan kereta melalui Purwokerto lalu dilanjut bis ke arah Wonosobo. Bisa juga bis langsung menuju Wonosobo dari Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung. Suguhan alam asri khas pegunungan dengan sawah yang membentang akan tampak saat mendekati Dieng. Jalanan memang berkelak kelok naik, namun tak terlalu membuat pusing atau tak nyaman di kendaraan.

Dataran Tinggi Dieng memiliki ketinggian 2.093 mdpl dan berasal dari bahasa sansekerta yaitu ‘Di’ yang memiliki arti tempat tinggi dan ‘Hyang’ yang memiliki arti kayangan. DiHyang alias Dieng dapat diartikan sebagai tempat tinggi untuk dewa dan dewi tinggal. Begitu memasuki kawasan Dieng, rasanya hawa dingin semakin terasa. Sempat saya mematikan Air Conditioner (AC) di mobil dan membuka jendela untuk menikmati udara segar khas pegunungan.

Kawasan Wisata Dieng memiliki beberapa tempat yang dapat dituju untuk melihat keindahan alam seperti kawah untuk melihat aktivitas vulkanik (Candradimuka, Sibanteng, Siglagah, Sikendang, Sikidang, Sileri, Sinila, dan Timbang), Telaga atau danau (Telaga Warna, Telaga Cebong, Telaga Merdada, Telaga Pengilon, Telaga Dringo, dan Telaga Nila), Gunung di sekitar yang dapat dinaiki sampai puncak ( Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Prau, Gunung Pakuwaja, Gunung Sikunir), serta kawasan candi untuk wisata sejarah (Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra, Candi Dwarawati, Candi Bima, dan Candi Gatotkaca). Awalnya ibu saya sempat menyarankan, kalau ingin melihat matahari terbit, lebih baik menginap di kawasan Dieng lalu sekitar jam 3 pagi ke arah Gunung Sikunir. Hanya saja mengingat anak yang masih 1,3 tahun rasanya hal itu terlalu memaksakan. Akhirnya, hanya beberapa area saja yang kami datangi di Dieng ini.

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang termasuk daerah yang paling mudah dikunjungi dan dicapai karena medannya tidak terlalu berat. Saat saya datang, rombongan wisatawan asing juga datang dengan menggunakan bis. Sebelum memasuki area Kawah Sikidang ini, kita memasuki pasar yang berisi oleh-oleh khas Dieng seperti krupuk kentang, carica, purwaceng, serta sayuran khas Dieng seperti cabai dan kentang.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Bagi yang memiliki minat terhadap fenomena alam dan sains tentu akan sangat senang berkunjung ke kawah inikarena dapat melihat aktivitas vulkanik secara langsung. Hal lain yang bisa dilakukan adalah menyusuri kawah dengan jalan kaki atau motor trail. Ada juga beberapa spot untuk foto-foto namun rasanya justru tidak menambah keindahan kawasan ini.

Komplek Candi Arjuna

Komplek Candi Arjuna berada di satu kawasan yang searah dengan Kawah Sikidang. Komplek candi ini terdiri dari beberapa candi yaitu Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra, Candi Dwarawati, Candi Bima, dan Candi Gatotkaca yang merupakan candi-candi Hindu.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Secara arsitektur, candi di kawasan ini cenderung sederhana dan ukurannya tak terlalu besar. Di kawasan ini terdapat hamparan halaman yang luas yang bisa kita gunakan untuk bersantai karena dari area pintu masuk kawasan candi sampai area candinya sendiri kita perlu jalan sekitar 5 menit. Tiket masuk kawasan Candi Arjuna dan Kawah Sikidang hanya Rp 15.000,- saja. Cukup murah ya.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat di Dieng

Dieng merupakan daerah kawasan dataran tinggi. Tentunya, suhu dingin akan sangat terasa di daerah ini. Oleh karena itu, akan lebih baik jika membawa jaket untuk mengurangi rasa dingin, apalagi kalau bawa anak kecil, kita akan cenderung lebih memberi proteksi lebih untuk mereka.

Karena kawasan kawah Dieng masih cukup aktif dan mengandung belerang, ada baiknya kita memakai masker. Tenang, di area kawah ada penjual masker kok. Kita bisa membeli dengan harga yang cukup terjangkau.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Dieng memiliki kentang dan sayuran khas. Kentang Dieng berukuran kecil-kecil. Harga per bungkus cukup murah, sekitar 10.000 rupiah. Rasanya tak perlu menawar lagi, apalagi kalau melihat penjualnya adalah nenek-nenek 🙂 Kentang khas Dieng ini berbeda dengan kentang rendang walaupun ukurannya mirip. Saya biasanya mengolah dengan cara mengukus, lalu ditumis dengan butter, bawang, seledri, serta sedikit garam dan lada. Oleh-oleh lain yang bisa dibeli adalah manisan carica (buah khas Dieng), aneka kripik dan krupuk, edelweis, dan banyak lagi.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Di sekitar Dieng terdapat penginapan. Banyak homestay di sepanjang jalan menuju kawasan wisata Dieng.

Menuju Wonosobo untuk Makan Mie Ongklok
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Mie Ongklok menjadi salah satu kuliner wajib ketika berkunjung ke Dieng. Mie Ongklok yang menjadi favorit banyak orang, termasuk saya adalah Mie Ongklok Longkrang di Wonosobo. Sebenarnya Mie Ongklok juga bisa ditemui di sekitar kota Banjarnegara, hanya saja cita rasa kuahnya berbeda. Mie Ongklok Longkrang yang konon sudah ada sejak tahun 1975 ini sudah masuk dalam rekomendasi Trip Advisor juga.

Mie ongklok adalah mie dengan kuah kental yang lezat. Mie kuningnya cukup lembut dan kuahnya pun sangat lezat dan hangat. Cocok untuk udara Wonosobo yang dingin. Kuah kental berwarna coklat tersebut berasal dari tepung tapioka dan diolah dengan campuran sayur kol. Rasanya cenderung manis gurih. Sajian lain yang ditawarkan untuk menemani makan mie ongklok adalah Sate Daging Sapi. Irisan daging sapinya tak terlalu besar dengan kuah pendamping kuah kacang yang sangat halus. Selain itu ada juga tempe kemul alias tempe selimut. Ya, kemul artinya selimut dalam Bahasa Jawa. Tempe kemul memiliki irisan tempe yang tipis, namun tepung yang banyak dan kering dengan taburan potongan daun kucai.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

 

Mie Ongklok Longkrang ini dapat dibawa pulang dan jika ingin menikmati di rumah, cara menghangatkannya cukup unik. Yang dihangatkan adalah mienya bukan kuahnya. Mie kuningnya biasa dibungkus dalam plastik, lalu plastiknya kita bolongi dengan garpu dan dimasukkan ke dalam air panas atau air hangat. Setelah itu mie dapat dicampurkan dengan kuah dan kuahnya juga akan menjadi hangat juga lalu siap dinikmati. Tempe kemul juga wajib dibawa pulang untuk teman ngemil sepanjang perjalanan Wonosobo – Purbalingga.

***

Setelah pulang ke Purbalingga, terdapat penyesalan sedikit karena saya tidak membawa pulang kentang Dieng cukup banyak. Semoga jika mudik lagi, saya berkesempatan mampir ke Dieng lagi. Ingin memborong kentang 🙂 Dieng memiliki banyak pesona bahkan ada event tahunan Dieng Culture Festival. Rasanya ingin kembali ke Dieng dan berkeliling ke area wisata yang lebih banyak lagi.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Bergabung Menjadi Outlet Binaan Alfamart, Menaikkan Kelas Warung Tradisional

Menjadi supir dan penumpang saat naik kendaraan itu tentu berbeda. Ketika menjadi supir, saya harus fokus melihat jalanan dan hati-hati. Sementara itu, ketika menjadi penumpang, saya bisa melihat apa yang ada di sekitar jalan yang dilewati. Beberapa waktu lalu, saat mengantar pengasuh pulang, saya melihat adanya warung dengan cat merah dan kuning, khas sebuah minimarket yang memiliki ikon lebah.

"Eh kok, kayak warna Alfamart ya?" pikir saya.

Iseng-iseng saya cari di google dengan keyword “Warung Alfamart” dan ternyata banyak informasi bahwa Alfamart memiliki program untuk pemberdayaan warung-warung tradisional. Aha, saya jadi ingat waktu kunjungan ke Alfamart Palembang saat kuliah dulu sekilas pernah dijelaskan juga.

Salah Satu Outlet Binaan Alfamart – Sumber : Detik Finance

***

Mengenal Program Outlet Binaan Alfamart

Kehadiran Alfamart sebagai minimarket modern pernah menjadi pro kontra. Untuk yang pro, tentu merasakan adanya kemudahan. Sementara yang kontra, biasanya karena merasa Alfamart mematikan usaha kecil seperti warung tradisional. Menyadari adanya stigma seperti itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) mencoba merangkul para pemilik warung tradisional dengan menjalankan sebuah program pemberdayaan warung tradisional atau disebut juga Program Outlet Binaan Alfamart (OBA). Melalui program ini, Alfamart mencoba bersinergi dengan warung tradisional, bahkan mencoba memberikan stimulus positif kepada usaha warung tradisional.

Program Outlet Binaan Alfamart (OBA) merupakan salah satu bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan. Program ini dilakukan sesuai visi perusahaan yaitu Berorientasi kepada Pemberdayaan Pengusaha Kecil. Alfamart berkeinginan untuk maju bersama para pedagang, toko, dan warung tradisional yang berada di sekitarnya.

Mempercantik Warung Bersama Alfamart

Warung yang bergabung menjadi member dalam program Outlet Binaan Alfamart (OBA) akan memperoleh fasilitas seperti konsultasi / pelatihan terkait bisnis, operasional warung, penggunaan sistem dan aplikasi ritel sederhana, mendapatkan pasokan barang dengan harga yang dapat dijual kembali dengan keuntungan wajar, serta pengembangan usaha ke arah bisnis. Bahkan, member OBA pun berkesempatan untuk mempercantik tampilan warungnya. Saat ini, telah lebih dari 47 ribu member OBA dan 1.500 warung yang di dress up oleh Alfamart.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Untuk para pemilik warung sendiri, menjadi Member OBA akan memeperoleh keuntungan seperti kemudahan mendapatkan barang dagangan, harga beli yang baik, hemat waktu dan biaya berbelanja, kualitas barang yang terjaga, pengantaran dari Alfamart yang tepat waktu, serta dapat menambah pengetahuan dalam mengelola usaha. Alfamart memberikan beberapa pelatihan seperti Manajemen Ritel, Layout Barang, Pengaturan stok, Pengelolaan Barang Dagang, dan Manajemen Keuangan.

Membangun Masyarakat Bersama Alfamart

Dalam merumuskan program Outlet Binaan Alfamart (OBA), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) tentu berkeinginan untuk memajukan masyarakat terlebih bagi pemilik warung tradisional. OBA memiliki tujuan agar para pedagang dapat mengelola warung dengan baik dengan memenuhi kebutuhan barang dagangan melalui produk dan jasa yang berkualitas dengan harga terbaik. Secara jangka panjang, Alfamart ingin membuka peluang bagi wirausahawan baru di bidang retail untuk masyarakat luas.

Tim Alfamart Membantu Warung Tradisional – Sumber : Okeinfo.net

Program ini tentu tak hanya bermanfaat untuk masyarakat yang memiliki warung tradisional, tapi juga untuk pemerintah karena secara berkelanjutan, Alfamart mendukung program peduli UMKM, meningkatkan keindahan tata ruang kota, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat perekonomian negara dengan menggerakkan sektor riil.

Jadi, kalau melihat ada warung tradisional dengan cat merah dan kuning, bisa jadi itu salah satu warung tradisional Outlet Binaan Alfamart yang telah di-dress up. Jangan ragu untuk mampir ya. Kalau punya warung dan belajar lebih dalam tentang usaha ritel, menjadi member OBA tentu bisa menguntungkan.


ps. sumber gambar kegiatan donasi didapatkan dari Alfamart. 
Untuk info lainnya tentang promo dan kegiatan Alfamart dapat dilihat melalui website, facebook, twitter, instagram, dan youtube Alfamart.

Bertamu ke Kantor Kementerian Sekretariat Negara

Beberapa waktu lalu, saya dihubungi seseorang via WhatsApp, sebuah undangan ke Kantor Kementerian Sekretariat Negara.

Hah? Ngapain ke Kantor SetNeg? Diterima PNS? 
Bukaaan.
Wawancara LPDP? 
Itu sih di kantor kementrian lain rasanya.
Trus ngapain?

Saya diundang sebagai narasumber Focus Group Discussion (FGD). Waduh! Kaget rasanya. Saya deg-degan campur galau gulana sejak hari Minggu itu. Pengen banget bisa ikutan, tapi cuti sudah habis. Sebenarnya menurut saya jawaban yang saya berikan kepada Bu Lasmi sudha mengiyakan, tapi saya ragu dapat ijin kalau undangan hanya via WhatsApp. Saya pun memohon untuk ada undangan resmi berbentuk surat sebagai dasar ijin ke kantor.

Kok bisa diundang?

Beberapa waktu lalu Kementrian Komunikasi & Informasi mengadakan acara SAIK 2017 dan ada kegiatan flashblogging. Alhamdulillah dapat Juara Harapan I, berkah rela cuti demi ikutan acara yang ada workshop bloggingnya juga. Saya pikir semua telah selesai ketika acara berakhir. Ternyata ada kejutan lain yang datang. Sebuah undangan untuk diskusi bersama Tim Komunikasi Presidem (TKP).

Baca juga : Flash Blogging Bersama Kemkominfo : Mari Mendukung Kemajuan Indonesia

Undangan resmi berupa surat yang dikirim via WhatsApp pun telah saya miliki. Dengan malu-malu mau saya menghadap ke atasan untuk ijin tidak masuk kerja, tapi karena undangan instansi pemerintah, saya ingin ijin dispensasi atau apalah sesuai ketentuan perusahaan. Ijin sana sini akhirnya didapat. Saya pun konfirmasi ke perwakilan TKP bahwa saya bisa hadir.

Ada pesan tambahan ternyata dari Bu Lasmi, “buat presentasi ya tentang Presiden Jokowi di Mata Blogger Indonesia”. Waduh, saya bingung lagi. Kalau nulis cerita panjang saya berani, kalau presentasi harus singkat terus juga ngomong, wah deg-degan deh.

Baca juga : Seharian Bolak Balik Palembang – Jakarta [Behind The Scene : Main Ke Kantor SetNeg]

Singkat cerita, Jum’at pagi saya berangkat ke Jakarta. Teman-teman dari Palembang yaitu Deddy Huang, Molly, dan Putri telah berangkat hari sebelumnya. Faktor ijin cuma sehari dan ga tega ninggal anak jadi pertimbangan saya berangkat paling pagi dan pulang hari itu juga. Sampai di Jakarta, saya mampir ke tempat teman-teman menginap. Istirahat bentar, lalu kami menikmati dulu Es Krim Ragusa sambil menghabiskan waktu menuju jam 13.00.

Kantor Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia berada di Jalan Veteran No. 17 – 18 Jakarta Pusat. Ada kok di Google Maps. Yang perlu dicatat adalah, jika ingin masuk ke Komplek Setneg, kita harus lewat Jalan Majapahit. Katanya, jalan ini memang hanya untuk yang akan masuk ke Komplek Setneg. Kalau asal lewat hati-hati kena tegur Pak Polisi 🙂

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

 

Kami berempat pun akhirnya menjejakkan kaki pertama kali di Kantor Kementrian Sekretariat Negara. Bu Lasmi yang menghubungi kami via WhatsApp pun menyambut kami dengan senyum. Bu Lasmi ini salah satu yang tergabung dalam Tim Komunikasi Presiden (TKP). Kami diajak menuju sebuah ruangan yang konon adalah ruang kerja Bapak Presiden Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia. Bangga? Jelas. Norak? Pasti. Kesempatan langka ini membuat kami pun saling berfoto bergantian di meja kerja Pak Harto.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Awalnya saya mengira akan bertemu dengan teman-teman dari daerah lainnya. Ternyata, teman-teman dari daerah lain sudah ada sesi sebelum kami dan mungkin kami jadi yang terakhir melakukan FGD setelah sebelumnya Makassar, Padang, Banjarmasin, dan Semarang sudah bergantian diskusi di hari sebelumnya. Ah, sayang sekali pikir saya. Semoga di lain waktu dapat bertemu dan berkenalan langsung dengan blogger dari berbagai daerah sehingga pertemanan tak hanya via blog atau aplikasi chatting saja.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Akhirnya tibalah saat yang ditunggu. Deg-degan parah dari sebelum berangkat ke Jakarta makin menjadi. Pak H. Andoko Darta datang dan menyampaikan permohonan maaf karena Bapak Sukardi Rinakit tak bisa datang dikarenakan ibu beliau sakit. Sebelumnya, ketika acara Flash Blogging di Palembang Pak Andoko juga memberikan materi bersama Pak Sukardi Rinakit.

Acara dimulai dengan perkenalan. Saya gugup parah sejak awal. Perasaan, duh apalah saya ini dibanding teman-teman kiri dan kanan saya memperparah keadaan. Faktor jarang ngomong di depan umum dan jarang presentasi memang jadi nilai minus yang saya rasakan.

Kami bergantian presentasi menyampaikan pandangan kami tentang Presiden Jokowi. Di sini saya menyadari pentingnya image branding. Koh Deddy membawakan materi pengalamannya sebagai Travel Blogger ke Indonesia Timur, Putri menyampaikan cerita tentang perjalanannya mengajar di Parigi Sulawesi Tengah, Molly menyampaikan harapan untuk kaum disabilitas, dan saya……bingung hehehe. Saya menyampaikan pandangan saya sebagai seorang ibu, istri, dan karyawan sebuah perusahaan.

Saya menyampaikan, tentang pandangan negatif yang terarah ke Presiden Jokowi sejak masa Pemilu 2014 lalu dan hal-hal lain yang sering disampaikan orang “Gara-gara Jokowi nih, blablabla…..”. Apakah semua salah Pak Presiden Jokowi? Menurut saya tidak.

  • Adanya hoax yang akhirnya memecah belah Indonesia bisa jadi disebabkan oleh tidak siapnya masyarakat dengan perkembangan teknologi dan kurangnya kesadaran membaca.
  • BPJS yang diprotes ribet dan lainnya, sebenarnya kan aturan SJSN sudah sejak tahun 2003, penerapannya saja baru dan sepertinya sih kaget-kaget semuanya termasuk tempat saya kerja yang harus merubah sistem pemeliharaan kesehatan.
  • E-KTP belum jadi? Ya kita tahu bahwa aturan tentang E-KTP sudah sejak lama dan ternyata ada kasus di baliknya.
  • Beberapa industri (contoh : ritel) mulai gulung tikar. Beberapa pakar bilang ini era disruptif, zaman sudah berubah. Pernah menyangka bahwa orang akan lebih memilih keliling dunia daripada beli rumah? Yang kita pikir kebutuhan pokok sandang, pangan, dan papan, ternyata sekarang ga gitu lagi.
  • Harga BBM sempat naik, bahkan ada yang merasa BBM subsidi hilang. Efeknya, harga BBM di Indonesia sama. Masyarakat di Indonesia Timur bisa merasakan harga BBM yang sama dengan di Jawa. Kalau isu subsidi hilang, mungkin ada pikiran di balik itu yang terkait juga dengan era disruptif, agar perusahaan lebih kreatif dan inovatif untuk bertahan di era seperti ini.

Saya menyampaikan juga, bahwa kalau ditanya pendapat tentang pemerintahan Jokowi gimana sih? Saya jawab jujur, mungkin jawabnya ya B Aja alias Biasa Aja. Belum terlalu kerasa. Tapi kan memang ini jangka panjang, baru setengah jalan dari 5 tahun masa pemerintahan.

Contoh nih, ada pembangunan Tol Trans Sumatra, ya ga mungkin langsung jadi. Dikira ini jaman Roro Jongrang? Tol Palembang-Indralaya saja baru satu seksi, tapi sudah cukup membantu sedikit menghindari macet. Saya jelas berharap segera selesai kalau bisa ada Palembang – Lampung, tapi, ya tahu diri prosesnya akan bertahap dan sambil berdoa juga, semoga cepat selesai.

Saya pribadi, sebagai generasi yang masih mengaku muda merasakan gaya komunikasi Pak Jokowi yang berbeda. Beliau bisa mendekatkan diri dengan rakyat melalui blusukan bahkan datang ke mall atau pasar dengan santai. Belum lagi urusan sosial media, Pak Jokowi bahkan nge-vlog yang terakhir saya tonton cerita beliau tentang satwa di Istana Bogor. Yang saya rasakan dari vlog itu? Ya Pak Jokowi itu sama kayak rakyat kebanyakan, ketika santai, ada kesenangan sendiri dan yang dilakukan pun sederhana. Belum lagi cerita tentang Pak Jokowi yang ditegur Bu Iriana karena kurang rapi, ini juga menjadi hal yang menarik bagi saya. Sebuah bentuk keromantisan dan keinginan seorang istri untuk melihat suaminya tampil sempurna di hadapan publik. Setelah itu dengan santainya beliau becanda lagi menanggapi teguran. Jujur, waktu nonton di berita, saya merasa terharu campur ketawa.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Terkait program kerja dan hal lain yang beliau lakukan di dalam negeri, saya merasakan adanya misi untuk membawa ke Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Ingat kan, di awal terpilihnya Pak Jokowi sebagai presiden, kita kerap mendengar “Revolusi Mental”. Saya coba melihat beberapa hal dari dua sisi. Contoh lagi nih, urusan BBM Premium yang dirasa hilang dan sekarang banyak dijual Pertalite. Ya mungkin ini bagian dari revolusi mental, biar masyarakat ga tergantung dengan subsidi dan pemerintah. Hal lain yang saya rasakan adalah pengenalan Indonesia ke seluruh warganya.

Program Pemerintah sudah diupayakan untuk Indonesia-sentris, artinya untuk seluruh Indonesia, tak hanya Jawa saja yang maju. Pak Jokowi melalui berbagai kesempatan berkunjung ke daerah-daerah dan mengenalkan pakaian adat daerah tertentu, yang mungkin kita sekarang ga tahu itu pakaian apa namanya. Saya juga menyampaikan apresiasi ketika Upacara Kemerdekaan 17 Agustus 2017 lalu para undangan memakai pakaian adat. Coba saya tanya, kapan terakhir kali pakai pakaian adat? Atau kenal tidak dengan pakaian adat daerah lain? Waktu nonton Detik-Detik Proklamasi dari tv rasanya wow, seru banget itu dan para undangan pun niat loh pakaiannya. Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika tuh gitu.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Setelah presentasi, kami diajak sharing tentang daerahnya. Sempat ada pertanyaan dari Pak Ando terkait situasi di Palembang apakah ada perpecahan yang dipengaruhi SARA atau tidak. Koh Deddy pun bahwa selama ini kondisinya cukup aman dan saya sendiri menambahkan, hal yang saya rasakan di Palembang dengan keberagamannya adalah seperti tak ada perbedaan. Coba deh main ke Palembang sekitar Perayaan Imlek atau Cap Go Meh. Tak hanya teman-teman Chinese saja yang merayakan, masyarakat dari berbagai golongan ikut serta main ke Pulau Kemaro.

 

Bu Lasmi menceritakan tentang Tim Komunikasi Presiden (TKP) yang terdiri dari Pak Ari Dwipayana, Pak Sukardi Rinakit, dan Pak Johan Budi SP. Masing-masing punya peran sendiri dan ada tim kecil lainnya. Yang sering terlihat tampil di televisi adalah Pak Johan Budi sebagai Juru Bicara Presiden. Sementara itu, jika pernah mendengar pidato Jokowi yang menurut saya keren (salah satunya saat pembukaan Konferensi Asia Afrika tahun 2015), itu adalah hasil karya dari Pak Sukardi Rinakit.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Setelah bincang santai tapi serius selesai, kami dipersilahkan untuk keliling area Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara dan foto-foto. Pengennya sih main ke Istana Negara, tapi sedang ada perbaikan. Yaaa, berharap lagi boleh kan ya, siapa tau suatu saat nanti diundang masuk Istana Negara 🙂

***

Dari acara ini, apa sih yang saya rasakan?

Kalau perasaan saya sendiri sih campur aduk, bangga, senang, sampai deg-degan. Ternyata, hobi menulis di blog mendapat apresiasi. Ya, mungkin pemerintah sadar akan maraknya hoax erat kaitannya dengan tingkat literasi di Indonesia yang masih rendah. Selain itu, kekhawatiran hoax dipercaya menjadi kebenaran juga menjadi kekhawatiran yang dirasakan. Adolf Hitler pernah menulis di otobiografinya bahwa jika kebohongan diulangi secara terus-menerus, maka pikiran manusia akan mempercayainya dan menganggapnya benar. Bukan tidak mungkin kalau hoax yang sekarang beredar telah dipercaya masyarakat dan dianggap sebuah kebenaran.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Acara ini menjadi sebuah ajakan untuk para blogger menyampaikan konten-konten positif. Harapannya tentu dengan semakin banyak konten positif, konten negatif akan tenggelam. Kami pun dipersilahkan menyampaikan beragam aspirasi atas permasalahan yang kami rasakan dan mencoba memberi solusi atas permasalahan yang dirasakan.

Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, saya merasa diajak berpartisipasi untuk membangun negeri. Ya, partisipasi bisa berupa apa saja kan, salah satunya mungkin menyampaikan konten positif dan hal baik yang telah dilakukan pemerintah.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

 

Serunya Wisata Alam dan Budaya di Kabupaten Magelang

Dalam perjalanan menggunakan Batik Air pada bulan Desember ini, saya melihat satu halaman penuh ajakan berwisata di Magelang yang terdapat di dalam In-Flight Magazine Batik Air.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Ingatan saya kembali ke 10 tahun yang lalu, saat saya bersekolah di  Magelang. Secara geografi,  Magelang dikelilingi oleh rangkaian pengunungan mulai dari Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Guning Sumbing, dan Pegunungan Menoreh. Karena pengaruh geografinya, saat sekolah di Magelang dulu, saya merasa suhu di sana sejuk sekali, bahkan sering sekali saya ketiduran di kelas.

Kabupaten Magelang tak hanya memiliki potensi wisata alam saja. Wisata budaya pun dapat dilakukan mengingat Candi Borobudur, yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, juga berada di kawasan ini. Kabupaten Magelang pun dapat menjadi alternatif pilihan liburan keluarga atau teman-teman karena semakin banyak aktivitas wisata yang ditawarkan. Dengan alam yang indah, serta beberapa cagar budaya, berikut ini aktivitas yang dapat dilakukan di Kabupaten Magelang :

Mengarungi Kali Elo dan Kali Progo dengan Berbagai Variasi Jeram

Kabupaten Magelang memiliki wisata alam Kali Elo dan Kali Progo yang berada di dekat Candi Borobudur Magelang. Keduanya memiliki variasi jeram dengan berbagai grade sehingga membuat aktivitas arung jeram ideal untuk dilakukan di sini. Selain itu, karakter aliran dan banjir yang relatif stabil dan aman juga membuat kegiatan arung jeram di Kali Elo mauun Kali Progo bisa dilakukan di semua musim, baik kemarau maupun hujan.

Arung jeram atau rafting adalah kegiatan mengarungi alur sungai yang berjeram / riam dengan menggunakan perahu karet. Di sekitar Kali Elo maupun Kali Progo, sekarang telah banyak provider wisata arung jeram. Harga dan fasilitas layanan yang ditawarkan relatif sama meliputi asuransi, sewa perlengkapan dan peralatan, pengarungan di Sungai elo bersama 1 River Guide tiap boat, transport lokal dari Base Camp ke Start Point, konsumsi, dan sertifikat.

Menikmati pengarungan seru sepanjang kurang lebih 10 km di kedua kali tersebut akan lebih baik jika bersama-sama rombongan keluarga atau teman-teman.

Tubing Santai di Kali Mangu

Kalau berada dalam rombongan yang tak terlalu banyak orang atau mungkin sendiri, kegiatan tubing dapat menjadi pilihan. Tubing adalah kegiatan untuk menikmati aliran air sungai berarus ringan dengan menggunakan media karet ban dalam truk. Beberapa orang, tubing bisa dikatakan mini rafting atau rafting dengan skala kecil.

Kegiatan Tubing dapat dilakukan di Kali Mangu, Desa Senden, Kecamatan Mungkid. Kali Mangu merupakan salah satu dungai yang alirannya berhulu di Gunung Merbabu dengan karakter yang tenang dan aman untuk dilewati. Terdapat beberapa spot jeram dalam pengarungan tubing sepanjang 2-3 km yang dapat memacu adrenalin dan menantang.

Kegiatan Tubing di Kali Mangu dikelola secara mandiri oleh pemuda sekitar. Kita dapat melakukan reservasi terlebih dahulu. Fasilitas yang ditawarkan antara lain baju pelampung / body protector dan helm khusus, ban untuk tubing yang telah dimodifikasi dengan aman, transport lokal dari basecamp ke start point, konsumsi, dan sertifikat. Guide lokal pun tentunya sudah profesional. Selain itu aktivitas tubing juga bisa dilakukan di Kali Gono atau Sungai Blongkeng.

Menikmati Gunung Merapi dengan Fun Off-Road

Ingin menikmati wisata alam dan adrenalin sekaligus namun di darat? Fun-Off Road di area Taman Nasional Gunung Merapi dapat menjadi pilihan. Daerah ini memiliki trek menantang dan pemandangan alam yang memesona.

Terdapat penyedia jasa wisata Fun Offroad di sekitar Muntilan ini. Kita dapat menyewa jeep dan memilih paket. Biasanya perjalanan dimulai dari Munitilan menuju kawasan Srumbung, Taman Nasional Gunung Merapi. Perjalanan selama 15 kilometer ditempuh dengan waktu sekitar 3-4 jam.

Selama perjalan dengan mobil Jeep, kita akan disuguhkan pemandangan perkebunan yang hijau, jalan terjal bekas penambangan pasir, tebing-tebing yang menunjang tinggi bekas eksploitasi alam Merapi, serta sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Setelah menikmati perjalanan, para wisatawan akan dipersilahkan beristirahat di kawasan Jurang Jero, Srumbung. Wisatawan akan diajak melakukan konservasi alam dengan menanam pohon di Randu Ijo sebagai penutup dari petualangan di sekitar Taman Nasional Gunung Merapi.

Berburu Golden Sunrise di Gunung Andong

Terletak di Girirejo, Kecamatan Nglabak, Kabupaten Magelang, Gunung Andong memiliki ketinggian 1.726 mdpl. Gunung ini terkenal ramah dan memiliki jalur yang tidak berat. Terlebih lagi, pemandangan yang disajikan juga indah. Kita tahu, belakangan gunung juga menjadi salah satu tujuan untuk melakukan petualangan atau mengisi masa liburan. Gunung Andong dapat menjadi pilihan yang tepat karena tidak terlalu tinggi sehingga cocok juga untuk pendaki pemula.

Untuk sampai ke puncak Gunung Andong, pendakian dapat ditempuh melalui Dusun Sawit, Dusun Pendem, atau Dusun Gogik. Namun, yang menjadi favorit adalah Dusun Sawit. Para pendaki dapat bermalam di area Camping Ground yang mampu menampung belasan tenda sambil menunggu datangnya pagi. Di malam hari, dari area ini jelas terlihat kerlap kerlip lampu kota Magelang. Keesokan paginya, sembari menikmati dinginnya gunung, para pendaki juga dapat menunggu sang fajar terbit dan menyemburkan semburat warna keemasan.

Saat mendaki, jangan lupa bahwa keselamatan harus diutamakan ya. Persiapan makanan dan minuman juga penting.

 

Merasakan Jadi Camat, Berkeliling dengan VW di Borobudur

Tak hanya andong/delman dan kereta mini yang menjadi kendaraan untuk menikmati keindahan kawasan Candi Borobudur. Kini sensasi kembali ke masa lampau pun ditawarkan untuk mengitari komplek Candi Borobudur dan berkeliling ke desa-desa wisata sekitarnya dengan menggunakan mobil VW.

VW yang merupakan transportasi kendaraan dinas camat era tahun 70-an menjadi salah satu transportasi baru yang disediakan untuk memanjakan para wisatawan. Rencananya, jumlah VW akan ditambah lagi. Paket tour dengan mobil VW ditawarkan pada pukul 09.00 – 14.00 wib yang dimulai di area parkir Candi Borobudur. Setelah itu, wisatawan dapat berkeliling desa – desa di sekitar Candi Borobudur dan melihat pemandangan indah khas pegunungan, udara segar dari pedesaan, bangunan megah Candi Borobudur yang mempesona sambil merasakan sensasi naik mobil klasik.

Ikut Budaya Bersepeda Keliling Desa

Tak hanya mobil VW tua saja yang ditawarkan untuk berkeliling desa, sepeda tua / onthel pun dapat digunakan untuk tour keliling desa. Bahkan, pengelola tour sepeda onthel menyediakan topi ala kompeni agar sensasi jaman dulu semakin terasa. Dengan dipandu oleh seorang tour guide, para wisatawan akan diajak berkeliling desa-desa wisata di sekitar Candi Pawon dan Candi Borobudur. Jika wisatawan ingin mampir untuk menikmati jajanan pasar, teh hangat manis, atau melihat industri rumahan seperti gerabah, batik, dan kerajinan pensil pun dipersilahkan. Tentunya akan lebih baik membeli aneka produk sebagai oleh-oleh.

Setelah berkeliling desa, wisatawan akan diajak mampir ke Candi Borobudur dan Balai Konservasi Purbakala. Setelah itu, makan siang dan foot spa juga ditawarkan oleh pengelola tour untuk memanjakan wisatawan.

Menjadi Rangga dan Cinta di Gereja Ayam dan Punthuk Setumbu

Sudah menonton film Ada Apa dengan Cinta (AAdC) 2 ? Kalau sudah, tentu ingat ada adegan Rangga mengajak Cinta ke sebuah gereja. Gereja itu adalah Gereja Ayam yang memiliki bentuk fisik yang unik. Gereja Ayam berlokasi di Bukit Rhema, Dusun Gombong, Desa Kembang Limus, Kecamatan Borobudur. Walaupun terlihat terbengkalai, namun kini Gereja Ayam menjadi tempat yang sering digunakan untuk pre-wedding. Sebuah fakta unik dari tempat ini, walaupun sering disebut Gereja Ayam karena bentuknya, namun banyak yang mengatakan bahwa bentuk bangunan ini lebih menyerupai burung merapi dengan mahkota di kepalanya.

Rangga dan Cinta juga sempat bernostalgia di Punthuk Setumbu yang berlokasi di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Tempat ini berupa bukit yang biasa didatangi untuk menikmati sunrise Borobudur. Waktu yang tepat untuk ke tempat ini adalah sekitar waktu subuh karena bisa menikmati pemandangan dengan lautan kabut putih yang menyeliuti Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Tak perlu menunggu lama, sembari bersantai kita akan disuguhkan terbitnya matahari dengan semburat keemasan.

Foto Selfie di Hutan Pinus

Wisata alam di Magelang tak hanya gunung dan sungai saja. Magelang juga memiliki hutan pinus di daerah Kaponan, Kecamatan Pakis. Di Top Selfie Pinusan Kragilan Magelang ini, kita dapat berfoto selfie dengan latar belakang hutan pinus yang memiliki pemandangan epic.

Mengenal Sejarah Melalui Candi

@Regranned from @jepret.magelang – . . We are made by history.' . . Jepreter: @wisyawsanggra_ Lokasi: Candi Mendut (Mungkid, Magelang) . . Candi Mendut adalah sebuah candi bercorak Buddha. Candi Mendut didirikan semasa pemerintahan Raja Indra dari dinasti Syailendra. Di dalam prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi, disebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama wenuwana yang artinya adalah hutan bambu. Oleh seorang ahli arkeologi Belanda bernama J.G. de Casparis, kata ini dihubungkan dengan Candi Mendut. Bahan bangunan candi sebenarnya adalah batu bata yang ditutupi dengan batu alam. Bangunan ini terletak pada sebuah basement yang tinggi, sehingga tampak lebih anggun dan kokoh. Tangga naik dan pintu masuk menghadap ke barat-daya. Di atas basement terdapat lorong yang mengelilingi tubuh candi. Atapnya bertingkat tiga dan dihiasi dengan stupa-stupa kecil. Tinggi bangunan Candi Mendut berkisar 26,4 meter. (Sumber: wikipedia.org) . . @jantiendut @putripramudya9 @hastin.15 @_kiky.yunia @malitanurul . . @wisata_magelang @borobudurnews . . #candimendut #candibuddha #warisanbudayaindonesia #wisatamagelang #selfiewisata #borobudurnews #wargamagelang #kabupatenmagelangpenuhkenangan – #regrann

A post shared by Wisata Magelang (@wisata_magelang) on

Magelang terkenal dengan Candi Borobudurnya. Padahal tak hanya Candi Borobudur yang berdiri di kota ini. Beberapa candi lain seperti Candi Pawon / Brajanalan, Candi Mendut, Candi Ngawen, Candi Canggal, Candi Selogriyo, Candi Gunung Sari, Candi Lumbung, Candi Pendem, dan Candi Asu Sengi yang juga menjadi cagar budaya di kawasan Kabupaten Magelang. Masing-masing candi memiliki karakteristik tersendiri sehingga bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya Hindu dan Buddha di masa lalu akan sangat baik jika berkeliling ke seluruh candi di daerah ini.

Menjadi Putri Raja di Pemandian Air Hangat Candi Umbul

Berada di desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Candi Umbul adalah salah satu situs purbakala yang memiliki keunikan berupa pemandian air hangat dengan nuasa candi. Air di pemandian ini berasal dari sumber mata air asli yang memiliki unsur panas dan mengandung belerang.

Biasanya para wisatawan akan ketagihan untuk datang dan berendam kembali di Candi Umbul. Air di Candi Umbul dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit karena banyak penelitian yang menyatakan air hangat yang mengandung belerang dapat menyembuhkan penyakit kulit.

Menikmati Sensasi Air Terjun

Kabupaten Magelang memiliki beberapa air terjun seperti Air Terjun Kedung Kayang yang berasal dari Gunung Merbabu, Air Terjun Sekar Langit, Grenjengan Kembar, dan Curug Silawe.

Masing-masing memiliki keunikan sendiri. Kesamaan dari ketiganya adalah air yang jernih dan lingkungan yang asri. Sensasi yang dirasakan saat berkunjung tentu kesegaran dan kesejukan saat percikan air mengenai tubuh kita.

 

***

Nah, sudah jelas kan mengapa Kabupaten Magelang dapat dijadikan salah satu tujuan wisata baru. Dengan berbagai aktivitas yang dapat dilakukan, Kabupaten Magelang menjanjikan sensasi mulai dari wisata budaya, alam, bahkan wisata kekinian seperti mengulang adegan film AAdC 2. Jadi, kapan akan berkunjung ke Magelang ?

Untuk informasi lebih lanjut tentang pariwisata Kabupaten Magelang, dapat diakses melalui website , twitter , facebook , dan instagram

Berbagi Recehan Untuk Sesama Melalui DonasiKu Alfamart

Sudah jadi kebiasaan kalau di akhir pekan keluarga kami akan pergi ke luar rumah, mall misalnya. Namun, cuaca mendung akhir-akhir ini membuat malas pergi jauh-jauh. Sementara itu, anak sepertinya menuntut jatah jalan-jalan. Ah, kita ke Alfamart depan komplek aja kalau gitu kebetulan air mineral galon sudah habis dan perlu beli isi ulangnya. Kami pun pergi ke Alfamart. Mahira langsung bergegas turun dan mencari makanan yang ia suka. Tak terlalu lama kami mengantri di depan kasir.

"Ibu total belanjaannya 38.850 rupiah. 150 rupiahnya mau di donasikan? " ujar kasir Alfamart sambil menunjuk ke arah gambar yang berisi informasi DonasiKu.
"Boleh mba", jawab saya. Berhubung saya tipikal malas menyimpan uang recehan, saya pikir didonasikan saja lah. 
"Baik ibu, ini struk belanjanya. Bukti donasi ibu tertera di struk ini."

Ah, ya. Walaupun tak seberapa jumlah donasi yang kita berikan, bukti bahwa kita memberikan donasi tetap penting sih. Artinya sekecil apapun donasi yang diberikan akan tercatat dan jelas.

Ilustrasi : Berbelanja di Alfamart

Entah mengapa, dalam perjalanan pulang saya teringat beberapa kali ke Alfamart bersama teman atau saudara ada yang mengatakan, buat apa donasi di Alfamart. Kan ga jelas itu dikasih ke siapa, begitu katanya. Ada juga yang bilang, ngapain donasi recehan gitu, donasi mah sekalian aja yang besar biar kerasa. Ya, orang memang bebas berpendapat. Lagipula, kasir juga tidak pernah memaksa, hanya menawarkan. Namun, saya jadi penasaran sendiri. Kita kan gak boleh menelan mentah-mentah perkataan orang lain. Saya pun coba cari informasi tentang kegiatan donasi yang dilakukan oleh Alfamart.

 

Program Donasi Alfamart itu Apa Sih ?

Program DonasiKu merupakan salah satu kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) dari Alfamart (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk). Seperti yang banyak kita ketahui, sekarang banyak perusahaan yang menyisihkan laba usahanya untuk kegiatan pemberian kepada komunitas sebagai bentuk kepedulian perusahaan. Program DonasiKu memiliki pesan ajakan kepada masyarakat berpartisipasi dalam program sosial dan pendidikan untuk membantu masyarakat lainnya di seluruh pelosok Tanah Air.

Program DonasiKu yang sering kita terima penawarannya adalah DonasiKu Belanja. Jadi, kasir akan menawarkan kesediaan kita (konsumen) untuk berpartisipasi dalam program sosial yang sedang dijalankan oleh Alfamart. Penawaran terjadi saat kita melakukan transaksi pembayaran di kasir. Prinsip yang dianut tentu sukarela. Sebagai konsumen, kita berhak memilih untuk donasi atau tidak. Namun, ternyata ada juga DonasiKu Bebas. DonasiKu Bebas bisa dilakukan tanpa perlu berbelanja dahulu. Kalau saat DonasiKu Belanja biasanya kita mendonasikan uang kembalian, di DonasiKu Bebas kita bisa bebas berdonasi dengan nominal berapapun.

Apakah Program DonasiKu sudah memiliki ijin resmi?

Ya sudah dong. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart telah mendapatkan ijin penggalangan dana masyarakat dari Kementerian Sosial RI. Dengan demikian, tentu Alfamart memiliki kewajiban laporan pertanggungjawaban secara periodik.

Lalu, ke mana uang DonasiKu disalurkan?
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Pernah sadar tidak kalau kita memasuki Alfamart, ada poster di sisi pintu. Poster itu kadang berupa kegiatan DonasiKu loh. Itu sebagai bentuk tanggung jawab Alfamart untuk melaporkan hasil kegiatan pengumpulan dana, sesuai ijin yang telah diberikan oleh Kementerian Sosial. Selain itu, berbagai kegiatan DonasiKu juga dapat dilihat melalui web www.alfamartku.com.

Dari berbagai sumber berita, kita juga bisa melihat bahwa dalam penyaluran DonasiKu, Alfamart mengajak kerja sama organisasi lainnya baik yang nasional maupun internasional seperti PMI, UNICEF, Happy Heart Fund, Yayasan Berani Bhakti Bangsa, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, Kick Andy Foundation, dan sebagainya. Tentunya, pemilihan organisasi untuk bekerja sama telah melalui pertimbangan seperti memiliki izin legalitas, struktur organisasi, tidak terkait SARA maupun politik.

Untuk di sekitar Palembang sendiri, Alfamart cabang Palembang bernah bekerja sama dengan Kick Andy Foundation untuk

  • Penyaluran donasi sepatu di SD Empat Tunggal Palembang
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
  • Penyaluran donasi sepatu dan tas di SDN 127 Palembang
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
  • Penyaluran donasi untuk perbaikan Jembatan Jerambah Patah Sungai Kundur, Mariana
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Selain itu, ada juga kerja sama dengan Lions Club Palembang berupa penyaluran kacamata untuk anak SD dan SMP di Palembang.

Melalui program DonasiKu, Alfamart telah mencoba mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai aksi kemanusiaan di berbagai sektor mulai dari pendidikan, kesehatan, serta sosial. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Donasi sekecil apapun, jika dikumpulkan dan disatukan akan menjadi besar dan bermanfaat. Jadi, jangan segan untuk berdonasi ya.


***

Berdasakan apa yang pernah saya baca, dalam ISO 26000 (guideline CSR dunia), Corporate Social Responsibility memiliki tujuan nyata untuk pengembangan berkelanjutan, tidak hanya saat ini dan perlu dikelola dengan baik. DonasiKu memiliki sasaran untuk memberikan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan apa yang seharusnya dimiliki seperti kaca mata, sepatu, atau tas bagi anak sekolah. Melalui perbaikan jembatan, Alfamart telah mencoba memberikan nilai sosial dengan menjawab kebutuhan masyarakat dan secara tidak langsung memberikan kesempatan agar nilai ekonomi dalam masyarakat tumbuh.

Walaupun masih berupa CSR Reaktif atau bereaksi terhadap isu yang ada dan berupa filantropi CSR dengan pemberian donasi, namun Alfamart sudah mencoba memberikan nilai berkelanjutan agar masyarakat dapat memiliki jiwa berbagi.


ps. sumber gambar kegiatan donasi didapatkan dari Alfamart. 
Untuk info lainnya tentang promo dan kegiatan Alfamart dapat dilihat melalui website, facebook, twitter, instagram, dan youtube Alfamart.