Membawa Anak ke Kantor, Apa yang Harus Disiapkan ?

Picography / Pixabay

Sebagai seorang ibu yang bekerja, memiliki bala bantuan untuk membantu mengurus anak rasanya menjadi hal yang wajib entah itu baby sitter yang di-hire secara khusus, keluarga yang membantu, atau daycare. Saya pun demikian. Atas dasar pertimbangan rumah yang dekat dengan kantor, unit tempat saya bekerja jarang dinas ke luar kota, jam pulang kantor juga seringnya tepat (sebelum magrib udah di rumah), maka saya dan bojo lebih memilih pengasuh anak yang tidak menginap.

Namun, memiliki pengasuh yang tidak menginap ga selalu mulus perjalanannya. Ga menutup kemungkinan, beliau juga sakit atau ada urusan lain yang ga bisa ditinggalkan, yang berujung ga bisa masuk kerja. Mau ga mau kita harus maklum kan? Lha wong kita aja kalau mendadak sakit bisa ijin kok dari kantor. Cuma ya, efek pengasuh ga masuk kerja lumayan bikin saya ribet sih, soalnya, ga ada saudara di kota ini (saya dan suami sama-sama perantau). Jadi ya anak ga bisa dititipin ke siapa-siapa. Tetangga? Wah banyak anak kecil juga, jangan nambahin beban lah. Daycare? Di kantor ga ada, di dekat kantor pun ga ada, sekalinya ada jauh banget dari rumah. Ujung-ujungnya saya ijin cuti. Tapi ya ijin cuti juga ga bisa sering-sering, apalagi emang cuti dihemat-hemat buat mudik. Akibatnya, saya bawa anak masuk ke kantor.

Bawa anak ke kantor, apa-apa ga?

Pengalaman bawa masuk anak ke kantor bermula ketika Mahira umur 13 bulan. Saya mulai berani bawa Mahira setelah dia mulai bisa duduk, berani berdiri dan berlatih berjalan. Alasan membawa saat anak mulai bisa duduk tegak, adalah kalau anak kita dudukkan di kursi kerja dia sudah bisa. Awalnya, saya berniat cuti, eh ternyata ada panggilan mendadak, ijin bawa anak, ternyata di approve sama atasan. Karena udah dapat ijin, kalau pengasuh ga masuk maka akan berujung saya ijin bawa anak ke kantor dibanding merelakan jatah cuti. Ga sering-sering juga sih, ga setiap bulan kok bawa Mahira ke kantor, karena Alhamdulillahnya sih emang jarang banget kejadian pengasuh ga masuk.

Sebenarnya, membawa anak ke kantor balik lagi ke urusan gimana tempat kita bekerja. Kalau secara aturan sih kayaknya di kantor saya ga ada aturan tertulis bahwa anak dilarang masuk ke area kantor (atau saya aja ndableg ga tahu peraturan). Tapi, kadang ya ada aja yang suka hararese gitulah. Misalnya aja pas lagi ada razia, terus jadi ditanya-tanyain. Atau ada juga teman-teman kantor yang merasa terganggu, ya tentu aja ya kita kerja ga fokus sepenuhnya seperti hari-hari biasa. Alhamdulillah, rasanya dua-tiga kali bawa Mahira ke kantor aman-aman aja dan teman-teman di kantor mau memaklumi bahkan ada yang dengan rela main sama anak. I love you full dah urusan beginian sama kantor.

Persiapan bawa anak ke kantor

Yang jelas, kalau mau bawa anak ke kantor harus ijin sama atasan dulu deh. Alhamdulillah selama ini sih dimaklumi hihihi. Kenapa harus ijin, ya kadang kan ada orang yang terganggu sama anak kecil. Lagian, balik lagi, kita ga bakal fokus kerja banget kayak biasa, jadi perlu rasa maklum dan empati dari teman-teman kantor gitu karena harus mengurus anak. Semoga aja ga ada yang ngomong, “makanya di rumah aja jadi perempuan, ga usah kerja”.

 

 

 

Untuk saya yang gak suka repot, persiapan bawa anak ke kantor sebenarnya hampir sama kalau bawa anak jalan-jalan di hari libur sih. Hal-hal wajib yang harus dibawa adalah :

  • Makanan & Minuman
    Karena istirahat kantor saya bakal pulang ke rumah, maka saya hanya membawa cemilan saja buat Mahira. Sebisa mungkin anak sudah diberi makanan berat sebelum ke kantor, alasannya ya agar tidak kelaparan dan mulai merajuk. Cemilan yang biasa saya bawa adalah Promina Puff dan Biskuit Marie Regal. Minuman yang saya bawa biasa Susu UHT dan Air Mineral. Oh ya, karena Mahira masih minum ASI dan termasuk maniak ne*en, dia bakal memilih minta nenen dibanding disuruh makan sama saya.
  • Baju Ganti, Popok, dan Perlengkapan Tempurnya
    Baju ganti dan popok wajib ada di tas pergi saya. Kenapa, karena bisa aja kejadian anak muntah mendadak, ketumpahan air atau susu, makanan yang belepotan, dan banyak lagi. Lagipula, ganti popok kan sebisa mungkin 4 jam sekali, tentu saja popok menjadi barang wajib dibawa. Jangan sampai kelupaan dan berefek anak mengalami ruam atau gatal. Oh ya, selalu sedia sabun mini, kantong plastik, tisu basah, tisu kering, minyak-minyakan. Semua peralatan tempur ini wajib ada buat saya.
  • Mainan & Buku
    Kalau kita termasuk orang yang banyak pekerjaan di kantor, maka pengalih perhatian anak jadi hal yang juga wajib dibawa. Kalau Mahira pengalih perhatiaannya biasanya buku. Ya emang sih ga anteng-anteng banget, tapi dia akan mulai sibuk bolak balik mainin buku, sebelum…….mulai riweuh minta main lagi sama kita.
  • Selimut dan perlengkapan tidur
    Anak kadang punya jam tidur di sekitar jam 9-10 pagi. Karena itu, kita butuh area yang kira-kira bersih dan bisa dipakai anak untuk tidur selonjoran dengan nyaman. Selimut sih saya pakai buat jadi alas tidur dia. Perlengkapan tidur lainnya seperti bantal optional sih, kalau anaknya biasa pakai bantal ya silahkan dibawa.
  • Apron & perlengkapan tempur menyusui
    Pompa-pompa pemerahan ASI sih saya tinggalin di rumah, karena Mahira bakal milih nyusu langsung dibanding ngebotol. Kalau ada ruang menyusui khusus, akan lebih enak untuk menyusui anak yang mulai butuh menyusu. Kalau ga ada, perlu perlengkapan tempur seperti apron demi tetap merahasiakan asset berharga keluarga. Bantal menyusui? Tinggalin aja deh, daripada kita dikira mau ngungsi ke kantor.

 

Hal-hal penting lain yang perlu diperhatikan….

Tentunya adalah kenyamanan, kesenangan, dan kesehatan anak di kantor. Sehingga saya pun melakukan langkah ini…

  • Menginfokan anak kalau akan ke kantor. Walaupun anak mungkin belum mengerti betul, paling tidak kita memberi tahu anak bahwa ia akan berada di tempat baru, lebih ramai dari rumahnya, dan bisa jadi banyak yang gemes sama dia. Hal ini paling tidak meningkatkan rasa awareness anak akan hal-hal yang akan dihadapinya hari itu.
  • Memberi area untuk anak ikut sibuk bekerja. Kalau saya sih menambah satu kursi khusus (kalau bisa yang besar dan ada pegangan samping) untuk Mahira duduk di dekat saya sehingga apa yang dia lakukan akan terpantau.
  • Mengenalkan anak dengan teman di kantor. Ini berguna untuk melatih sosialisasi anak, terutama Mahira yang lingkup sosialnya itu-itu aja. Mengenalkan anak dengan teman di kantor juga berguna saat kita tahu-tahu ada yang dikerjakan, anak bisa dititipkan sebentar dengan teman kantor yang dipercaya.
  • Membebaskan anak. Ya karena jarang, kita bisa membiarkan anak main atau jalan-jalan keliling ruangan kantor (tetap harus dipantau) dan biarkan anak mencoba mengubah kantor kita menjadi area playground-nya. Membebaskan anak bisa juga urusan makanan, kalau anak dibawa oleh orang kantor lalu diberi jajanan (kalau di kantor saya sih biasa mpek-mpek atau martabak), ya biarkan saja. Ga setiap hari juga, sekalian ajang anak meng-eksplorasi hal baru.
  • Mencari area untuk anak beristirahat. Jika ada sofa panjang atau area kosong yang bisa dibuat menggelar kasur kecil, akan lebih baik untuk anak yang mulai beranjak mengantuk dan ingin tidur. Dengan begitu, tidur anak juga akan lebih pulas dan kita bisa melanjutkan kerja.
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Sebenarnya membawa anak ke kantor bisa jadi dilema bagi ibu bekerja seperti saya dan inginnya sih jarang dilakukan. Tapi ada baiknya kalau memang harus membawa anak ke kantor, perijinan dibicarakan dengan baik dan kita sendiri melakukan persiapan dengan baik juga. Terakhir, saat pulang, jangan lupa berterima kasih kepada orang-orang yang telah mendukung dengan maklum kalau kita harus membawa anak ke kantor. Semoga tulisan ini bermanfaat ya….

 

Wujudkan Wishlist Secara Efisien dengan Gift Registry Wishlistku

blickpixel / Pixabay

Merayakan momen-momen penting dalam kehidupan itu memang lebih terasa indah jika dilakukan secara bersama-sama. Momen bahagia seperti ulang tahun, pernikahan, dan kelahiran anak, rasanya akan indah jika dirayakan bersama teman dan keluarga. Tak jarang, teman dan keluarga ikut serta menambah kebahagiaan kita dengan memberikan kado.

Saya memiliki 3 sahabat dari masa kuliah yang sampai sekarang kebiasaan memberi kado pada event tertentu tetap kami lakukan. Menurut saya, ini layaknya bukti sayang kami satu sama lain walau sekarang tak berada dalam kota yang sama. Namun, tak jarang saya juga dilanda rasa kebingungan, kado apa yang harus saya berikan kepada teman-teman saya. Ingin bertanya rasanya malu, karena saya merasa nanti kadonya tidak jadi kejutan lagi dong. Kalaupun giliran saya ditanya mau apa, rasanya juga saya malu mengungkapkan karena takut saya banyak maunya saja. Akhirnya, selama ini saya memberi kado yang ‘aman’ saja seperti benda-benda yang dapat dipajang atau hiasan. Padahal belum tentu sahabat yang yang saya beri butuh benda tersebut. Kadang saya berandai-andai kalau bisa membaca daftar keinginan yang sahabat saya miliki, sehingga mudah bagi saya memberikan apa yang mereka inginkan secara tepat.

Kalau kita meminta kado secara spesifik kepada teman atau keluarga tertentu, rasanya kurang nyaman ya? Bagi saya sih, terkesan memaksa. Belum tentu orang tersebut bersedia dan bisa jadi merasa berat hati karena apa yang kita minta terlalu susah, malah ujungnya bisa jadi hubungan kita tidak enak dengan orang tersebut. Tapi, tidak mengungkapkan kado yang kita mau juga kadang bikin kurang nyaman. Karena, bisa saja kita mendapat kado yang tidak butuhkan, atau kado berisi barang yang sama dari pemberi yang berbeda, akhirnya barang menjadi berlebih dan mubazir. Serba salah rasanya.

Akan lebih nyaman kalau kita dapat menyampaikan daftar kado yang kita inginkan (wishlist), sehingga teman dan kerabat yang akan memberi kado dapat memilih untuk memberikan yang sesuai dengan kemampuannya. Adanya wishlist yang kita sampaikan juga membuat kita bisa mendapat kado yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tidak pusing saat orang memberikan kado yang bukan dalam daftar keinginan kita bahkan ternyata tidak kita butuhkan. Maka dari itu, mari kita mendaftarkan kado yang kita inginkan atau gift registry.


Apa itu Gift Registry?

Gift Registry memiliki arti mendaftarkan kado. Konsep mendaftarkan kado yang kita inginkan sebenarnya sudah lama dikenal di banyak negara. Konsep ini cukup disukai karena mengorganisir proses permintaan dan pemberian kado secara lebih efisien bagi pemberi maupun penerima kado. Di acara Korea yang sering saya tonton, kalau seseorang akan merayakan sesuatu (menikah, ulang tahun, pindah ke rumah baru, dan lain-lain), dia akan melakukan perayaan dan menyampaikan keinginannya kepada teman-temannya. Jadi, teman-teman akan datang dengan membawa kado sesuai keinginan dan permintaan orang yang sedang merayakan momen tersebut. Jadi gift registry dapat dilakukan dengan cara menyampaikan secara langsung kepada orang-orang atau melalui perantara seperti surat, telepon, sosial media, maupun instant messanging.

Mendaftarkan keinginan kita dengan Wishlistku
Wishlistku

Mendaftarkan kado yang kita inginkan untuk momen kebahagiaan kita (gift registry) kini semakin mudah dengan adanya Wishlistku. Wishlistku merupakan platform website yang cukup unik karena memperkenalkan konsep gift registry pertama di Indonesia sekaligus memudahkan kita dalam menyampaikan wishlist yang kita inginkan kepada publik melalui sosial media.

Memiliki tagline “The First Online Gift & Cash Registry in Indonesia“, Wishlistku menjadi platform pertama yang membantu kita untuk mendaftarkan keinginan kita dalam momen tertentu, sehingga kita akan menerima hadiah yang benar-benar kita butuhkan dan inginkan. Teman-teman atau keluarga kita pun akan sangat terbantu dengan adanya Wishlistku karena bisa memberikan hadiah spesial dan mewujudkan daftar keinginan kita tanpa harus menebak-nebak terlebih dahulu. Untuk lebih jelasnya dapat melihat video berikut

 

Gimana caranya mendaftarkan keinginan di Wishlistku ?

Caranya mudah banget. Kita bisa membuat akun di Wishlistku. Lalu setelah kita memiliki akun, kita dapat langsung membuat wishlist dengan menu Create Wishlist dan membuat wishlist sesuai momen yang ingin kita rayakan.

 

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Setelah membuat nama wishlist sesuai dengan keinginan kita, selanjutnya kita dapat menambahkan barang-barang apa yang ingin kita masukkan ke dalam wishlist yang telah kita buat.

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Oh iya, kalau barang yang kita inginkan tidak ada dalam daftar barang di Wishlistku, kita juga bisa menambahkan dari seller atau toko lainnya. Nanti data barang yang kita inginkan akan lengkap, mulai dari gambar, deskripsi, harga, bahkan informasi penjual barang tersebut. Selanjutnya kita bisa memberitahukan teman atau keluarga kita tentang wishlist yang telah kita buat dengan men-share wishlist kita baik melalui email atau sosial media seperti facebook dan twitter. Mudah kan?

New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
Apa untungnya menggunakan Gift Registry dengan Wishlistku?
Sebagai penerima kado
  • Kita akan mendapat keuntungan berupa mendapatkan kado sesuai dengan keinginan kita. Teman dan kerabat dapat memberikan kado sesuai daftar keinginan kita secara lebih efisien sehingga kado pun menjadi lebih bermanfaat
  • Kita sebagai penerima kado pun tidak akan memberatkan para pemberi kado dengan fitur Group Gift. Merasa kado yang kita inginkan terlalu mahal? Dengan men-setting kado kita yang inginkan sebagai group gift, para pemberi kado dapat memberikan kado tersebut secara patungan. Hal yang wajar kan orang memberi kado bersama-sama.
Sebagai pemberi kado
  • Adanya fitur Find Wishlist memudahkan kita untuk mencari wishlist milik teman dan keluarga kita dan selanjutnya kita dapat memilih kado mana yang akan kita berikan kepada mereka.
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
  • Kalau kita ingin memberikan kado kepada teman, kita tidak perlu membuang waktu untuk menebak apa yang mereka butuhkan karena apa yang mereka inginkan sudah tercatat dengan detail di Wishlistku. Dengan adanya fitur Reserve, para pemberi kado juga dapat menghindari pemberian kado yang sama karena kita telah memilih untuk memberikan kado tertentu terhadap teman sehingga pemberi kado yang lain dapat memilih barang yang berbeda.
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
  • Kita dapat memilih untuk memberikan kado dalam bentuk barang sesuai permintaan atau dalam bentuk cash. Jika kita akan memberikan dalam bentuk barang, sangat dimudahkan info seller dari barang yang diinginkan. Sehingga proses pembelian dan pengiriman kado pun menjadi lebih mudah dan bisa diatur sesuai dengan kebutuhan.
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos
  • Sebagai pemberi kado, kita juga dapat melihat kado mana yang benar-benar diinginkan oleh penerima melalui kode “Must Have“. Dengan demikian kita pun dapat memberi kado sesuai dengan prioritas yang dibutuhkan.
New photo by Faridilla Ainun / Google Photos

Jadi, kamu punya daftar keinginan apa untuk momen pentingmu? Pengen dikado sama saya? Atau bersedia tukeran kado juga sama saya? Yuk ikutan gift registry di Wishlistku. Kalau mau lihat wishlistku bisa cek di sini.

 

Kalau kamu penasaran sama Wishlistku, kamu bisa cek

Website : https://www.wishlistku.co.id/

Instagram : https://www.instagram.com/wishlistku/

Twitter : https://twitter.com/wishlistku

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UC-h_mMsrBEJxLFNOlEBXYKg