Membuat Website Bisnis dengan Mudah

Beberapa waktu lalu saya sempat ikut pelatihan gratis Google Women Will dan Google Gapura Digital. Di Google Gapura Digital, kita diajarkan untuk lebih bisa membangun bisnis di era digital ini.

Beberapa orang mulai membangun bisnis  dengan mengawali mulai dari riset pasar, mencari nama yang sesuai dan menarik, lalu membuat social media atau toko di marketplace jika produk kita berupa barang. Tentu dalam berusaha kita tidak boleh berpuas diri, walaupun mungkin sudah stabil di zona nyaman berjualan sekarang, tak ada salahnya kalau kita menambah lini baru dalam pemasaran melalui website resmi untuk mengenalkan bisnis yang kita tawarkan.

Website untuk bisnis kita, kenapa engga?

Untuk membangun website pada zaman sekarang cenderung lebih mudah. Karena banyak penyedia layanan yang membantu dalam pembuatan website.  Walaupun begitu kalau kita ingin lebih menghemat dalam pengeluaran biaya sekaligus agar lebih membuat tampilan website yang sesuai dengan keinginan, kita bisa belajar sendiri. Salah satu yang wajib diketahui dalam membuat website sendiri adalah domain dan hosting.

Domain

Domain adalah alamat untuk website kita. Layaknya bisnis kita yang punya nama di social media maupun marketplace, ada baiknya domain untuk website disamakan dengan nama bisnis. Contoh dari domain adalah bederupbocah.com atau hostinger.co.id

Hosting

Hosting bisa diibaratkan rumah yang dimiliki. Karena domain menunjukkan alamat, tentu butuh rumah sebagai wujud alamat tersebut (website).   Hosting ini yang akan menjadi tempat kita menyimpan informasi, file, atau bahkan database (baik berupa tulisan, gambar, script, video, dll) yang ingin ditampilkan di website.

Lalu setelah mengenal domain dan hosting apa yang diperlukan?

Setelah kita memiliki calon nama yang ingin kita daftarkan sebagai domain, kita bisa mencari penyedia layanan yang menjual domain dan hosting sekaligus. Untuk bisnis, sangat disarankan memilih domain dengan akhiran .com karena umumnya lebih mudah diingat, lebih popular, pendaftaran murah, dan lebih menggambarkan website bisnis.

Setelah memiliki domain yang cocok serta tersedia, kita harus mendaftarkan nama domain ke domain registrar, contohnya Hostinger. Setelah itu kita juga bisa membeli hosting yang sesuai. Salah satu penyedia layanan hosting yang saya rekomendasikan untuk website bisnis adalah Hostinger. Pertimbangan saya antara lain adalah:

  1. Gratis Website Builder

Karena ceritanya saya ingin belajar membuat website bisnis sendiri, saya mencari layanan yang menawarkan website builder.  Jadi saya bisa belajar membuat website secara mudah karena sudah ada template website gratis dengan tampilan professional. Kita pun cukup menggunakan fitur drag & drop sehingga website bisa lebih menarik dan mudah diakses.

Templatenya kece-kece, tinggal pilih atur-atur deh

  1. Ada Fitur Web Hosting Unlimited
    Namanya juga website bisnis, apalagi untuk mempromosikan produk yang kita tawarkan, tentu data yang ingin kita simpan dan tampilkan di website cukup banyak. Nah, adanya hosting yang unlimited tentu akan membantu kita dalam menyimpan data tersebut sehingga tetap mudah diakses publik.

    Web hosting unmetered & unlimited yang ditawarkan Hostinger dilengkapi dengan fitur cloud kualitas premium. Paket hosting Premium & Bisnis menawarkan SSD disk space & bandwidth unlimited. Bahkan dengan web hosting Indonesia ini, kita tak hanya bisa membuat website dengan database MySQL saja, tetapi juga akun Email dan user FTP.

    Tuh pilihan web hosting yang ditawarkan, yang premium murah loh

  2. Harga Web Hosting yang Murah
    Tentu kita selalu ingin mengeluarkan biaya yang lebih sedikit namun bisa memberikan hasil yang besar. Hostinger termasuk dalam penyedia layanan hosting murah, tentu tidak murahan jika melihat ada 2 alasan saya sebelumnya. Bahkan, Hostinger ini menjadi pelopor penyedia layanan hosting murah di Indonesia. Harganya cukup terjangkau dengan kualitas premium bahkan ada jaminan 30 hari uang kembali.
  3. Terbaik dalam Pelayanan
    Selama empat tahun ini, pelayanan Hostinger juga terjamin kualitasnya. Secara kualitas tak perlu diragukan apa yang ada mulai dari fitur premium cloud, jaminan uptime server 99%, serta biaya resource web hosting terjangkau. Nah, secara pelayanan, tim Hostinger siap sedia selama 24 jam per hari. Jadi kalau ada pertanyaan baik sebelum membeli maupun sesudah membeli web hosting, tim Customer Successnya siap membantu.
  4. Gratis Nama Domain
    Untuk bisnis dengan domain akhiran .com (misalnya bederupbocah.com), kita perlu membayar harga domain tersebut. Namun, kalau membeli domain sekaligus hosting di Hostinger, kita bisa mendapatkannya secara gratis. Hostinger adalah registrar domain termurah yang telah terverifikasi ICANN. Lebih hemat bukan?

 

Nah, kalau sudah siap membangun website bisnis, ga ada salahnya langsung menuju Hostinger.co.id karena ada layanan hosting murah dan berkualitas di sana. Gak usah ragu sama fasilitas, fitur, dan harga yang ditawarkan.

 

 

Mengelilingi Pulau Penyengat, Pulau Bersejarah yang Kental dengan Budaya Melayu

Hai, masih ada yang ingat ga pelajaran Bahasa Indonesia dulu bagian membahas puisi atau pantun? Pernah mendengar tentang Gurindam 12?

Gurindam 12 adalah salah satu jenis puisi lama karya Raja Ali Haji, seorang ulama sekaligus pujangga yang konon menjadi pencatat pertama dasar tata bahasa Melayu. Gurindam 12 ditulis dan diselesaikan di Pulau Penyengat. Isi dari Gurindam 12 adalah nasihat dan petunjuk hidup agar diridai oleh Allah Swt.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mengunjungi tempat ditulisnya Gurindam 12 ini bersama Markitrip, yaitu Pulau Penyengat yang berada di Kepulauan Riau. Untuk sampai di Pulau Penyengat, akan lebih mudah jika kita datang ke ibukota Provinsi Kepulauan Riau, Tanjung Pinang yang berada di Pulau Bintan.

Tak jauh dari Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang, terdapat area penyebrangan ke Pulau Penyengat dengan perahu pompong, sejenis perahu kecil dari kayu yang mampu memuat 10-15 orang. Tarif untuk naik pompon per orang sekitar Rp 7.000,- saja. Sekitar 15-20 menit kita akan sampai di Pulau Penyengat. Begitu turun dari pompon, beberapa bentor alias becak motor sudah terlihat siap untuk mengantarkan kita berkeliling dengan tarif Rp 30.000 – 40.000,-.

Masjid Raya Sultan Riau

Sebuah bangunan megah berwarna kuning dan corak hijau terlihat, Masjid Raya Sultan Riau menyambut kita. Menurut cerita, masjid yang dibangun pada tahun 1803 ini menggunakan material putih telur sebagai perekatnya. Terdapat 13 kubah dan 4 menara masjid yang jika dijumlahkan adalah 17, sama dengan jumlah rakaat salat setiap harinya.

Di dalam masjid ini, terdapat mushaf Al-Quran tulisan tangan dengan ukuran besar yang konon sudah berusia ratusan tahun. Selain itu, banyak pula kitab-kitab suci yang juga cukup tua jika dilihat dari warna kertasnya.

Tentunya, untuk memasuki area masjid ini disarankan untuk memakai pakaian yang sopan dan tertutup.

Istana Kantor

Istana Kantor adalah istana Raja Ali Yang Dipertuan Muda Riau VIII (1844-1857). Istana Kantor disebut juga Marhum Kantor. Bangunan yang dibangun pada tahun 1844 selain digunakan sebagai kediaman Raja Ali, juga digunakan sebagai kantor.

Layaknya Masjid Raya Sultan Riau, warna dari istana yang berdiri di lahan seluas 1 hektar ini juga berwarna kuning dengan corak hijau. Walau kini tak digunakan lagi dan menjadi cagar budaya, Istana Kantor ini menunjukkan sisa kemegahan di masa lalu.

Komplek Pemakaman Tokoh Bersejarah

Ada dua komplek makam yang saya kunjungi di Pulau Penyengat yaitu Komplek Makam Raja Jafar dan Raja Ali serta Komplek Makam Raja Hamidah (Engku Puteri) Permaisuri Sultan Mahmud Shah III Riau_Lingga (1760-1812), Raja Ahmad (Penasihat Kerajaan), Raja Ali Haji (Pujangga Kerajaan), dan Raja Abdullah Yom Riau_Lingga IX dan Raja Aisyah (Permaisuri). Dari komplek makam Raja Hamidah, saya belajar bahwa penyebutan bagi permaisuri di sini adalah ‘Raja’. Jadi tak selamanya raja itu adalah lelaki.

Dalam Komplek Makam Raja Hamidah dan Raja Ali Haji, terdapat sebuah bangunan unik yang menyerupai masjid. Di dalam bangunan ini, kita dapat melihat deretan tulisan gurindam yang berjumlah 12 buah yang disusun oleh Raja Ali Haji. Komplek Makam juga dikelilingi pagar tembok berwarna kuning dengan corak hijau.

Di area lain dari Pulau Penyengat juga terdapat Komplek Makam Raja Jafar (Yang Dipertuan Muda Riau VI) dan Raja Ali (Yang Dipertuan Muda VIII). Raja Jafar adalah Raja yang memindahkan pusat kerajaan Kepulauan Riau ke Pulau Penyengat. Raja Jafar terkenal sebagai raja yang juga pengusaha sukses di bidang pertambangan timah. Sementara itu, Raja Ali merupakan putra kandung Raja Jafar yang taat beribadah.

Balai Adat Melayu

Di sisi lain pulau, terdapat sebuah rumah adat khas Melayu yang berada di komplek Balai Adat Melayu. Layaknya rumah adat khas Melayu, rumah berwarna kecoklatan ini berbentuk panggung yang terbuat dari kayu. Sampai saat ini, Balai Adat difungsikan untuk perjamuan bagi tamu atau orang penting.

Di bagian bawah rumah panggung, terdapat sebuah sumur air tawar. Berada di tengah laut, Pulau Penyengat memiliki sumur air tawar yang membuatnya menjadi pulau persinggahan untuk para pelaut mengambil air tawar.

Jika penasaran dengan tata ruang dan benda perlengkapan adat khas Melayu, masuklah ke dalam rumah panggung. Ada pula model pelaminan khas Melayu.

***

Pulau Penyengat yang memiliki banyak bangunan bersejarah ini menjadi salah satu destinasi unggulan dari Kepulauan Riau, khususnya bagi pengunjung Pulau Bintan dan Tanjung Pinang. Cukup menyediakan waktu sekitar 1 jam untuk berkeliling, kita dapat belajar sejarah di sini. Pengendara bentornya pun cakap bercerita tentang sejarah ini.

Semoga artikel ini bisa menjadi referensi liburan ya 🙂

 

 

[FMB 9] Diskusi Bersama Menkominfo : Progres & Kesiapan Asian Games 2018

Eh, udah pada tahu belum sih kalau Indonesia bakal ngadain gelaran besar tahun ini?

Pada tahun 2018 ini, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggara event Asian Games ke-18. Event olah raga terbesar se-Asia tersebut akan dipusatkan di dua kota yaitu Jakarta dan Palembang. Asian Games 2018 akan dilaksanakan mulai tanggal 18 Agustus 2018 dengan opening ceremony yang dilakukan di Jakarta.

Tak terasa, sudah mendekati penyelanggaraannya. Sampai tanggal 7 Juli 2018, sisa waktu persiapan tinggal 42 hari lagi. Sebagai warga Palembang, saya cukup deg-degan dengan progress dan kesiapan Palembang sebagai salah satu tuan rumah. Palembang sudah memiliki komplek olah raga khusus yaitu Jakabaring Sport City (JSC). Tambahan lainnya adalah pembangunan Light Rail Transit (LRT) dari Bandara Soekarno Hatta menuju JSC untuk memudahkan mobilitas atlet saat datang ke Palembang menuju tempat menginap sekaligus bertanding. Namun tetap saja, saya masih belum tahu pasti bagaimana Pemerintah Daerah Palembang dan Sumatera Selatan untuk melaksanakan Asian Games 2018.

Lalu bagaimana kesiapan Jakarta yang juga menjadi tuan rumah? Bagaimana progress dan kesiapan secara keseluruhan untuk pelaksanaan Asian Games 2018 ini?

Sabtu, 7 Juli 2018 ini saya berkesempatan untuk mengikuti Forum Merdeka Barat (FMB) 9. Forum rutin yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk membahas isu strategis kali ini mampir di kota Palembang dengan topik “Progres dan Kesiapan Asian Games 2018”. Bertempat di Wisma Atlet Jakabaring Sport City Palembang, Bapak Rudiantara selaku Menteri Kominfo RI hadir sebagai narasumber bersama Bapak Alex Noerdin (Gubernur Sumatera Selatan), Bapak Bambang Prihartono (Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek), dan Bapak Panji Choesin (Direktur IT INASGOC).

Pemaparan pertama dilakukan oleh Bapak Alex Noerdin. Beliau mengungkapkan adanya perbedaan utama dalam penyelenggaraan Asian Games di Jakarta dan Palembang adalah kemudahan mobilitas untuk para atlet mengingat para atlet akan berkumpul di Wisma Atlet JSC. Saya sempat melihat isi Wisma Atlet dan rasanya cukup nyaman mirip hotel bintang 2 atau 3. Belum lagi adanya fasilitas lain seperti drugstore, cafeteria, dan tentunya main dining hall. Dengan adanya JSC yang menyediakan fasilitas menginap sekaligus venue bertanding bagi para atlet, atlet tidak akan lelah dalam perjalanan venue karena cukup membutuhkan waktu 1-10 menit dengan berjalan kaki. Kalaupun peralatan olah raga yang dibawa cukup banyak, disediakan pula golf car untuk transportasi di dalam Komplek JSC.

Selain Komplek JSC, Pemerintah Daerah Sumatera Selatan juga mengejar pembangunan LRT dan jalan tol yang rencananya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Juli 2018 mendatang. Sementara itu, pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah telah diselesaikan beberapa waktu lalu. Tentunya, dengan adanya sarana dan prasarana ini, Sumatera Selatan (Palembang khususnya) telah siap menjadi tuan rumah. Apalagi, dengan pengalaman beberapa event olah raga lain yang pernah dilaksanakan di Palembang (seperti PON 2004, SEA GAMES 2011, Islamic Solidarity Games, dll), masyarakat pun siap menyambut dan mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 di Palembang.

Bapak Rudiantara menjelaskan tentang kesiapan fasilitas, khususnya terkait teknologi informasi selama Asian Games 2018. Tentunya fasilitas tak hanya saat pertandingan, tetapi juga saat pembukaan dan penutupan event tersebut harus menjadi perhatian. Para operator telekomunikasi dan internet telah menyiapkan jaringan dalam mendukung event ini, apalagi beberapa venue juga terletak tak di pusat kota, seperti venue MTB di Subang, Jawa Barat. Wi-Fi gratis tanpa register akan diberikan saat opening ceremony sehingga public dapat menggunakan secara cepat. Selain itu, di Jakarta akan ada pula uji coba jaringan 5G dan mobil tanpa awak (pengendara). Menjelang penyelenggaraan Asian Games pada bulan depan, finalisasi terhadap fasilitas sedang dilakukan.

Ajakan untuk mendukung pelaksanaan Asian Games serta atlet-atlet Indonesia yang bertanding juga diserukan oleh Menkominfo. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah pembuatan aplikasi Duta Suporter. Mas Enda Nasution dari Suvarna.ID selaku partner Kemkominfo yang juga pembuat aplikasi menjelaskan secara rinci tentang aplikasi Duta Suporter Indonesia sekaligus soft launching aplikasi ini. Aplikasi Duta Suporter Indonesia kini bisa diunduh langsung di PlayStore dan kita bisa segera registrasi. Nantinya, akan ada kuis-kuis setiap hari dan berita terkait Asian Games. Sementara itu, aplikasi ini juga akan menjaring 68 orang yang aktif dan berminat menjadi duta supporter Indonesia dari 34 provinsi. Para duta tersebut berkesempatan menyaksikan opening dan closing ceremony Asian Games 2018 dengan gratis.

Jika Palembang memiliki komplek olah raga, Jakarta sebagai tuan rumah memiliki venue yang cukup beragam dan tidak berada dalam satu lokasi dengan tempat atlet menginap. Hal tersebut tentu menjadi momok tersendiri mengingat kita tentu tahu bagaimana macetnya Jakarta. Sementara itu, standar waktu mobilitas atlet dari tempat menginap ke venue maupun sebaliknya tidak boleh melebihi 30 menit. Bapak Bambang Prihartono hadir sebagai pembicara terkait kebijakan manajemen lalu lintas yang akan diterapkan di Jakarta selama Asian Games 2018.

Kemenhub merilis adanya tiga paket kebijakan lalu lintas selama Asian Games 2018, khususnya di Jakarta dan sekitarnya. Ketiga paket kebijakan tersebut adalah manajemen rekayasa lalu lintas salah satunya melalui aturan ganjil genap di beberapa ruas utama jalan (tak hanya jalan tol), penyediaan angkutan umum untuk masyarakat dan suporter, serta pengaturan angkutan barang. Diharapkan, adanya event ini menjadi momentum untuk memperbaiki lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya. Oh iya, infonya angkutan umum akan digratiskan, semoga ini tak berlaku di Jakarta saja tapi di Palembang juga, syukur-syukur kalau LRT gratis dulu hehehe.

Sebagai penutup pemaparan, Bapak Panji Choesin selaku Direktur IT INASGOC menjelaskan tentang kesiapan infrastruktur TI yang dibangun untuk mendukung Asian Games 2018. Dengan infrastruktur yang canggih, Bapak Panji yakin persiapan dan pelaksanaan event Asian Games 2018 dapat berjalan lancar dan atlet maupun media akan nyaman. Sebuah ajakan dari Bapak Panji adalah untuk mendukung pelaksanaan event ini tanpa batas, apalagi event besar ini tentu menjadikan Indonesia sebagai perhatian dunia.

Dengan mengikuti acara ini, saya menjadi lebih yakin akan kesiapan pemerintah dalam menyambut pelaksanaan Asian Games 2018. Tentunya, doa terbaik untuk para atlet Indonesia dan kita bisa menjadi juara di semua cabang olah raga yang dipertandingkan serta pelaksanaan event ini bisa berjalan lancar.

Kegiatan Forum Merdeka Barat (FMB) 9 lainnya juga dapat dilihat melalui

website : www.fmb9.id

twitter : FMB9ID

instagram : FMB9.ID

facebook : FMB9.ID

youtube :  FMB9IDhttps://photos.app.goo.gl/8oWRUyou19sqo76Z9

Kulari ke Bioskop Bersama Anak Demi Kulari ke Pantai

Sejak trailer film garapan Mira Lesmana & Riri Riza muncul di Youtube dan beberapa akun Instagram yang saya follow ikut meramaikan promosi film ini, saya sudah kepincut banget dan niat sepenuh hati kalau saya wajib nonton. HARUS! KUDU! Engga boleh engga.

Alasan utamanya adalah ini film Indonesia dengan tema keluarga. Sudah lama banget rasanya ga nonton film Indonesia untuk anak atau keluarga. Beberapa film anak Indonesia yang muncul rasanya kurang mendapat perhatian dan berakhir saat saya mau nonton filmnya udah gak tayang lagi. Syukurnya, film ini tayang sejak Kamis, 28 Juni 2018 sehingga saat akhir pekan masih tayang dan sempat nonton.


Bagi saya yang ‘ngaku-ngaku’ suka liburan apalagi di alam wa bil khusus pantai dan laut, tentu judulnya sudah sangat menarik ada pantai-pantainya. Kebayang suara deburan ombak, pasir putih yang rasanya pengen ditidurin, hembusan angin laut, panasnya matahari, ah….rindu.

Belum lagi cerita perjalanan anak dan ibu yang pastinya untuk seorang ibu dengan anak perempuan saya juga kepingin untuk melakukannya. Beberapa tempat wisata yang ada dalam teaser membuat saya terkenang pada road trip Jawa Timur yang pernah saya lakukan bersama teman, kakak ipar, dan dua keponakannya.

Sayangnya, di Palembang sendiri tak banyak bioskop yang menayangkan film ini. Dari 4 XXI, 1 Cinemaxx, dan 2 CGV, ternyata hanya 1 CGV (Transmart PCC) dan 1 XXI (Palembang Square) saja yang menayangkan film ini. Saya pun memilih menonton di CGV Transmart karena belum pernah menonton di sana dan biasanya CGV menyediakan booster pillow untuk anak sehingga lebih tinggi dan nyaman saat menonton.

Baca juga : Bawa Anak Kecil Nonton Bioskop, Kenapa Engga ?

Saat memesan tiket, rasanya setengah bioskop pun tak terisi. Mungkin karena saya mengambil jadwal 13.05, jadwal tidur anak-anak? Eh tapi banyak keluarga lain yang lebih memilih main di aneka wahana permainan sih. Sampai akhir pun rasanya hanya terlihat sekitar 5-7 keluarga yang menonton film ini. Kebanyakan membawa anak-anak.

***

Kulari ke Pantai

Kulari ke Pantai menceritakan tentang Samudra Biru alias Sam (Maisha Kana), seorang anak yang tinggal di Pulau Rote dan senang surfing, ingin bertemu surfer idolanya, Kailani Johnson di G-Land (Pantai Plengkung), Banyuwangi. Karena Grandma dari Sam di Jakarta berulang tahun, perjalanan pun dimulai dari Jakarta menuju Banyuwangi. Mungkin kalau Grandma tidak berulang tahun, perjalanan akan singkat saja dari Rote ke Bali, dari Bali menyeberang ke Banyuwangi.  Sam tentu tidak sendirian dalam perjalanan ini. Ia akan melakukan road trip bersama ibunya, Uci (Marsha Timothy). Sementara, Irfan (Ibnu Jamil), ayahnya Sam, harus kembali ke Rote untuk mengurusi urusan di sana.

Layaknya bertemu saudara saat momen kumpul dengan keluarga, ada aja yang menyebalkan. Kalau orang dewasa bisa terganggu dengan tante atau siapapun dengan pertanyaan kapan lulus-kawin-punya anak-nambah anak, anak-anak bisa terganggu dengan sepupu yang menyebalkan apalagi rasanya beda banget sama kita. Itu yang Sam rasakan ketika bertemu Happy (Lil’li Latisha), sepupunya yang ‘anak kota zaman now banget’. Gak lepas dari gadget, cas-cis-cus pakai Bahasa Inggris terus, bahkan udah rebet banget sama penampilan dan wajib punya geng. Kirana (Karina Suwandi), ibu dari Happy, merasa terusik dengan kelakuan Happy yang beda banget sama Sam. Saat ia mendengar Happy mengejek Sam dengan sebutan anak kampung, langsung ia minta izin Arya (Lukman Sardi), ayah Happy, agar Happy bisa ikut perjalanan bersama Uci dan Sam.

Road Trip itu….selama ini sih seru – sumber twitter.com/MilesFilms

Tentu saja hal ini bikin bete Sam dan Happy. Sam bete karena batal punya waktu bersama ibunya, Happy pun kesal karena harus ikut dalam perjalanan yang beda banget sama kebiasaan dia. Senyebelin apapun itu, demi kelancaran rencananya nonton konser entah apa dengan gengnya, Happy pun mengajak Sam ‘damai’ selama perjalanan itu.

Perjalanan dari Jakarta menuju Banyuwangi akan membawa kita merasakan Jalan Tol Cipali yang mulai ramai terdengar namanya sejak musim Lebaran 2017 lalu. Perjalanan tak lengkap rasanya tanpa makan, maka mampirlah trio U-SA-HA di Cirebon yang terkenal dengan Empal Gentongnya, tepatnya di Warung Pak Gondrong. Lalu dilanjutkan sampai Temanggung untuk bermalam. Perjalanan ke Jawa Timur dimulai dengan mampir di Pacitan dan Bromo. Apakah mereka akan sampai di G-Land tepat waktu? Ada petualangan seru apa aja sepanjang perjalanan?

***


Perasaan senang sangat saya rasakan selama menonton film ini. Di awal, saya udah diberikan sensasi berada di pantai dengan pemandangan indah Rote. Lalu saya diajak menyusuri Tol Cipali, Cirebon, sampai ke Temanggung untuk menginap di homestay unik dari bambu. Saya langsung teringat Pasar Papringan (bambu) yang pernah muncul di timeline teman-teman dan Kick Andy.

Kenangan saya kembali dibangkitkan ketika mereka mampir sejenak di Magelang. Alun-alun Magelang dan daerah pecinan yang kadang saya datangi ketika hari Minggu keluar dari asrama saat SMA. Sayangnya, anak mulai tidur sepertinya karena lelah ada kelas main di pagi hari dan ibunya yang nonton sambil komen minta liburan 😀

Pacitan – sumber : twitter.com/milesfilms

Wajar rasanya kalau keluarga Pak SBY bangga akan Pacitan dengan alamnya yang elok. Pantai-pantai dengan ombak besar yang keren untuk surfing muncul saat trio Usaha mampir ke Pacitan untuk menginap. Saya pun jadi ingin mampir ke Pacitan suatu saat nanti.

Masa lalu road trip di Jawa Timur mulai dibangkitkan sejak rombongan ini sampai di Gunung Bromo. Alam indah Bromo pun terekspose dengan sedikit complaint penikmat alam saat melihat Bukit Teletubbies yang kini memiliki papan nama khusus dan mengurangi keindahannya.  Suara Rara Sekar yang mengalun saat matahari terbit melalui lagu ‘Berjalan Lebih Jauh’ membuat langsung bernyanyi seketika. Tak hanya lagu ini, keseluruhan OST film ini sangat menyenangkan yang khususnya Kulari ke Pantai yang dinyanyikan RAN.

Sepanjang film jujur saya ga bisa diem untuk nahan komen bisik-bisik ke anak, kayak saat lewat Paiton bilang “Tuh bagus banget tuh, apalagi kalau lewatnya malam lampunya nyala semua, keren deh”.

Beberapa penonton lain di studio tampaknya juga mengenali daerah Banyuwangi. Komen-komen lain juga terdengar, seperti “Itu kayaknya rumah sakit Blambangan deh, tempat si ini kerja.”

Sama seperti AADC 2, beberapa tempat yang belum pernah saya datangi jadi ingin didatangi dan tempat yang sudah didatangi jadi ingin diulangi. Walaupun ada iklan-iklan terselubung layaknya film Indonesia masa kini, tapi sudahlah, gak menganggu juga kok.

Senengnya kayak Sam mau surfing – sumber: twitter.com/milesfilms

Puas banget, cara berceritanya asyik, ceritanya ringan, komedinya memang tak terlalu banyak tapi ada beberapa adegan yang bikin ketawa dan rasanya pas aja semuanya. Gak sia-sia deh lari ke bioskop bareng anak demi film ini. Pokoknya nyenengin banget!


Beberapa sisipan pelajaran penting juga dapat dilihat dari film ini.

Hati-hati dengan Sugar Rush. Walaupun ada yang bilang ini mitos, tapi nyatanya mengonsumsi gula berlebih memang bisa membuat anak lebih aktif. Kadar gula dalam tubuh harus dikontrol, oleh sebab itu para orang tua jangan terlalu banyak memberi ‘yang manis-manis’ kepada anak. Serta kalau sudah berlebih, segera larutkan dengan air mineral.

Tak semua bisa dibeli dengan uang, terselip pada momen ketika Happy ingin mengambil kaca matanya yang dipakai Wahyu dengan cara membayarnya saja sementara Sam memilih memperjuangkan haknya. Juga ketika Happy berkata kepada Tante Mela kalau ia punya uang untuk beli tiket ke Jakarta. Orang tua harus lebih bijak dalam mengajarkan anak kepada uang.

Ada saatnya kita lebih baik tidak terlalu ikut campur. Saat Sam mulai ikut mencampuri urusan Happy yang sedang menelepon temannya, ternyata benar-benar membuat runyam urusan. Ya, ada kalanya kita harus mengontrol diri.

Dalam perjalanan, kadang bisa saja terjadi banyak perubahan, apalagi jalan-jalan sama anak. Maka, kita perlu menyiapkan diri akan perubahan yang terjadi. Terkadang, ada sesuatu yang bisa memberi makna lebih pada diri saat menerima hal yang tak terduga.

Sebenarnya, banyak pelajaran lainnya yang bisa dipetik dari film ini kayak jadi anak perempuan itu juga harus berani 😀 selain itu…..hmmm, tonton langsung aja deh ya.

Terakhir, saya jadi teringat pesan ibu saya, jadilah sahabat untuk anak, jangan buat anak takut dengan diri kita sebagai orang tua (khususnya ibu). Pesan ini sangat terlihat saat saya melihat keakraban Uci & Sam. Saya pun jadi punya cita-cita baru bersama anak : punya waktu bersama untuk liburan berdua kalau bisa road trip. Semoga selalu sehat dan diberikan izin 😀

 

 

Sejenak Menjejak Pantai Papuma Jember

Sebuah film Kulari ke Pantai garapan Miles Film yang menceritakan me-time ibu dan anak dengan melakukan perjalanan darat dari Jakarta menuju Banyuwangi, membawaku kepada ingatan pernah melakukan perjalanan darat keliling Jawa Timur bersama teman dan keponakannya.

Salah satu kota yang sempat kami singgahi di Jawa Timur adalah Kota Jember. Kota Jember semakin terkenal bukan hanya karena Mas Anang atau Mbak Dewi Persik (DePe) yang berasal dari daerah tersebut. Tapi juga adanya gelaran tahunan yang menarik yaitu Jember Fashion Carnaval.

Walaupun datang bukan di saat penyelenggaraan event tahunan tersebut, kakak ipar dari teman saya, Uni Destri mengatakan ada pantai di Jember yang sayang untuk dilewatkan. Tersebutlah Pantai Papuma alias Pasir Putih Malikan. Beberapa orang menyebutnya Pantai Tanjung Papuma.

Pantai Tanjung Papuma berada di daerah pesisir selatan Pulau Jawa. Untuk mencapai pantai ini dari pusat kota Jember memerlukan waktu sekitar 1 jam. Kita akan melewati daerah yang masih dipenuhi sawah lalu berganti dengan hutan. Jalan yang dilalui memang masih belum terlalu baik saat itu, layaknya jalan di perkampungan yang masih tanah bebatuan belum diaspal. Namun, memasuki kawasan wisata Pantai Tanjung Papuma, jalan yang dilalui sudah semakin baik.

Update terakhir yang saya dapatkan, harga tiket masuk ke Pantai Papuma adalah 15.000 rupiah per orang dan parkir mobil 5.000 rupiah. Sekitar 5-10 menit dari gerbang awal Pantai Tanjung Papuma, kita mulai bisa mendengar deburan ombak yang begitu keras. Layaknya pantai di area selatan lainnya yang menghadap Samudra Hindia, ombak di Pantai Papuma juga tergolong besar. Gulungan ombak yang cukup tinggi membuat adanya beberapa peringatan untuk tidak berenang di pantai.

Beberapa warung-warung tenda di pinggir pantai menawarkan olahan seafood segar. Tentunya, es kelapa muda sebagai minuman wajib saat di pantai juga ada. Untuk urusan harga, saya merasa harganya masih wajar dan terjangkau. Urusan rasa, olahan seafood selalu enak di lidah saya.

Sesuai namanya, hamparan pasir putih halus dapat ditemui di pantai ini. Tak begitu lebar memang jarak antara pantai dan daerah untuk memarkir mobil. Apalagi banyaknya bebatuan besar yang juga berserakan di area pantai. Anak-anak dapat bermain pasir dengan nyaman di area pantai. Laut biru berpadu birunya langit menambah kesyukuran atas nikmat dapat melihat keindahan alam seperti ini.

Pantai Papuma memiliki beberapa area perbukitan karang yang bisa dinaiki. Saat saya mencoba naik ke salah satu bukit, yaitu bukit Sitinggil untuk melihat pemandangan berupa batu karang besar yang disebut Batu Malikan digempur ombak berkali-kali. Untuk mencapai Bukit Sitinggil, telah disediakan tangga khusus. Namun, ketika sampai di puncak, kita tetap harus berhati-hati karena tebing cukup curam. Konon banyak cerita dan mitos yang beredar tentang pantai ini.

Jika memang sedang mampir ke daerah Jawa Timur, tak ada salahnya mencoba wisata pantai seperti berkunjung ke Pantai Papuma. Untuk mencapai kota Jember, bisa melalui jalur darat dari Banyuwangi atau Surabaya dengan kendaraan pribadi, bis, atau kereta. Mengingat semakin digalakannya pariwisata di setiap daerah Indonesia, bukan tidak mungkin pemerintah setempat semakin giat mempromosikan dan menambah ‘kelengkapan’ tempat wisata seperti adanya penginapan di pinggir pantai.